Ketika berbicara tentang kesehatan bayi, salah satu aspek yang sering kali terabaikan namun sangat penting adalah fungsi hormon tiroid. Organisasi https://idikotapurbalingga.org kerap mengedukasi masyarakat tentang berbagai gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai, termasuk kekurangan hormon tiroid pada bayi. Kekurangan hormon ini, atau dikenal sebagai hipotiroid kongenital, dapat memberikan dampak jangka panjang jika tidak segera ditangani.
Apa Itu Hipotiroid Kongenital?
Hipotiroid kongenital adalah kondisi di mana kelenjar tiroid bayi tidak mampu memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Hormon tiroid memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, terutama bagi otak dan sistem saraf. Kekurangan hormon ini pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan mental jika tidak segera diatasi.
Menurut berbagai penelitian, sekitar 1 dari 2.000-4.000 bayi baru lahir mengalami hipotiroid kongenital. Oleh karena itu, pengenalan tanda-tanda awal sangat penting agar pengobatan bisa segera dilakukan, menghindari komplikasi serius di masa depan.
Ciri-Ciri Kekurangan Hormon Tiroid pada Bayi
Berikut adalah beberapa ciri utama yang sering muncul pada bayi dengan kekurangan hormon tiroid:
1. Kulit Kuning Berkepanjangan (Jaundice)
Pada bayi baru lahir, kulit kuning adalah hal yang cukup umum dan biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Namun, pada bayi dengan hipotiroid kongenital, jaundice sering bertahan lebih lama. Ini disebabkan oleh gangguan metabolisme bilirubin akibat rendahnya kadar hormon tiroid.
2. Wajah Bengkak dan Lidah Besar (Macroglossia)
Bayi dengan kekurangan hormon tiroid cenderung memiliki wajah yang bengkak dan lidah yang besar. Macroglossia ini dapat menyebabkan kesulitan menyusu, sehingga bayi mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.
3. Kesulitan Menyusu
Bayi yang kekurangan hormon tiroid sering menunjukkan kelemahan otot, sehingga mereka kesulitan menyusu atau tampak tidak memiliki energi saat makan. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan bayi karena asupan nutrisi yang kurang.
4. Tangisan Serak
Tangisan bayi yang terdengar serak atau kasar adalah salah satu tanda lain dari hipotiroid kongenital. Ini sering kali disebabkan oleh pembengkakan jaringan di sekitar pita suara.
5. Pertumbuhan Lambat
Bayi dengan hipotiroid sering kali menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan bayi seusianya. Mereka mungkin terlihat lebih kecil dan memiliki berat badan yang tidak meningkat secara normal.
6. Sembelit
Sembelit yang berkepanjangan pada bayi juga bisa menjadi indikasi kekurangan hormon tiroid. Rendahnya kadar hormon ini memperlambat sistem pencernaan, menyebabkan gangguan buang air besar.
7. Kelesuan atau Bayi Tampak “Loyo”
Bayi dengan kekurangan hormon tiroid cenderung terlihat lesu dan jarang aktif. Mereka mungkin tampak lebih banyak tidur dan kurang responsif terhadap rangsangan.
8. Perut Membesar dan Hernia Umbilikalis
Pada beberapa kasus, bayi dengan hipotiroid menunjukkan tanda-tanda perut membesar atau bahkan hernia umbilikalis (pusar menonjol). Ini disebabkan oleh kelemahan otot-otot di area tersebut.
9. Kulit Kering dan Rambut Tipis
Kulit bayi dengan hipotiroid biasanya terasa kasar atau kering, dan rambut mereka mungkin tumbuh tipis atau rontok.
10. Penutupan Tulang Tengkorak yang Tertunda
Penutupan fontanel (ubun-ubun) yang lebih lambat juga bisa menjadi tanda kekurangan hormon tiroid. Hal ini memengaruhi pembentukan tulang bayi secara keseluruhan.
Apa Penyebab Kekurangan Hormon Tiroid pada Bayi?
Penyebab utama hipotiroid kongenital adalah kelainan pada kelenjar tiroid itu sendiri. Beberapa kondisi yang memengaruhi fungsi kelenjar tiroid meliputi:
- Aplasia atau Hipoplasia Kelenjar Tiroid: Kelenjar tiroid yang tidak terbentuk sempurna atau ukurannya sangat kecil.
- Gangguan Produksi Hormon Tiroid: Kelenjar tiroid tidak dapat menghasilkan hormon karena masalah genetik.
- Transfer Antibodi dari Ibu: Ibu yang memiliki penyakit autoimun tiroid dapat mentransfer antibodi yang menghambat fungsi tiroid bayi.
- Defisiensi Yodium: Kekurangan yodium selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan kelenjar tiroid pada janin.
Risiko Jika Tidak Diatasi
Jika hipotiroid kongenital tidak segera diobati, bayi dapat mengalami dampak jangka panjang, termasuk:
- Keterbelakangan Mental: Kekurangan hormon tiroid dapat memengaruhi perkembangan otak, menyebabkan keterlambatan kognitif yang permanen.
- Gangguan Pertumbuhan: Bayi mungkin tidak mencapai tinggi badan yang optimal atau mengalami deformitas tulang.
- Masalah Kardiovaskular: Kadar hormon tiroid yang rendah dapat memengaruhi fungsi jantung, meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.
Pentingnya Deteksi Dini
Sebagian besar kasus hipotiroid kongenital dapat dideteksi melalui tes skrining neonatus, yang biasanya dilakukan 24-48 jam setelah bayi lahir. Tes ini mengukur kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid-stimulating hormone) dalam darah bayi.
Dengan deteksi dini, pengobatan dapat dimulai segera, biasanya dalam bentuk pemberian hormon tiroid sintetis (levothyroxine). Pengobatan ini sangat efektif dalam mencegah komplikasi serius, terutama jika dimulai dalam beberapa minggu pertama kehidupan.
Bagaimana Orang Tua Dapat Membantu?
Sebagai orang tua, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk memastikan bayi mendapatkan perawatan terbaik:
- Pantau Perkembangan Bayi: Selalu perhatikan tanda-tanda pertumbuhan dan perkembangan bayi, termasuk berat badan, tinggi badan, dan tingkat keaktifannya.
- Ikuti Jadwal Pemeriksaan: Pastikan bayi menjalani semua pemeriksaan rutin, termasuk tes skrining neonatus.
- Konsultasikan dengan Dokter: Jika melihat gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter anak atau spesialis endokrinologi.
Kekurangan hormon tiroid pada bayi, atau hipotiroid kongenital, adalah kondisi serius yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka secara signifikan. Namun, dengan deteksi dini melalui skrining neonatus dan intervensi yang tepat, bayi dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
Edukasi masyarakat tentang kondisi ini sangat penting agar orang tua dapat mengenali tanda-tanda awal dan mengambil tindakan yang diperlukan.