Tidak setengah-setengah.

Apakah People Pleaser Itu Berdampak bagi Kesehatan Mental?

|

Halo sobat, pernahkah kalian merasa tidak enak untuk menolak permintaan orang lain? Padahal dari diri kalian ada rasa tidak ingin menyanggupi permintaan orang tersebut. Tetapi karena sulit untuk mengatakan 'tidak' sehingga pada akhirnya kalian menyanggupi permintaan tersebut.

Jika kalian pernah merasakan hal tersebut maka bisa jadi kalian sudah menjadi people pleaser. Sifat ini bukanlah kebiasaan yang baik dan berdampak bagi kesehatan mental.


People Pleaser


Seseorang yang menjadi people pleaser biasanya selalu ingin memprioritaskan orang lain dibanding dirinya sendiri. Ia selalu ingin menyenangkan orang lain bukan berasal dari empati diri sendiri, melainkan karena ingin disukai dan takut ditinggalkan (sendiri).

Faktanya, sifat people pleaser itu dapat merusak mental dan mampu membuat orang kehilangan jati dirinya, serta seorang yang memiliki sifat people pleaser itu dapat dimanfaatkan oleh orang-orang sekitarnya untuk kepentingan pribadi.

Lalu, apa saja dampak people pleaser bagi kesehatan mental? Dilansir dari Halodoc, ada beberapa dampak yang terjadi jika seseorang menjadi people pleaser bagi kesehatan mental, yaitu:

1. Gangguan Kecemasan dan Stres

Seseorang yang menjadi people pleaser merasa terbebani atas tanggung jawab menyenangkan orang lain, karena yang harus ia senangi tidak hanya satu orang, melainkan banyak orang. Ia juga sering merasa kebingungan harus memilih kemauan siapa yang akan ia turuti. Jika hal ini terus dilakukan, maka seseorang bisa mengalami kecemasan bahkan stress.

2. Kehilangan Kemauan untuk Maju buat Diri Sendiri

Jika seseorang mengeluarkan semua energi hanya untuk memastikan bahwa orang lain bahagia, ini bukanlah hal yang berguna karena ia telah kehilangan waktu untuk mengetahui dan menentukan apa yang sebenernya ia senangi, serta ia telah kehilangan semangat untuk maju dan berkembang.

3. Kehilangan Kekhasan Diri

Seseorang yang memiliki sifat people pleaser biasanya cenderung menyembunyikan kebutuhan dirinya sendiri karena ia selalu mengutamakan kepentingan orang lain. Hal ini dapat membuat seseorang kehilangan kekhasan dirinya bahkan ia seperti tidak menjalani hidupnya, karena hidupnya hanya untuk menyenangkan orang lain dibanding dirinya sendiri.

4. Memendam Amarah

Seseorang yang menjadi people pleaser itu sering memendam amarah karena sebenarnya ia sadar kalau ia sedang dimanfaatkan oleh orang-orang sekitarnya. Hal ini dapat memicu timbulnya frustasi bahkan berisiko menjadi depresi. Nah, rasa amarah yang dipendam sewaktu-waktu bisa meledak atau malah jadi pemicu timbulnya penyakit.

Nah, itulah beberapa dampak people pleaser untuk kesehatan mental. Jadi, hal yang harus diperhatikan ialah kita harus membahagiakan diri sendiri sama bahagianya seperti membahagiakan orang lain, tidak ada salahnya jika kita ingin membuat orang lain senang, tetapi jangan sampai hal itu dapat merugikan diri sendiri.

Meski kita punya niat baik untuk membuat orang lain senang, kita juga harus ingat bahwa people pleaser jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi kesehatan mental.

 

Profil Penulis:

Husna Afifah lahir pada tanggal 13 April 2004 di Bekasi.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar