Keresahan Seorang Kakak Melihat Adik Menggunakan Media Sosial

Adik mulai aktif di Instagram dan TikTok? Yuk simak dampak media sosial dan cari cara efektif untuk mengawasi, membimbing, serta melindungi adik.

"Dik, kamu makai Instagram, makai Tiktok? Hah?" Itulah kalimat yang pertama kali aku ucapkan setelah tahu adikku mulai menggunakan media sosial. Aku yang tahu bagaimana dan apa saja yang disediakan oleh media sosial untuk penggunanya, saat itu juga aku mulai resah, Memikirkan apa saja nantinya yang muncul ketika adikku menggunakan media sosial membuatku takut.

Keresahan Seorang Kakak Melihat Adik Menggunakan Media Sosial


Memang tidak dipungkiri sekarang perkembangan teknologi semakin pesat, hampir semua kegiatan berhubungan dengan teknologi. Begitu juga dengan media sosial yang kini mudah dan bisa digunakan oleh anak di bawah umur.

Padahal dampak penggunaan media sosial sangat besar, berbagai macam hal dapat ditemukan di sana. Hal-hal yang seharusnya tidak diperuntukkan untuk anak di bawah umur, dapat dilihat secara bebas dan tidak bisa dikendalikan.

Hal tersebut dapat mendorong keresahan seorang kakak. Ketika adik kita sudah mulai menggunakan media sosial, dia akan terus menggunakan handphonenya berjam-jam hingga lupa waktu.

Tentu efek dari penggunaan media sosial secara berlebihan, menjadikan adik kita mempunyai sifat malas, baik malas belajar dan malas untuk melakukan beberapa aktivitas yang lebih positif. Kecanduan terhadap handphone itulah yang mengubah konsentrasi dalam dirinya ketika belajar.

Dengan media sosial adik kita pasti akan mengenal banyak orang yang sebelumnya tidak dikenal, akan tetapi di luar kontrol diri hal ini dapat memberikan dampak negatif seperti menyebabkan masalah psikologis dan kesehatan fisik.

Kita sebagai seorang kakak yang khawatir terhadap perubahan adik dapat melakukan cara agar adik kita tidak terlalu mendapat dampak negatif yang besar.

Hal yang dapat kita lakukan, membantu memilah jika memang aplikasi yang notabenenya selalu digunakan adik cukup menghabiskan waktu yang cukup banyak, kita dapat mencoba untuk menghapus aplikasi tersebut dan memasang beberapa aplikasi yang memang dibutuhkan saja.

Kita sebagai seorang kakak juga dapat mencarikan hobi dan kegiatan di luar untuk si adik, seperti membaca buku, berkebun, dan sebagainnya.

Selain itu kita dapat mengajarkan kepada adik kita untuk lebih bertanggung jawab dengan memanajemeni waktu antara penggunaan media sosial dan beberapa kegiatan yang lain.

Kita sebagai seorang kakak juga bisa mengawasi penggunaan handphone adik kita, mungkin bisa dengan mengecek handphone adik kita secara diam-diam. Kita juga pelu mengontrol adik kita dengan batasan-batasan tertentu. Dapat membuat aturan jika memang diperlukan.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, setidaknya kita dapat mengurangi sedikit keresahan kita sebagai seorang kakak yang melihat adik menggunakan media sosial.

Kita sebagai seorang kakak memang juga sepantasnya mempunyai tanggung jawab sebagai pengganti orang tua untuk mengontrol kegiatan adik.

Penulis:

Devina Halimah Fardani lahir di Jakarta. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan S1 di Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sebelas Maret.

Posting Komentar

© Sepenuhnya. All rights reserved.