Film Clouds: Ketenaran Sejenak yang Membawa Tangis Keberlanjutan

Film garapan Justin Baldoni berjudul Clouds diangkat dari kisah nyata seorang remaja asal Lakeland, Minnesota, Amerika Serikat, bernama ...

Sinopsis Film Clouds

Clouds menceritakan tentang kehidupan Zach Sobiech, seorang remaja yang mengidap penyakit osteosarcoma, yakni penyakit langka berupa kanker pada tulang dan tidak dapat disembuhkan. Ia harus terus melakukan pengobatan serta perawatan medis untuk terus dapat beraktivitas. Suatu hari pada saat Zach berusia 17 tahun, ia mengetahui bahwa kanker yang ada di tubuhnya telah menyebar luas sehingga ia hanya memiliki waktu sekitar enam bulan untuk hidup.

Waktu yang Zach miliki sangatlah terbatas dan ia mengetahui hal itu. Zach memiliki mimpi yang sangat besar, yakni membuat album musik. Bersama dengan sahabatnya, Sammy, mereka berdua memutuskan untuk mengejar mimpi mereka berdua membuat album musik bersama tanpa perlu menunggu hari esok.

Film Clouds
sumber: justwatch.com

Lagu yang diciptakan dan dibawakan oleh Zach dan Sammy pun sukses hingga viral. Di sisi lain, Zach menyadari bahwa dengan siapapun dan bagaimanapun cara yang ia habiskan untuk waktunya yang tersisa sedikit lagi ini, pada akhirnya ia akan tetap pergi berpisah dari orang-orang tersebut dan akan menyakiti hati orang-orang yang ia cintai. Seiring kondisi kesehatan Zach yang semakin memburuk, ia menemukan bahwa cara yang paling baik untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang lain adalah dengan melalui musik.

Ulasan

Film garapan Justin Baldoni berjudul Clouds yang diangkat dari kisah nyata seorang remaja asal Lakeland, Minnesota, Amerika Serikat, bernama Zachary David Sobiech ini sukses memecahkan keheningan dengan erangan tangis yang tak henti-henti. Memiliki garis besar alur yang unik membuat film Clouds ini berbeda dari film-film di pasaran. Film Coluds bukan hanya sebuah film yang mengandalkan ‘diangkat dari kisah nyata’ saja melainkan berisi pengajaran yang sangat mendalam. Film ini membuat saya menjadi paham akan pentingnya semangat hidup bagaimanapun kendala yang kita hadapi.

Film Clouds ini lahir berdasarkan sebuah kisah nyata dari seorang remaja laki-laki yang kerap dipanggil Zach. Dengan penyakit yang dideritanya, yakni penyakit osteosarcoma, membuat durasi hidupnya sudah tidak lama lagi. Kisah hidup perjuangan tokoh utama dari melawan penyakitnya hingga berhasil menghasilkan sebuah masterpiece berupa lagu yang berjudul sama yakni ‘Clouds’ berhasil diadaptasi secara apik oleh sang sutradara, Justin Baldoni, melalui film ini.

Film Clouds ini menurut saya sukses mematahkan stigma bahwa orang yang tengah sakit kronis hanya bisa beristirahat dan menunggu ‘waktunya’ saja. Dari film ini kita dapat melihat bagaimana perjuangan tokoh utama yang tengah melawan penyakitnya yang sudah memasuki tahap kronis itu tetap semangat mengejar apa yang ia harapkan. Menurut saya, sajian adegan yang disampaikan sangatlah memukau. Adanya rasa seperti menaiki sebuah roller coaster emosi pada saat menonton film ini membuat saya semakin menikmati film ini.

Melalui film ini penonton seperti diajak untuk masuk, merasakan perasaan para pemain. Dengan cita-cita yang sangat besar, tokoh utama terus berjuang untuk mengejar apa yang ia impikan itu. Sedikit-demi sedikit cita-cita yang Zach miliki mulai tercapai, hal ini menghadirkan suasana perasaan yang menyenangkan dan penonton pun dapat merasakannya. Namun tiba-tiba saja alur berganti menjadi keadaan kesehatan Zach yang kian memburuk, hal ini membuat suasana menjadi tegang dan sedih kembali layaknya menaiki sebuah roller coaster emosi.

