Oleh Mufid Dwi Rizqi
Di dalam agama Islam, terdapat waktu yang paling dinanti-nanti pada saat bulan Ramadhan, salah satunya kegiatan ngabuburit. Ngabuburit merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyebut kegiatan yang dilakukan pada sore hari dalam rangka menyambut waktu berbuka puasa yakni waktu menjelang azan magrib pada bulan Ramadhan.
Ngabuburit bermula dari sebuah kata “burit” dari bahasa Sunda, yang berarti sore atau mendekati saat tenggelamnya matahari. Dalam kamus bahasa sunda, ngabuburit bermakna menunggu saat berbuka puasa sambil bekerja, bermain, berolahraga semata-mata agar melupakan rasa lapar dan dahaga sampai tiba waktu Maghrib.
Dulunya, ngabuburit semacam kegiatan anak-anak yang pergi mengaji ke Masjid di sore hari pada bulan suci Ramadhan yang mengandung sifat religius sebagai aktivitas positif untuk menunggu berbuka. Namun seiring perkembangan zaman, ngabuburit diisi dengan jalan-jalan ke tempat ramai di sekitar lingkungan tempat tinggal atau sekedar berbelanja aneka takjil untuk berbuka puasa.
Meskipun demikian, ngabuburit di setiap daerah memiliki keunikan masing-masing, seperti di daerah pesisir pantai baik dari kalangan muda hingga dewasa masyarakat sekitar mengisi waktu ngabuburit-nya dengan bermain perahu di sekitaran sungai yang terhubung langsung ke pantai, adapun kegiatan ngabuburit lainya seperti:
1. Menikmati Pemandangan Sore
Menikmati keindahan alam di sore hari, seperti taman, pantai, pegunungan atau persawahan, termasuk kegiatan yang sangat seru untuk ngabuburit kegiatan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak kalangan remaja.
2. Berburu Foto
Momen indah saat sore hari bisa diabadikan dengan berburu foto. Pemandangan langit senja yang menawan, suasana pasar takjil yang ramai, atau momen kebersamaan dengan keluarga dan teman menjadi objek foto yang menarik
3. Berolahraga Ringan
Menjaga tubuh tetap aktif saat berpuasa Ramadhan penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan. Salah satu pilihan tepat untuk berolahraga saat puasa adalah nge-gym. Umumnya gym ini dilakukan oleh kaum laki-laki, tetapi ada juga kaum perempuan demi menjaga imun tubuh saat berpuasa.
Biodata Penulis:

