Mau Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu atau Mahasiswa Kura-Kura?

Sering kali kita menganggap Mahasiswa Kupu-Kupu sebagai peran yang negatif karena terlihat tidak mempunyai kontribusi pada kampus, no life, hidup ...

Oleh Nastiti Astuti

Saat awal masuk kuliah kita akan dihadapkan pertanyaan dengan kosa kata baru, seperti kamu mau jadi Mahasiswa Kupu-Kupu atau Mahasiswa Kura-Kura? Tentu kita akan bimbang untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Mahasiswa Kupu-Kupu adalah mahasiswa kuliah pulang kuliah pulang, diartikan sebagai mahasiswa yang selesai perkuliahan dalam kelas maka akan langsung pulang, atau mahasiswa yang tidak aktif di dalam organisasi.

Sedangkan Mahasiswa Kura-Kura yaitu mahasiswa kuliah rapat kuliah rapat, atau dapat diartikan sebagai mahasiswa yang aktif kegiatan dalam organisasi.

Sering kali kita menganggap Mahasiswa Kupu-Kupu sebagai peran yang negatif karena terlihat tidak mempunyai kontribusi pada kampus, no life, hidup flat, membosankan. Dan menghabiskan hidupnya hanya untuk melakukan kegiatan berulang.

Sedangkan Mahasiswa Kura-Kura malah sering di pandang positif. Pandangan positif di antara lain seperti sering berkontribusi pada kampus, bermanfaat bagi masyarakat, banyak pengalaman, dan memiliki hidup sangat menantang untuk dilakukan.

Organisasi sebagai wadah mahasiswa untuk menyalurkan bakat serta mengembangkan kemampuan bagi produktifitas mahasiswa tersebut. Sehingga tidak sedikit mahasiswa yang aktif berorganisasi menganggap remeh Mahasiswa Kupu-Kupu.

Sebaliknya Mahasiswa Kupu-Kupu juga tak sedikit mengganggap buruk Mahasiswa Kura-Kura, menganggap Mahasiswa Kura-Kura hanya ingin cari perhatian dan ingin mencari pacar. Sehingga kedua kubu tersebut saling melempar pandangan buruk padahal sebenarnya tiap kubu jua memiliki manfaat dan gunanya masing-masing.

Mahasiswa Kura-Kura

Mahasiswa yang aktif dengan organisasi, itu yang pertama kita pikirkan, jika mendengar istilah Mahasiswa Kura-Kura. Organisasi adalah tempat mahasiswa bisa menampung bakat dan kemampuannya dan bisa digunakan di masa depan. Mahasiswa seperti itu akan terbentuk dan bisa bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak. Organisasi adalah sebagai wadah yang menampung bakat dan talenta anggotanya yang kemudian disalurkan dalan perlombaan, event, dan sebagainya.

Mahasiswa Kura-Kura

Organisasi akan membuat mahasiwa semakin produktif. Namun kembali pada mahasiswanya lagi, dalam hal ini banyak hal positif yang akan kita dapat jika bergabung dalam organisasi, seperti:

1. Pengalaman Semakin Banyak

Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam organisasi, seperti rapat, event, kepanitiaan, dan perlombaan. Akan banyak hal yang akan mahasiswa lalui sehingga dituntut untuk memberikan solusi pada setiap masalah. Sehingga mahasiswa yang nanti jika turun ke masyarakat sudah terlatih untuk mencari solusi dan bisa menyelesaikan masalah tersebut.

2. Relasi Bertambah

Dalam organisasi, baik dari luar kampus atau dalam kampus pasti akan menemukan banyak keberagaman orang. Hal tersebut akan menambah daftar pertemanan dan hubungan yang terjalin dalam hidup. Semakin besar suatu organisasi maka akan semakin banyak pula relasi yang terjalin.

Dalam hal ini bisa dimisalkan seperti dua orang yang berbeda saling bertemu namun kedua orang tersebut saling mengenal organisasi yang sedang dikenakan, maka kedua orang tersebut akan merasa dekat walau sebenarnya dapat dikatakan baru bertemu.

3. Wawasan Bertambah

Wawasan dan ilmu bisa kita dapatkan di mana saja, termasuk di dalam organisasi. Banyak ilmu dan wawasan yang dapat kita jumpai, mahasiswa yang aktif dalam organisasi akan memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan mereka. Mereka akan belajar tentang berbagai topik yang relevan dengan organisasi yang diikuti.

