Oleh Ninda Febriyanti Kholifiaji
Sebagai umat muslim bulan Ramadhan bukan menjadi hal yang asing bagi mereka, karena di setiap tahun umat muslim akan menjumpai bulan Ramadhan. Mereka akan melaksanakan ibadah puasa selama tiga puluh hari penuh dan setelahnya akan merayakan Idul Fitri.
Di bulan Ramadhan seluruh umat muslim akan menyambutnya dengan suka cita, karena di bulan ini merupakan bulan penyucian diri bagi umat muslim. Seluruh umat muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah mereka, mengharap ampunan kepada Allah SWT dengan selalu menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan.
Karena besarnya pahala yang dijanjikan Allah SWT, berlipat ganda dan berbeda dengan bulan-bulan biasanya, berbagai cara dilakukan setiap muslim agar mendapatkan keagungan bulan Ramadhan, mulai dari beribadah dengan tujuan meningkatkan iman dan takwa di bulan Ramadhan sampai berbagi rezeki atau sedekah kepada orang yang kurang mampu. Hal ini juga diperjelas dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ
Artinya: Rasulullah saw pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan” (HR. Tirmidzi).
Setiap muslim memiliki perbedaan cara pandang dalam memaknai bulan Ramadhan ada yang memaknai bahwa bulan Ramadhan sebagai bulan di mana umat muslim melaksanakan ibadah puasa (menahan lapar dan haus dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari) selama satu bulan penuh.
Ada pula yang memaknai bahwa Ramadhan bukan hanya sekedar puasa untuk menahan lapar dan haus tetapi juga menahan hawa nafsu serta menahan diri dari godaan sifat-sifat tercela atau sifat-sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT. Maka dari itu, seluruh umat muslim sangat menjaga bahkan menghindari dirinya dari perbuatan-perbuatan yang merujuk pada keburukan.
Umat muslim menghindari dirinya dari segala perbuatan buruk dengan cara khusyuk beribadah kepada Allah SWT, karena dengan cara tersebut umat muslim akan merasakan nikmat dan keberkahan di dalam bulan Ramadhan yang mulia.
Penantian yang sangat ditunggu bagi umat muslim dalam keistimewaan bulan Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar, dijelaskan dalam surat al-Qadr ayat 1-5 bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan dan malam yang penuh dengan Rahmat-Nya. Pada malam itu pula Allah SWT menurunkan para Malaikat ke bumi dengan tugasnya masing-masing, dan Allah memberikan ampunan-Nya bagi setiap muslim yang mau menghidupkan malam tersebut dengan ibadah tanpa henti. Mereka beribadah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT dan mengharapkan keberkahan di bulan Ramadhan. Malam Lailatul Qadar dapat dijumpai bagi semua umat muslim apabila mereka mempunyai usaha dan niat untuk mendapatkan kemuliaan malam tersebut.
Di balik keistimewaan bulan Ramadhan banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di dalamnya, peristiwa yang menjadi saksi kemenangan umat muslim pada masa Rasulullah dalam memperjuangkan agama Islam serta peristiwa lainnya. Peristiwa-peristiwa penting tersebut di antaranya:
- Peristiwa turunnya Al-Qur’an. Allah memberikan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Saw. dengan perantara malaikat Jibril berupa surat al-Alaq ayat 1-5, yang diterima pada saat Nabi Saw. berada di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadhan 610 M. Sehingga di bulan Ramadhan ada keistimewaan didalamnya yang disebut malam Nuzulul Qur’an.
- Peristiwa kemenangan Nabi Saw dan para sahabat dalam perang badar (Ghazwah Badr al-Kubra); peristiwa inilah sebagai penanda kemenangan umat Muslim atas orang-orang kafir, yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah.
- Peristiwa pembebasan Mekkah, pada tanggal 20 Ramadhan tahun 8 Hijriyah Rasulullah dan pasukannya berhasil menaklukan Mekkah dalam sebuah peperangan yang disebut Fathu Mekah (penaklukan Mekah).
Dari bukti-bukti peristiwa di atas memberikan kesadaran bagi umat muslim akan kemuliaan bulan Ramadhan dan peristiwa yang ada di dalamnya, sehingga kewajiban umat muslim adalah bagaimana cara mereka dalam memuliakan dan menjemput keberkahan yang ada di bulan Ramadhan. Upaya-upaya mereka dalam meningkatkan dan menjaga iman serta ketakwaan mereka agar senantiasa menjadi hamba-Nya yang mendapatkan keberkahan ataupun keridaan-Nya dalam kehidupan mereka. Baik di bulan Ramadhan ataupun di bulan-bulan lainnya.
Biodata Penulis:
Ninda Febriyanti Kholifiaji saat ini aktif sebagai mahasiswa, Program Studi Pendidikan Agama Islam, di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
