Oleh Maya Ventika Rahayu
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas K-Pop, atau musik Pop Korea, di seluruh dunia, telah melonjak, memikat hati jutaan orang. Dampak positif menjadi fangirl K-Pop terhadap mahasiswa tidak bisa dianggap remeh.
Meski ada anggapan bahwa menjadi fangirl hanya sekedar hobi yang remeh, namun ternyata memiliki beberapa manfaat yang bisa menambah pengalaman. Meskipun beberapa orang mungkin melihatnya sebagai perilaku yang tidak penting atau tidak produktif, menjadi fangirl sebenarnya dapat memiliki dampak yang luar biasa dalam kehidupan seseorang.
1. Kebahagiaan
Yang pertama, menjadi fangirl berarti memiliki minat yang kuat pada sesuatu atau seseorang. Menjadi fangirl berarti bahwa seseorang telah menemukan sesuatu yang membuat gembira dalam hidupnya.
Seperti memiliki hobi atau kegiatan lainnya, menjadi fangirl dapat memberikan sarana untuk mengekspresikan diri dan menemukan kebahagiaan.
2. Komunitas
Kedua, menjadi fangirl juga berarti memiliki komunitas yang kuat di sekitarnya. Fangirl sering kali membentuk komunitas erat dengan minat yang sama, baik itu fandom, acara TV, atau artis musik tertentu.
Komunitas fangirl sebenarnya adalah lingkungan yang mendukung dan saling memahami. Dalam komunitas ini, seseorang dapat bertemu dan bersosialisasi dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama dengannya.
Jika seseorang merasa kesepian atau terisolasi dalam kehidupan sehari-harinya, menjadi fangirl dapat menjadi jalan keluar yang menawarkan rasa kesatuan dan persahabatan.
3. Kreativitas
Selain itu, menjadi fangirl juga dapat menjadi salah satu jalan bagi seseorang untuk mengeksplorasi minat atau bakat kreatifnya. Misalnya, banyak fangirl yang mengambil inspirasi dari idola mereka untuk menulis, menggambar, atau membuat karya seni lainnya.
Menjadi fangirl dapat mendorong seseorang untuk berkreasi dan mengembangkan keahliannya dalam bidang yang mereka sukai.
4. Percaya Diri
Tidak hanya itu, menjadi fangirl juga dapat mengembangkan kekuatan kepribadian seseorang. Sebagai fangirl, seseorang harus tetap bersemangat dan menyuarakan pendapatnya terhadap idola mereka. Ini dapat merangsang kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan kepemimpinan.
Seseorang bisa menjadi lebih proaktif dalam menyuarakan apa yang mereka sukai dan menjadi penggerak untuk menginspirasi orang lain.
5. Pemahaman Lintas Budaya
Menjadi fangirl K-Pop juga dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi budaya. K-Pop, sebagai fenomena global, memperkenalkan penggemarnya pada berbagai aspek budaya Korea, seperti bahasa, mode, dan adat istiadat tradisional.
Paparan ini menumbuhkan pemahaman lintas budaya dan dapat memperluas cara pandang seseorang terhadap isu-isu global. Contohnya, mahasiswa yang terlibat dengan K-Pop sering kali mendapati diri mereka menggali lebih dalam budaya Korea melalui kelas bahasa, acara budaya, dan bahkan peluang belajar di luar negeri.
Perendaman budaya ini dapat berdampak positif pada pertumbuhan pribadi dan akademik mereka.
6. Motivasi
Terakhir, menjadi fangirl juga bisa menjadi dorongan motivasi yang positif dalam hidup seseorang. Ketika seseorang terobsesi dengan idola mereka, mereka dapat menemukan inspirasi dan semangat di momen-momen yang sulit dalam hidup mereka.
Melihat perjalanan dan usaha idola mereka untuk mencapai kesuksesan dapat mendorong seseorang untuk menghadapi tantangan dengan sikap yang positif dan pantang menyerah.
Menjadi seorang fangirl atau penggemar selebriti atau idola tertentu tentu memiliki sisi positif yang tidak dapat diabaikan. Menjadi seorang fangirl menawarkan banyak manfaat mulai dari menumbuhkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki hingga meningkatkan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis, fangirling dapat berdampak positif pada kehidupan pribadi dan akademis seseorang.
Daripada menganggap fangirling hanya sekedar hobi, penting untuk mengenali potensinya bagi pengembangan individu dan memanfaatkan manfaatnya.
Jadi, marilah kita mendorong teman-teman kita untuk dengan bangga menerima identitas fangirl mereka dan menuai manfaat yang ditawarkannya.
Biodata Penulis:
Maya Ventika Rahayu lahir pada tanggal 19 Mei 2005 di Kebumen. Saat ini ia aktif sebagai mahasiswa di Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