Hal Penting dan Menarik dalam Film

Selain menyoroti tentang pentingnya semangat hidup, film ini menyoroti pula bagaimana lingkungan sekitar sangat mempengaruhi seseorang. Karakter utama dari film ini hidup di lingkungan yang dapat kita lihat sebagai lingkungan yang positif. Orang-orang di sekitar Zach yang sangat mendukung dan menghormati setiap keputusan yang ia ambil memanglah terlihat kurang realistis, namun dapat dilihat pula bahwa lingkungan tersebut justru membuat tokoh utama menjadi lebih bersemangat untuk melanjutkan hidupnya. Kehadiran orang lain sangatlah diperlukan pada kondisi yang tokoh utama alami pada saat itu. Kehadiran keluarga yang hangat dan saling menyayangi satu sama lain serta kehadiran teman yang peduli secara tulus terhadap keadaan diri kita sangat diperlukan bagi siapapun, terlebih untuk tokoh utama pada film ini. Dengan demikian kita dapat memaknai bahwasannya dengan environment yang bagus dan positif, seseorang akan lebih cenderung untuk mengembangkan dirinya sendiri serta menjadikan orang tersebut lebih bergairah untuk melanjutkan hidup.

Film ini menampilkan pula suatu fenomena umum yang kerap terjadi pada sebagian besar pasien yang menderita penyakit kronis, yakni tiba-tiba sehat bugar pada saat mendekati waktu ajalnya. Bagian ini menurut saya sangat mudah ditebak bagaimana alur kedepannya dari film ini. Pada bagian klimaks dari film ini, kondisi kesehatan Zach tiba-tiba membaik. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginannya yang lain, yakni ia berkeinginan untuk hadir pada kegiatan prom di sekolah bersama Amy. Keinginannya pun terwujud setelah berbagai upaya yang dilakukan oleh orang tua Zach, dan benar saja apa yang telah saya prediksi, kondisi kesehatan Zach tiba-tiba memburuk dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Film ditutup secara apik dengan menggunakan latar waktu beberapa tahun kemudian setelah kepergian tokoh utama, serta tidak adanya adegan sedih seperti yang diinginkan oleh tokoh utama. Pada akhir film diperlihatkan bagaimana kehadiran seseorang dalam hidup akan memberi banyak core memory yang tidak akan terlupakan bagi orang di sekitar terutama bagi orang yang sangat dekat. Namun, justru pada bagian akhir ini lah kesedihan penonton seperti digotong naik kembali karena adanya kata-kata yang sangat menyentuh.

Fin Argus, sosok yang memerankan tokoh Zach pada film ini, dapat diacungi jempol. Kepandaiannya dalam memerankan tokoh Zach dapat membuat penonton merasa seperti ikut berada di dalam cerita. Selain itu, tokoh-tokoh pendukung seperti Sabrina Carpenter yang berperan sebagai Sammy, Madison Iseman yang berperan sebagai Amy, Neve Campbell yang berperan sebagai Laura Sobiech, ibu dari Zach serta tokoh-tokoh pendukung lain yang turut serta mendukung keindahan film ini. Mereka semua berhasil membuat film ini menjadi sangat hidup. Selain itu pula cerita yang dibawakan sangatlah menarik dan apik, walau saja ada beberapa adegan yang mudah untuk ditebak alurnya.

Pengajaran

‘You don’t have to find out you’re dying to start living’ kalimat tersebut merupakan kalimat penutup dari film Clouds ini yang mengandung pesan bahwasanya seseorang tidak perlu menunggu kabar buruk ataupun menyadari bahwa hidupnya terbatas untuk mulai menghargai dan menjalani hidup sepenuhnya. Artinya kita harus menggunakan waktu kita setiap saat untuk menikmati, mengejar mimpi, serta melakukan hal-hal yang bermakna karena hidup ini berharga di setiap saat bukan hanya pada saat kita berada pada keterbatasan waktu.

Sebagai penutup, film Clouds ini sangatlah bagus, baik dari segi cerita maupun dari segi pesan yang disampaikan. Walau terdapat beberapa bagian yang dapat ditebak, namun masih dalam batas wajar. Secara keseluruhan film ini sangat dapat ditonton serta dinikmati bagi siapa saja terutama bagi yang ingin merasakan sensasi sedih luar biasa. Menurut saya, film ini sangat layak menjadi film terbaik yang ada pada platform Disney dan pantas mendapatkan penghargaan.

#Kritik #Film #Clouds #JustinBaldoni #Streaming

Deni Krisna Narendra Sanjaya

Biodata Penulis:

Deni Krisna Narendra Sanjaya, lahir di Sleman pada 5 Desember 2005. Merupakan mahasiswa aktif Universitas Sebelas Maret, fakultas Psikologi, program studi Psikologi. Memiliki minat pada bidang yang berkaitan dengan psikologi, kesehatan mental, serta emosi.

© Sepenuhnya. All rights reserved.