Serba-Serbi Tunjangan Hari Raya (THR)

THR merupakan salah satu unsur pelengkap di hari lebaran bersamaan dengan salam-salam permintaan maaf, salat id, kue kering, mudik, serta makanan ...

Oleh Cinta Kamila Gama Azizah

Pembagian THR (Tunjangan Hari Raya) merupakan salah satu tradisi turun-temurun saat lebaran di Indonesia. THR saat ini dapat dijadikan sebagai hadiah dari game yang dapat dilakukan bersama dengan keluarga untuk menciptakan bonding dan suasana lebaran agar makin ramai.

Serba-Serbi Tunjangan Hari Raya
Sumber: dream.co.id

Beberapa game yang sedang viral yaitu serok uang, permainan ini dilakukan dengan meletakkan uang di permukaan datar, kemudian pemain matanya ditutup menggunakan kain. Permainan ini dimulai dengan pemain ‘menyerok’ uang menggunakan spatula atau yang biasa disebut sutil dan dimasukkan ke dalam wadah yang sudah tersedia.

Permainan ini cukup sulit karena uang yang susah untuk diserok maka dari itu memerlukan strategi agar mendapatkan uang dengan jumlah yang banyak dan bersama keluarga di situlah letak keseruan dari game ini.

Selain itu ada juga game lempar uang yaitu dengan salah satu anggota keluarga melemparkan uang baik itu koin maupun kertas, anggota keluarga lain yang menjadi pemain tentu saja akan saling berebut uang yang telah dilemparkan.

Game lain yang sedang ramai diperbincangkan di platform sosial media X yaitu tarik uang. Uang dimasukkan ke dalam plastik dan diberi tali, pemain harus menarik plastik yang berisikan uang tersebut. Namun belum tentu pemain menarik plastik yang berisikan uang, plastik dapat diisi dengan snack atau bahkan kertas kosong.

Permainan lain yaitu uang disusun di permukaan datar secara vertikal kemudian menggunakan kaleng atau botol bekas diputar melewati uang yang telah disusun tadi, saat botol atau kaleng berhenti pada salah satu uang yang telah disusun maka uang tersebutlah yang didapatkan oleh pemain. Namun apabila kaleng tidak berhenti pada uang maka pemain tidak mendapatkan hadiah berupa uang tersebut.

Kata-kata yang kerap kali diucapkan saat pembagian THR yaitu “Kamu udah besar ga usah ya” familiar dengan kata-kata ini? Selamat maka kamu sudah benar-benar menginjak usia dewasa di mana kamu sudah dianggap sudah cukup mampu dan tidak membutuhkan THR.

Bagi mahasiswa kalimat ini cukup menyebalkan karena kami para mahasiswa belum memiliki pekerjaan namun kami sudah dianggap cukup dewasa dan tidak membutuhkan THR. Padahal kebutuhan kami cukup banyak terutama bagi mahasiswa yang merantau.

Dibandingkan dengan anak kecil kebutuhan orang dewasa lebih banyak, bukan? Namun hal ini juga kerap dijadikan jokes di kalangan remaja-dewasa yang mungkin tahun ini sudah tidak mendapatkan THR. Hal ini dianggap lucu karena para remaja-dewasa ini menolak untuk menjadi dewasa dan lagipula siapa yang tidak mau uang bukan? Hal ini ramai dijadikan candaan baik secara langsung maupun di sosial media.

Di platform sosial media TikTok yang sedang ramai digandrungi oleh anak muda banyak sekali candaan tentang hal ini dengan berbagai variasi kalimat seperti  “THR-nya buat yang kecil aja ya” “Kan udah kerja” “THRnya buat adiknya aja ya”. Namun meskipun begitu THR seharusnya bukanlah kewajiban bagi setiap individu karena THR sendiri dibagikan untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan di hari lebaran.

THR merupakan salah satu unsur pelengkap di hari lebaran bersamaan dengan salam-salam permintaan maaf, salat id, kue kering, mudik, serta makanan seperti ketupat, opor, rendang, sambal kentang dan lain sebagainya. Sejatinya lebaran yaitu beribadah dan melaksanakan salat id setelah melaksanakan ibadah puasa ramadhan selama kurang lebih satu bulan.

Cinta Kamila Gama Azizah

Biodata Penulis:

Cinta Kamila Gama Azizah (biasa dipanggil Cinta) lahir pada tanggal 10 September 2005.
© Sepenuhnya. All rights reserved.