Aceh masih belum baik-baik saja.

Mengapa Baseball Belum Home Run di Hati Indonesia?

Permainan baseball diangap ribet oleh kebanyakan orang. Meski terdapat kemiripan dengan kasti yang bisa dimainkan di sekolah dasar, tetapi ...

Oleh Nigel Kris Handoko

Meskipun populer di beberapa negara, seperti Amerika dan Jepang, nampaknya sulit bagi olahraga ini memikat hati masyarakat Indonesia. Masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak familiar baseball. Jika dibandingkan dengan olahraga lain, seperti sepakbola atau bulu tangkis, terlihat jelas bahwa popularitas baseball kalah telak. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan: Mengapa baseball belum home run di hati Indonesia?

Olahraga yang Tergolong Mahal

Pertama-tama, kebanyakan orang menganggap bahwa baseball adalah olahraga yang relatif mahal di Indonesia dan hal tersebut memang benar. Mulai dari glove (sarung tangan) yang sering kali terbuat dari kulit, walaupun lebih tahan lama, hal ini membuatnya menjadi tidak murah.

Bat (tongkat pemukul) dari kayu cenderung lebih murah dibandingkan bat yang terbuat dari logam. Namun, bat dari kayu memerlukan perhatian yang khusus karena mudah patah. Sementara itu, harga termurah untuk bat logam berkisar antara Rp100.000,- hingga Rp200.000,-, pun kualitasnya tidak begitu bagus dan rentan penyok.

Kemudian, bola yang dipakai untuk baseball bukanlah barang yang murah dan mudah dijumpai di warung-warung seperti bola sepak bola. Harga bola baseball mulai dari Rp50.000,- ke atas dan biasanya dalam satu pertandingan baseball diperlukan setidaknya dua lusin bola.

Biaya-biaya inilah yang dapat menjadi hambatan bagi sebagian orang, sehingga diperlukan perencanaan anggaran yang matang bagi mereka yang ingin serius menekuni olahraga ini.

Kurangnya Fasilitas

Tidak seperti sepakbola yang bisa dimainkan di mana saja, tinggal pasang sandal untuk jadi gawang, baseball memerlukan tempat yang luas untuk sekadar berlatih lempar tangkap bola. Ini dikarenakan bola yang digunakan sangat keras dan dapat menyebabkan cedera serius apabila mengenai orang lain.

Namun, saat ini, fasilitas resmi maupun tidak resmi untuk bermain baseball masih terbatas di Indonesia, terutama hanya tersedia di kota-kota besar saja.

Mengapa Baseball Belum Home Run di Hati Indonesia

Di Kota Semarang, contohnya, lapangan baseball hanya terdapat di beberapa kampus dan sekolah. Namun, karena lapangan tersebut dimiliki oleh institusi pendidikan, akses untuk masyarakat umum menjadi terbatas.

Peraturan yang Ribet

Permainan baseball diangap ribet oleh kebanyakan orang. Meski terdapat kemiripan dengan kasti yang bisa dimainkan di sekolah dasar, tetapi baseball memiliki peraturan yang lebih kompleks. Berbeda dengan sepakbola atau basket yang dapat membawa bola sambil menggocek lawan ke kanan dan kiri, baseball memiliki aturan yang ketat.

Ketika seorang yang menjadi pitcher (pelempar), maka ia harus melempar bola dan memastikan lemparannya masuk ke dalam strike zone yang memiliki batasan tinggi, yaitu antara lutut hingga bagian tengah punggung batter (pemukul).

Sementara itu, batter harus memukul bola yang dilempar oleh pitcher. Apabila bola melewati strike zone dan batter gagal memukul bola selama tiga kali, maka ia harus keluar. Ini hanya sebagian kecil dari peraturan baseball yang kompleks dan masih banyak lagi peraturan yang lainnya.

Permainannya Memakan Waktu Lama

Selain peraturannya yang ribet, permainan baseball memakan waktu yang cukup lama. Berbeda dengan sepakbola atau basket yang memiliki batasan waktu, baseball tidak memiliki batasan waktu yang tetap. Pertandingan akan terus berlanjut sampai sembilan inning selesai.

Dengan sembilan inning yang harus diselesaikan, sebuah pertandingan baseball bisa memakan waktu hingga tiga jam atau bahkan lebih. Bagi penggemar setia baseball, ini tidak masalah. Namun, bagi mereka yang tidak terbiasa, durasi permainan yang panjang dapat membuat mereka menjadi bosan dan kehilangan ketertarikan mereka dalam permainan baseball.

Demikian beberapa alasan mengapa baseball kurang diminati di Indonesia. Namun, perlahan tapi pasti, upaya terus dilakukan untuk memperkenalkan dan mengembangkan olahraga ini di Indonesia.

Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan baseball di Indonesia. Langkah-langkah inovatif, seperti pengembangan program pelatihan atau turnamen lokal, dapat menjadi kunci untuk meningkatkan minat masyarakat. Peningkatan akses terhadap fasilitas baseball dan promosi aktif juga akan membantu olahraga ini mendapatkan tempat yang lebih mapan di hati masyarakat Indonesia.

Biodata Penulis:

Nigel Kris Handoko lahir pada tanggal 26 Februari 2004 di Semarang. Saat ini ia aktif sebagai mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

© Sepenuhnya. All rights reserved.