Waktumu Menentukan Keberhasilanmu: Kunci Kesuksesan Generasi Z

Bagaimana cara kita dalam mengelola waktu yang baik dan tidak terbuang sia-sia? Kita harus menghabiskan waktu yang kita punya dengan hal-hal ...

Pernahkah kalian anggap penting waktu yang kalian punya? Atau merasa rugi jika waktu yang kalian terbuang sia-sia? Nyatanya, hanya sebagian kecil orang yang memahami betapa pentingnya waktu yang harus kita pergunakan dengan sebaik-baiknya.

Waktu adalah hitungan 24 jam, 1.440 menit, dan 86.400 detik dalam sehari. Dengan perhitungan yang singkat itu, seharusnya kita bisa me-manage waktu yang kita punya.

Saat ini, terlebih lagi bagi Generasi Z, banyak mempergunakan waktunya dengan hal yang kurang berfaedah. Persentase penyetaraan antara kewajiban dan bermain, pastinya lebih banyak bermainnya. Diibaratkan belajar hanya 30% maka yang 70% adalah bermain.

Waktumu Menentukan Keberhasilanmu

Bermainnya anak zaman sekarang ini yaitu tenggelam dalam dunia maya di antaranya main sosmed, scroll Tiktok, main Tiktok, Streaming lagu, ataupun nonton Drakor, dan sebagainya. Parahnya lagi jika kegiatan-kegiatan tersebut menjadikan kita menunda-nunda kewajiban beribadah kepada Allah SWT.

Dengan adanya gadget, membuat kita lupa akan waktu. Karena terlalu asyik dalam main gadget. Seharusnya kita harus bisa menempatkan kapan kita beribadah, bekerja, belajar, membantu orang tua, dan bermain.

Adanya pengelolaan waktu yang tidak efektif disebabkan kurangnya kesadaran masing-masing individu tentang pentingnya waktu. Sehingga mereka banyak menunda-nunda kegiatan atau hanya berakhir rencana kegiatan tanpa adanya tindakan. Karena, dirinya sibuk bersantai-santai, bermalas-malasan, dan lalai dengan segala kewajiban yang seharusnya dia lakukan.

Dalam Islam, waktu adalah suatu hal yang sangat berharga. Banyak dalil Al-Qur'an ataupun Hadis yang isinya anjuran untuk menghargai waktu. Surat Al-'Asr yang merupakan landasan ideal tentang perlunya menghargai waktu. Bahkan ayat pertama dalam surat tersebut dikaitkan dengan keimanan dan amal seseorang jika ingin berhasil dalam hidup. Dan dijelaskan bagi manusia yang menyia-nyiakan waktu sesungguhnya dalam kerugian besar.

Jika pepatah orang barat mengatakan "Time Is Money", maka bagi orang Arab, waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali ( الوقت انفاس التعود ). Ada juga pepatah Arab yang mengatakan waktu itu ibarat pedang, bila dimanfaat akan berguna dan bila tak cakap memanfaatkannya justru bisa memotong leher sendiri.

Ada hadis populer di kalangan masyarakat, dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

"Siapkan lima sebelum (datangnya) lima. Masa hidupmu sebelum datangnya waktu matimu, masa sehatmu sebelum datangnya waktu sakitmu, masa senggangmu sebelum datang masa sibukmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, dan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu." (HR. Baihaqi)

Dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Bukhari, Ibnu Umar mengatakan:

"Jika engkau pada waktu sore, maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi, dan jika pada waktu pagi maka janganlah engkau menunggu datangnya waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu untuk beramal sebelum datang waktu sakitmu, dan gunakanlah waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu." (HR. Bukhari)

Kedua hadis tersebut mengajarkan umat Islam untuk mengelola waktu sebaik-baiknya karena hal itu akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Ada hadis lain, yang diriwayatkan oleh Al-Suyuthi dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Ada 2 nikmat yang kebanyakan manusia rugi di dalamnya, yakni kesehatan dan kesempatan." (HR. Al-Suyuthi:555)

Seorang ulama Mashur, Ibnu Qayyim al-Jauziyah RA berkata:

"Menyia-nyiakan waktu lebih bahaya dari kematian. Karena, menyia-nyiakan waktu akan memutusmu dari Allah SWT dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutus dirimu dari dunia dan penduduknya. " (Al-Fawaid hlm. 44)

Apabila waktu disia-siakan terus-menerus maka untuk apa kita hidup? Waktunya tidak bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain. Waktu hanya digunakan untuk bermain-main dan bersenda gurau saja?

Jadi, sangat disayangkan apabila seorang muslim tidak memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Sebab waktu adalah harta yang paling berharga, tidak berwujud tapi berpengaruh bagi diri kita.

Bagaimana cara kita dalam mengelola waktu yang baik dan tidak terbuang sia-sia? Kita harus menghabiskan waktu yang kita punya dengan hal-hal positif dan bermanfaat. Pertama, kita atur bagaimana rencana kegiatan kita dalam sehari. Dengan membuat jadwal kegiatan yang isinya kegiatan-kegiatan terurut dari pagi sampai pagi lagi, yang tersusun efektif dengan memperhitungkan jam-jamnya juga. Dengan melakukan kegiatan dalam 24 jam tersebut harus seimbang antara ibadah, kesibukan seperti bekerja atau belajar dan bermain untuk refreshing otak sekejap serta waktu untuk istirahat.

Setelah kita membuat jadwal kegiatan tersebut, kita harus komitmen pada diri kita untuk melakukannya dengan konsisten. Pasti lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan tanpa harus lihat jadwal. Hari-hari kita sudah terstruktur dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Kuncinya jangan terlalu banyak planning atau rencana, tapi langsung sat-set dalam mengerjakan sesuatu. Waktunya salat ya salat, sekolah ya sekolah, belajar ya belajar. Ada tugas ya langsung dikerjakan dan waktunya istirahat ya tidur.

Oleh karena itu, teguhkan pada diri kita masing-masing untuk bisa mengendalikan waktu yang kita punya, tidak malah terlena dan dikendalikan oleh waktu. Sebab waktumu yang menentukan keberhasilanmu.

Apa yang kamu lakukan hari ini, itu yang kamu tuai di masa mendatang. Dan hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok pun harus lebih baik dari hari ini. Ke depan harus ada peningkatan bukan penurunan.

Biodata Penulis:

Ulitia Amanah lahir pada tanggal 24 Desember 2004 di Pemalang. Aktif sebagai mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Motto hidupnya: Jangan bosan-bosan menebar kebaikan walaupun itu hal yang sederhana.

© Sepenuhnya. All rights reserved.