Puisi: Taman Ilmu (Karya Nur Wachid)

Puisi "Taman Ilmu" karya Nur Wachid adalah sebuah penghormatan terhadap perpustakaan atau lembaga pendidikan sebagai tempat bertumbuhnya ...
Taman Ilmu

Musim kemarau panas berkepanjangan
Musim penghujan hujan berdatangan
Itulah hebatnya dirimu
Panas hujan tetap buat kau berdiri
Kau hanya tumpukan bata merah
Tulangmu hanya dari besi

        Seindah dirimu namamu sama
        Seburuk bentukmu tak kurangi gunamu
        Kaulah taman kehidupan
        Tempat tertanam berjuta ilmu
        Bunga merekah terlahir darimu
        Hiruk pikuk pendidikan tertelan olehmu
        Tanpamu semua tampak bodoh

Alangkah indahnya ...
Jika dirimu berdiri di mana-mana
Tanpa ada beda di desa dan kota
Sayangnya kau bukan manusia
Kakimu tertanam di bumi
Tak dapat jalan ke mana-mana

Analisis Puisi:

Puisi "Taman Ilmu" karya Nur Wachid adalah sebuah penghormatan terhadap perpustakaan atau lembaga pendidikan yang diibaratkan sebagai taman ilmu.

Representasi Taman Ilmu: Penyair menggambarkan perpustakaan atau lembaga pendidikan sebagai taman ilmu yang indah dan berharga. Taman ilmu ini menjadi tempat berkembangnya pengetahuan dan kebijaksanaan, serta sebagai sumber inspirasi bagi banyak orang.

Ketahanan dalam Berbagai Cuaca: Taman ilmu diibaratkan sebagai tempat yang tetap kokoh berdiri meskipun menghadapi berbagai musim cuaca yang ekstrem, seperti musim kemarau panas dan musim penghujan. Hal ini menunjukkan ketahanan dan keberanian dalam menghadapi tantangan.

Kebijaksanaan dan Kegunaan: Meskipun terlihat sederhana sebagai tumpukan bata merah dan tulang besi, taman ilmu memiliki keindahan dan kegunaan yang luar biasa. Sebagaimana namanya, taman ilmu menjadi tempat bertumbuhnya pengetahuan dan kebijaksanaan, serta menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.

Kesetaraan dan Keterbukaan: Penyair menyoroti pentingnya kesetaraan dan keterbukaan dalam pendidikan dengan menginginkan bahwa taman ilmu tersebut dapat hadir di mana-mana, baik di desa maupun di kota. Ini mencerminkan harapan akan akses pendidikan yang merata bagi semua orang tanpa terkecuali.

Keterbatasan Fisik: Meskipun begitu indahnya, taman ilmu tidak dapat bergerak atau berpindah tempat karena merupakan bangunan fisik yang tetap tertanam di bumi. Hal ini menunjukkan keterbatasan fisik dari lembaga pendidikan, namun keberadaannya tetap sangat berharga bagi masyarakat.

Puisi "Taman Ilmu" karya Nur Wachid adalah sebuah penghormatan terhadap perpustakaan atau lembaga pendidikan sebagai tempat bertumbuhnya pengetahuan, kebijaksanaan, dan inspirasi. Puisi ini menggarisbawahi pentingnya kesetaraan, keterbukaan, dan nilai-nilai intelektual dalam masyarakat.

Puisi
Puisi: Taman Ilmu
Karya: Nur Wachid
© Sepenuhnya. All rights reserved.