TikTok merupakan salah satu platform online yang sudah banyak digunakan oleh semua orang mulai dari kalangan dewasa bahkan anak-anak. Platform ini banyak digunakan sebagai tempat para Concent Creator mencari pekerjaan. Selain itu, TikTok juga menjadi tempat belanja online, serta media hiburan. Tak jarang banyak pengguna TikTok yang menggunakan TikTok untuk berjoget-joget mengekspresikan dirinya dan sekarang joget tersebut banyak disebut sebagai "Dance Tantrum" karena gerakannya yang terkesan nyeleneh dan over power.
Dance Tantrum ini merupakan sebuah tren terbaru di TikTok yang mempunyai gerakan energik dan ekspresi emosional, mempunyai gerakan dramatis banyak menggunakan ekspresi wajah marah serta menarik perhatian banyak orang, termasuk remaja. Tren Dance Tantrum yang sedang viral di TikTok mempunyai keunikan tersendiri, seperti gerakannya yang mudah untuk ditiru oleh siapa saja, terlepas dari kemampuan menari sebelumnya sehingga menjadikan Sound Dance Tantrum ini menjadi viral dari penghujung tahun 2023 hingga saat ini di awal tahun 2024.
Tren ini membuat kekhawatiran banyak orang tentang dampak negatifnya, meskipun tren ini dilakukan untuk media meluapkan emosi dan mengekspresikan diri. Beberapa dampak negatif yang dikhawatirkan oleh beberapa orang, seperti banyak orang menormalisasikan perilaku tantrum yang membuat seseorang sulit mengelola emosi, memicu masalah kesehatan mental bagi remaja, dan beberapa konten dance yang tidak pantas sehingga tidak sesuai untuk dilihat semua kalangan. Saya pernah mengalami sebuah kejadian dari adanya Dance TikTok ini. Ketika sedang asyik membuat video TikTok di sore hari, secara tidak sadar saya melakukannya hingga waktu magrib, padahal saat itu ada tugas kuliah yang harus dikumpulkan. Nah, dance ini juga membuat orang menjadi membuang waktu mereka karena fomo akan tren Dance Tantrum ini.
Meskipun dance ini mengundang banyak kontroversi bagi beberapa orang, tidak sedikit pula yang mengambil sisi positif dari adanya tren tersebut. Misalnya, ada beberapa Content Creator yang menggunakan dance ini untuk melakukan endorse produk, ada juga yang melakukan Dance Tantrum ini sebagai sarana berolahraga karena mereka berpikiran dengan melakukan Dance Tantrum bisa mengurangi kalori dalam tubuh dengan melakukan gerakan yang bisa membuat tubuh berkeringat. Salah satu contohnya adalah terdapat beberapa akun TikTok pelatih senam yang menggunakan Dance Tantrum ini untuk berolahraga poundfit atau zumba baik gerakan maupun iringan musiknya.
Tren Dance Tantrum ini menjadi sarana pelepasan emosi bagi beberapa orang yang memang kesulitan mengungkapkan emosi mereka secara verbal. Tren ini dapat menciptakan perasaan solidaritas dan kebersamaan antar satu orang ke orang yang lain. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengguna TikTok yang berpartisipasi dalam menggunakan sound dance tersebut serta saling membagikan video buatan mereka kepada khalayak pengguna platform TikTok, serta menjadi ajang dalam menunjukkan kreativitas karena bisa menciptakan gerakan-gerakan yang bervariasi.
Tren Dance Tantrum masing-masing mempunyai dampak negatif maupun dampak positif. Sebisa mungkin kita harus menyingkirkan dampak negatif dari adanya tren ini. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pengguna aplikasi TikTok dalam memilah sisi positif adanya dance yang sedang viral di awal tahun 2024 ini. Para TikTokers dapat mengubah dance ini menjadi dance yang memiliki vibes positif dengan menggunakan ekspresi kebahagiaan atau bahkan kegembiraan. Pembuat dance juga bisa membuat gerakan yang energik dan ekspresif tanpa ada gerakan kasar, dapat juga menggunakan iringan musik yang terkesan ceria sehingga dapat meningkatkan hormon kebahagiaan.
Gerakan Dance Tantrum ini dapat divariasikan ke koreografi masing-masing orang yang ingin membuat tren dance viral ini sehingga menghasilkan gerakan unik yang dapat dijadikan ide Challenge Dance TikTok tantrum terkreatif di platform TikTok sehingga pemenangnya dapat memperoleh penghargaan atas hasil kreativitas dan inspirasi mereka. Iringan lagu Dance TikTok ini juga bisa dibuat menjadi backsound cerita pendek, serta cerita bersudut pandang atau point of view (POV) di platform TikTok dan reels Instagram.
Banyak sekali pro dan kontra mengenai tren Dance Tantrum ini sehingga penting bagi kita untuk mencari jalan tengah untuk permasalahan tersebut terutama pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anaknya dan kesadaran akan diri sendiri. Tren Dance Tantrum ini menampilkan cara menyenangkan untuk mengekspresikan diri mereka dengan membangun komunitas atau bahkan bersaing secara sehat melalui konten virtual. Namun, remaja seharusnya dibekali untuk berpikir kritis agar dapat menyaring informasi di media sosial. Mereka juga dapat mengekspresikan diri mereka di media sosial namun dengan cara sehat yang lebih bermanfaat seperti membuat konten olahraga, memasak, atau bahkan konten a day in my life. Sebagai pengguna aktif media sosial lain kita juga harus bijak dalam mengikuti tren terbaru dengan meminimalisir atau bahkan menghilangkan dampak negatif dari adanya Dance Tantrum ini.
Biodata Penulis:
Gita Nisa Auliya lahir pada tanggal 17 Agustus 2004 di Purworejo.
