Rendahnya Minat Belajar Matematika pada Materi Perpangkatan dan Bentuk Akar di Kalangan SMP/MTs Murid Kelas 9

Rendahnya minat siswa dalam belajar matematika berdampak pada perolehan hasil belajar, khususnya pada materi perpangkatan dan bentuk akar di ...

Oleh Luthfia Rosidin

Minat merupakan sebuah keadaan mental yang mengarahkan kepada respons terarah dalam situasi tertentu yang memberikan kesenangan kepada diri orang tersebut. Dalam pembelajaran, minat adalah sebuah keterampilan atau IDE yang dimiliki oleh seorang murid yang akan menjadi jembatan untuk pelajaran IDE atau keterampilan baru.

Rendahnya Minat Belajar Matematika

Selain itu, minat sering kali mewujudkan dalam ketertarikan seseorang melakukan aktivitas tertentu dalam kesehariannya. Minat adalah kecenderungan seseorang menyukai kegiatan tertentu yang membutuhkan perhatian dan melahirkan kepuasan jika dilakukan. Minat tidak selalu diiringi dengan bakat. Sekalipun demikian, minat dapat menjadi dasar pengembangan keterampilan tertentu.

Contoh-contoh minat:

  1. Minat pada bidang ilmu tertentu, misalnya matematika;
  2. Minat pada jenis olahraga tertentu, misalnya sepak bola;
  3. Minat pada bidang seni tertentu, misalnya musik;
  4. Minat pada hobi tertentu, misalnya pendakian.

Rendahnya minat siswa dalam belajar matematika berdampak pada perolehan hasil belajar, khususnya pada materi perpangkatan dan bentuk akar di kalangan siswa SMP/MTS kelas 9. Dalam masalah tersebut memiliki faktor-faktor yang mempengaruhinya di antara lain:

  1. Pengajaran yang kurang menarik;
  2. Sumber belajar yang terbatas;
  3. Kurangnya evaluasi dan umpan balik;
  4. Persepsi negatif terhadap matematika.

Dengan memahami faktor-faktor penyebab, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan minat belajar matematika pada siswa kelas 9. Di antaranya solusi meningkatkan minat belajar, yaitu:

1. Menciptakan Kelas/Lingkungan yang Nyaman

Lingkungan yang nyaman dapat meningkatkan kesejahteraan pendidik dan peserta didik dengan suasana yang kondusif bagi pikiran kita untuk berkembang dan berfungsi dengan baik dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif dan produktif bagi siswa.

2. Metode Pembelajaran yang Menarik

Metode dalam bahasa arab yaitu الطريق (jalan) karena dengan metode yang menarik dapat menentukan pemahaman peserta didik. Materi-materi yang sulit jadi mudah dan belajar lebih seru dengan metode yang tepat.

الطريق اهم من المادة

Metode itu lebih penting daripada materi.

3. Mengaitkan Pelajaran Matematika dengan Kehidupan Sehari-hari

Dalam strategi ini, pendidik dapat membantu peserta didik memahami relevansi konsep-konsep matematika dan peserta didik tidak hanya melihat kegunaan matematika (praktik) tetapi dapat meningkatkan minat dan motivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. Misalnya, konsep seperti pengukuran area atau volume dapat dikaitkan dengan penerapan dalam ilmu pengetahuan.

4. Motivasi Siswa

Motivasi merupakan suatu dorongan yang membuat seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Pendidik dapat memotivasi peserta didik supaya mereka dapat mengembangkan keterampilan untuk tujuan masa depan.

Contoh dalam memotivasi siswa:

  • Berbagi cerita tentang ilmuwan yang terkenal, seperti Albert Einstein.
  • Memberikan pujian kepada siswa, misalnya karena menyelesaikan tugas lebih awal atau meraih nilai tertinggi.

Biodata Penulis:

Luthfia Rosidin saat ini aktif sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Islam K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

© Sepenuhnya. All rights reserved.