Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah SWT. Salawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya.
Pendidikan di Indonesia memiliki keberagaman yang kaya, khususnya dalam pendidikan formal, yang dimulai dari tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga jenjang Sekolah Menengah Atas. Dalam sejarahnya, pendidikan Islam telah memainkan peran penting dalam membangun peradaban di Nusantara. Sejarah berdirinya Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para ulama dan ilmuwan Islam. Tokoh-tokoh seperti Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo, dan Syekh Kiai Agung adalah contoh figur pendidikan Islam yang juga menjadi pemimpin perjuangan melawan penjajahan.
Salah satu momen penting dalam sejarah pendidikan Islam adalah peristiwa 22 Oktober 1945. Pada hari itu, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dari Jombang, Jawa Timur, menyerukan Resolusi Jihad untuk melawan penjajah. Langkah ini menunjukkan bagaimana pendidikan Islam tidak hanya mencetak insan berilmu tetapi juga memperjuangkan kebenaran dan keadilan di seluruh Nusantara. Sejak awal, sistem pendidikan di Indonesia telah menjaga nilai-nilai kultural Islam yang sejalan dengan mayoritas penduduknya, yakni umat Muslim dengan tradisi keagamaan yang kuat.
Namun, tantangan bagi pendidikan Islam di Indonesia semakin nyata dalam beberapa dekade terakhir. Tradisi keilmuan Islam mulai merosot, terutama di tingkat Sekolah Menengah Atas. Pengaruh budaya Barat dan praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam perlahan-lahan menyusup ke dalam sistem pendidikan. Salah satu dampaknya adalah munculnya gaya pendidikan yang cenderung bebas dan mengesampingkan aspek moral, adab, dan etika yang menjadi inti dari pendidikan Islam.
Kurikulum yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menunjukkan tanda-tanda pergeseran. Beberapa elemen dalam kurikulum baru terkesan menjauh dari nilai-nilai keislaman yang selama ini menjadi landasan pendidikan di Indonesia. Jika dibiarkan, hal ini berpotensi mengikis identitas keislaman dalam sistem pendidikan nasional. Pengaruh ini tidak hanya memengaruhi isi pembelajaran, tetapi juga nilai-nilai yang diajarkan kepada generasi muda.
Untuk menghadapi tantangan ini, sangat penting bagi para pendidik, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan untuk mempertahankan tradisi pendidikan Islam. Sejak abad ke-14, bahkan sebelum era Wali Songo, para pendidik Islam telah menanamkan nilai-nilai luhur keislaman yang murni dan menjadi budaya di tanah Nusantara. Tradisi ini terus berlanjut hingga masa kemerdekaan Indonesia, membentuk karakter bangsa yang menjunjung tinggi kebijaksanaan, kesantunan, dan tanggung jawab.
Oleh karena itu, menjaga nilai-nilai Islam agar tetap menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di Indonesia adalah sebuah keharusan. Pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang arif, bijaksana, dan santun, sesuai dengan ajaran Islam. Dengan mempertahankan tradisi ini, Indonesia dapat memastikan bahwa generasi penerusnya tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga bermoral dan beretika sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Penulis: Nur Azizah