Oleh Salsabila Risky Farah Sani
Bagi sebagian besar pelajar di dunia, diterima di universitas dan jurusan impian tentu menjadi dambaan. Bagi pelajar SMA, masa-masa mendengar PTN menjadi momen krusial, setiap siswa pasti berusaha untuk menggapai universitas dan jurusan impiannya.
Benarkah Ambis Adalah Strategi yang Benar?
Banyak orang berlomba lomba menjadi ambisius dalam mengejar PTN impiannya, latihan soal sampai tidak tidur, ikut les sana-sini, mengerjakan ratusan soal dalam sehari, bahkan banyak pelajar kelas 12 yang rela mengabaikan pelajaran semester 6-nya dan lebih memilih untuk fokus dengan materi UTBK yang akan datang.
Lalu, Apakah Salah?
Faktanya, banyak sekali teman-teman pejuang PTN yang gagal meraih impiannya, padahal sudah ambisius dalam latihan soal dan belajar. Lalu, apa yang salah?
Kebanyakan orang ambisius dalam mengerjakan latihan soal hingga berjam-jam, namun mereka sebenarnya kurang memahami inti dari soal yang dikerjakan. Jadi, ketika muncul pola soal yang baru, orang-orang cenderung kebingungan dan kesulitan menjawab yang akhirnya malah menghabiskan banyak waktu.
Selain itu, banyak orang yang gagal karena merasa terlalu gugup dan mengalami mental breakdown dan akhirnya pada saat mengerjakan malah lupa dengan segala yang pernah dipelajari sebelumnya.
Lantas Bagaimana Metode yang Tepat?
Sebenarnya, ambisius dalam belajar UTBK dan mengejar PTN impian tidaklah salah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Memahami metode belajar, memahami inti soal, mengetahui kapasitas potensi diri, dan juga menguatkan mental.
Dalam mempelajari materi, penting bagi kamu untuk mengenali dulu metode belajar yang cocok buat kamu, karena setiap orang mempunyai metode belajar yang berbeda. Ada beberapa metode belajar yang ada, seperti metode visual, audiotori, maupun kinestetik. Seambis apapun kamu dalam latihan soal berjam-jam, yang bahkan mengorbankan waktu tidur kamu, tidak akan berarti jika metode belajar yang kamu terapkan nggak sesuai sama kamu, yang mana malah hanya akan menyiksa diri sendiri dan materinya nggak bisa kamu pahami.
Yang kedua, daripada hanya fokus ke contoh-contoh soal saja, cobalah untuk juga memahami inti dari soal yang kamu kerjakan, dan coba untuk mengerjakan dengan waktu yang seefisien mungkin, agar jika soal itu nantinya muncul dalam pola yang baru, kamu nggak akan bingung lagi.
Selain latihan soal dan belajar, menyusun strategi dalam penempatan pilihan universitas dan jurusan juga penting. Jika kamu ingin menggapai jurusan top tier tentu kamu harus mengetahui kapasitas kemampuan dirimu sendiri, dan berusaha lebih keras lagi agar bisa lolos dengan tingkat kemungkinan yang sulit.
Selain bersiap dari segi materi dan teori, perlu bagi kamu untuk mempersiapkan mental demi mencegah mental breakdown dan rasa gugup saat pengerjaan yang berlebihan. Dalam mengerjakan ujian yang cukup menegangkan seperti UTBK ini, pengendalian ketenangan diri sangat diperlukan. Memang tak bisa dipungkiri rasa gugup pasti ada ketika kita akan mengambil sebuah ujian yang penting, namun jangan sampai rasa gugup yang berlebihan itu malah menghancurkan apa yang sudah kita pelajari selama ini. Perbanyak doa dan percaya dengan hasil yang telah disiapkan oleh Tuhan akan membuat kamu merasa lebih tenang.
Menjadi ambisius bukanlah hal yang salah, namun ketahui kapan dan bagaimana cara menerapkannya dengan tepat agar kamu nggak salah strategi dan malah menyiksa diri sendiri. Selain itu, UTBK juga menguji kemampuan kamu dalam berpikir kritis dan cepat. Ambisi tanpa strategi yang matang, bisa bikin kamu terjebak dalam mitos bahwa hanya dengan mengerjakan ratusan bahkan ribuan soal bisa bikin kamu lolos UTBK. Jadi, ambisi memang penting, tetapi strategi dan kenali diri sendiri juga penting. Dengan kombinasi ketiganya, maka kamu akan punya kesempatan lebih besar untuk lolos UTBK.
Biodata Penulis:
Salsabila Risky Farah Sani lahir pada tanggal 28 April 2006.