Mengoptimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan: Amalan-Amalan yang Dianjurkan untuk Meraih Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang terbaik daripada seribu bulan dan hanya terjadi satu tahun sekali, yang tepatnya jatuh pada bulan. Bagi umat ...

Oleh Najwa Alawiyah

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, bulan penuh berkah dan segala amal baik umat-Nya didunia akan dibalas berlipat ganda oleh Tuhan. Semangat untuk menjalankan ibadah puasa, mampu membentuk karakter, untuk memperbanyak amal kebajikan maupun amal ibadah spiritual dalam diri.

Mengoptimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan

Selain itu, bulan puasa merupakan bulan yang dapat digunakan untuk membuat mental menjadi tetap konsisten dan istiqamah dalam menjalankan sebelas bulan berikutnya. Bulan Ramadhan memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya menjadi waktu yang sangat berarti bagi umat Muslim. Salah satunya adalah malam Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar adalah malam yang terbaik daripada seribu bulan dan hanya terjadi satu tahun sekali, yang tepatnya jatuh pada bulan. Bagi umat Islam, mencari malam Lailatul Qadar di 10 hari terakhir bulan Ramadhan sama dengan memperoleh pahala kebaikan 1.000 bulan. Karena malam Lailatul Qadar tidak ditentukan pada tanggal tertentu, maka untuk mencari malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk mengusahakan dengan melakukan, dan memperbanyak amalan-amalan.

Amalan yang penting untuk dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, karena 10 hari terakhir ini merupakan waktu yang penuh dengan keistimewaan dan Rasulullah SAW menjadikan 10 hari terakhir di bulan Ramadan sebagai waktu untuk memaksimalkan ibadahnya.

Dikutip dari sebuah hadist yang artinya: "Dari Aisyah ra, Rasulullah saw sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) lainnya." (HR. Muslim).

Amalan-Amalan yang Dianjurkan

Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan:

1. Memperbanyak Beribadah di Malam Hari

Atau disebut juga dengan ibadah Qiyamul Lail, menghidupkan waktu malam untuk beribadah kepada Allah seperti menjaga konsistensi sholat tarawih, sholat witir, sholat tahajjud, berdzikir, dan lain-lain. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qodr dengan Iman dan Ihtisab (mengharapkan pahala), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau" (HR. Bukhari). 

Untuk menghidupkan malam tidak perlu begadang cukup dengan melaksanakan shalat maghrib, isya dan subuh secara berjamaah dimana pahalanya seperti melaksanakan shalat semalam penuh

2. Memperbanyak Berdoa

Rasul telah mencontohkan kita dalam hadistnya tentang doa yang sering beliau baca dan beliau ajarkan kepada kita melalui istrinya ‘Aisyah ra untuk kita baca dimalam-malam mulia ini, yaitu:

'Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii ("Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai Maaf, maka maafkan aku") (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah).

3. Memperbanyak Berdzikir dan Tafakkur

Tafakkur adalah merenungkan dan mengingat Allah melalui segala ciptaan-Nya yang ada di langit dan bumi. Di antaranya zikir seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan zikir lainnya.

4. Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an serta beribadah lebih banyak, lebih khusuk serta lebih baik.

5. Meningkatkan Sedekah

Sedekah disebutkan sebagai ungkapan syukur atas nikmat dipertemukan serta sebagai penyempurna ibadah puasa dan ibadah-ibadah individu lainnya. Dijelaskan pula dalam sebuah hadis:

"Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan," (HR. Bukhari-Muslim).

6. Membantu Orang yang Sedang Membutuhkan

Seperti memberi makan orang berbuka puasa. Hal ini dikarenakan sedekah paling utama yakni sedekah yang dikerjakan di bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun," (HR. Ahmad, Nasa'i, dan dishahihkan al-Albani).

7. Memperbanyak Tadarus atau Membaca Al-Qur'an

Hal ini menjadi salah satu ibadah utama di 10 hari terakhir Ramadan. Membaca Al-Qur'an adalah ibadah ringan yang memiliki keutamaan yang besar. Tradisi mengejar khataman Al-Qur'an di akhir bulan Ramadan, yang merupakan tujuan realistis untuk orang-orang yang berkerja secara terus-menerus.

8. Memperbanyak Ibadah Sunnah

Seperti melaksanakan sholat rawatib, sholat duha dan lain-lain.

9. Memperbanyak Bershalawat kepada Nabi

10. Menjalankan Iktikaf, atau Berdiam Diri di Masjid

'Aisyah ra bercerita bahwa: "Nabi saw (selalu) beritikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai Allah SWT mewafatkan beliau." (HR. Bukhari & Muslim).

Semua amalan ini harus dilakukan dengan sebaik-baiknya, karena 10 hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah dan keutamaan beribadahnya melebihi beribadah sepanjang 1.000 bulan.

Biodata Penulis:

Najwa Alawiyah saat ini aktif sebagai mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

© Sepenuhnya. All rights reserved.