4. Melatih Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah soft skill yang harus kita punyai demi bekal di masa depan yang sangat diperlukan. Akan ada di masa organisasi sedang memimpin suatu kegiatan sehingga di saat seperti itu kita dilatih untuk memiliki jiwa kepemimpinan, baik secara sadar maupun tidak sadar.

5. Meningkatkan Keterampilan

Mahasiswa yang aktif dalam organisasi akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka, baik soft skill atau hard skill.

Soft skill di antaranya yaitu kepemimpinan, kerja tim, kreatifitas, empati, adaptabilitas, emosional intelligent dan lain sebagainya. Sedangkan hard skill seperti copy writer, time management, data analyst, content marketing dan graphic design.

6. Melatih Kemampuan Komunikasi dan Sosialisasi

Kemampuan berkomunikasi yang baik akan membantu mahasiswa dalam berinteraksi dengan orang lain, baik dalam dunia sehari-hari atau dunia kerja nantinya.

Mahasiswa yang mempunyai kemampuan komunikasi karena sebelumnya telah terlatih, akan mudah menyampaikan ide dan pendapat mereka. Sedangkan dalam mahasiwa yang aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi akan lebih mudah dalam beradaptasi dengan lingkungan baru dan memperluas jaringan pertemanan. Hal ini akan membantu mereka dalam membangun hubungan baik dengan orang lain.

7. Meningkatkan Peluang Karir

Mahasiswa yang mempunyai kemampuan komunikasi dan sosialisasi yang baik, akan memiliki peluang karir yang baik pula di masa depan. Mereka akan lebih mudah dalam menjalin hubungan dengan rekan kerja dan klien, serta lebih mudah dalam membangun jaringan profesional.

Mahasiswa Kupu-Kupu

Terlepas dari pandangan negatif, tidak semua mahasiswa yang kuliah pulang kuliah pulang itu buruk. Kita tidak tahu apa kegiatan yang dilakukan mahasiswa ketika sudah di kos atau asrama. Terlalu jahat jika kita sudah memandang sebelah mata pada mahasiswa yang tidak aktif organisasi dan memilih kuliah pulang.

Mahasiswa Kupu-Kupu

Ada beberapa hal positif yang dilakukan Mahasiswa Kupu-Kupu yang tidak kita ketahui, di antaranya:

1. Mempunyai Waktu Luang Banyak

Mahasiswa Kupu-Kupu jauh lebih memiliki banyak waktu luang yang banyak sehingga bisa digunakan untuk berbagai hal. Seperti mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas diri, mengisi kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan prestasi akademis.

2. Membaca Buku

Mahasiswa Kupu-Kupu memiliki banyak waktu luang yang lebih banyak dan bisa leluasa untuk membaca buku di kos. Dengan banyak membaca buku seseorang bisa memiliki kosa kata serta melihat sesuatu dari sudut pandang dari berbagai arah.

3. Mengikuti Webinar dan Pelatihan Online

Banyak webinar dan pelatihan online yang tersebar di berbagai platform. Sehingga seseorang bisa mudah untuk menemukan dan mengikuti hal tersebut. Ini memberi pluang bagi Mahasiswa Kupu-Kupu untuk mengikuti.

4. Belajar Bahasa Asing dari Youtube

Hal ini banyak dilakukan oleh mahasiswa karena bahasa asing, terutama bahasa Inggris, sangat dibutuhkan di masa depan nanti seperti agar bisa mendapat beasiswa.

5. Bekerja

Tidak sedikit mahasiswa yang menyelingi waktu kuliahnya dengan kerja. Karena untuk membantu perekonomian orang tua dari tekanan biaya kuliah. Namun di sisi lain, bekerja juga memiliki manfaat yaitu bisa menambah komunikasi, sosialisasi dan relasi.

Sebenarnya masih banyak benefit dari dua kubu tersebut baik kubu Mahasiswa Kupu-Kupu dan Mahasiswa Kura-Kura. Tergantung bagaimana mahasiswa tersebut menyikapi.

Hal tersebut bisa menjadi pilihan bagi tiap masing-masing mahasiswa untuk mengisi kegiatan dalam masa perkuliahan. Tugas kita hanya bisa menghormati keputusan tiap pilihan seseorang tersebut. Dan tiap kubu juga memiliki manfaat dan kegunaan masing-masing.

Biodata Penulis:

Nastiti Astuti lahir saat ini aktif sebagai mahasiswa, program studi Pendidikan Matematika, di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

© Sepenuhnya. All rights reserved.