Oleh Dinda Feta Falestri
Perkembangan zaman kini begitu cepat dengan diiringi munculnya tren-tren terbaru. Tren-tren ini bisa menyebar dari individu ke individu lainnya dengan begitu mudah dan cepat melalui internet dan media sosial seperti TikTok, Instagram, Twitter, Telegram dan lain sebagainya.
Belakangan ini, permainan atau game Ojol (Ojek online) tengah menjadi viral di media sosial seperti Twitter dan TikTok. Banyak pengguna medsos yang membagikan pengalaman mereka dalam memainkan game ini, salah satunya adalah mahasiswa. Bagi mahasiswa bermain game santai dan seru bisa jadi pilihan tepat untuk mengisi waktu luang melepas penat. Bermain game juga dapat menenangkan hati dan pikiran serta mengurangi stress.
Ojol The Game adalah game simulasi di ponsel yang memungkinkan pemain jadi driver ojol. Dalam game ini, pemain harus antar penumpang dan makanan seperti driver ojol sungguhan. Selain aspek simulasi pekerjaan, para pemain juga dapat memanfaatkan game Ojol ini untuk melatih keterampilan mengemudi mereka.
Di awal, pemain bisa pilih antara dua operator ojol, yaitu Gojol dan Grep, versi lucu dari 2 perusahaan ojol di dunia nyata. Pemain bisa beli sepeda motor dan HP untuk menerima orderan, semakin banyak uang maka kita dapat membeli motor atau HP yang baru dengan tingkatan yang lebih bagus.
Saya, sebagai mahasiswa, bermain game Ojol saat waktu luang menjadi pilihan yang tepat untuk merefresh otak setelah melalui hari yang padat akan tugas. Bukan hanya saya, ternyata ada yang bermain game ini di kampus, banyak mahasiswa lain yang bermain game ini saat jam istirahat.
Pengalaman saya ketika saya bermain game ini, yang paling seru menurutku adalah mengemudikan sepeda motor secara virtual dengan pemandangan sekeliling yang dibuat semirip mungkin seperti pada aslinya. Terdapat warung pecel lele, Pom bensin, dan warung kelontong seperti di dunia nyata.
Banyak hal lucu saat saya main game ini yaitu ketika saya menabrak pengendara lain, menerobos lampu merah dan salah jalan, seketika penumpang saya merasa trauma dan memberikan penilaian bintang 1.
Ada kalangan mahasiswa yang tingkatan levelnya sudah tinggi juga membagikan pengalamanya bertemu hantu virtual saat bermain game Ojol ini, mereka mengunggah melalui laman tiktoknya. Permainan ini sangat realistis, namun tidak terlalu tegang dalam memainkannya sehingga kita rileks dan otak kita dapat beristirahat.
Sebagai seorang mahasiswa baru saya mengalami stres akibat culture shock di dunia perkuliahan yang sangat berbeda seperti ketika saya duduk di bangku SMA. Salah satu penyebab stres yang pasti dihadapi oleh setiap mahasiswa adalah adanya tugas yang tak akan ada habisnya, belum juga mahasiswa yang mengikuti organisasi dengan masalah di setiap prokernya. Pengalaman yang sebelumnya tidak dirasakan di bangku sekolah akhirnya membuat mahasiswa stres. Oleh karena itu, penting untuk memiliki mekanisme pelampiasan stres yang efektif. Salah satu bentuk hiburan yang telah mendapatkan perhatian besar dalam beberapa saat ini yaitu game Ojol. Melakukan kegiatan yang menyenangkan terbukti dapat meredakan stres.
Game ini bukan lagi sekadar hiburan anak-anak, melainkan platform yang memiliki potensi untuk memberikan manfaat nyata dalam mengatasi stres dan tekanan. Hal yang saya rasakan sebagai mahasiswa setelah bermain game ini, saya dapat mengoptimalkan otak dalam mengerjakan tugas dan menerima pembelajaran. Pikiran kita fokus pada tugas dan tujuan dalam mencari penumpang, dan ini membantu mengalihkan perhatian saya dari stres dan kekhawatiran sehari-hari. Sejenak, kita bisa melupakan masalah di kampus, masalah keluarga, keuangan dan tekanan lainnya yang menghantui mahasiswa.
Dalam penggunaan game juga harus sesuai dengan manajemen waktu kita sebagai mahasiswa, jika berlebihan menggunakanya juga akan berakibat buruk. Sebaiknya untuk pembagian waktu belajar dan bermain game Ojol harus tepat, sehingga dapat membantu menyegarkan pikiran kita yang lelah.
Ketika merasa bosan setelah seharian beraktivitas sebagai mahasiswa, bermain game Ojol ini bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa bosan dan mengembalikan semangat untuk melakukan aktivitas lainnya.
Biodata Penulis:
Dinda Feta Falestri lahir pada tanggal 9 Februari 2005 di Boyolali.
