Kegagalan merupakan bagian dari perjalanan kehidupan. Tidak ada seorang pun orang yang berhasil tanpa suatu kegagalan. Namun, tidak semua orang dapat menerima kegagalan tersebut. Bagi sebagian orang, kegagalan menjadi pukulan berat yang sulit untuk dipulihkan. Perlu diingat bahwa pada dasarnya setiap manusia diciptakan memiliki sifat yang pantang menyerah, sehingga walaupun ada badai yang menerpa, tidak akan menyurutkan semangat juang mereka. Akan tetapi, ada juga yang menyerah saat menemui kegagalan, lalu mengubur cita-cita mereka begitu saja, padahal mereka masih memiliki banyak sekali kesempatan terbuka di depan mata mereka, namun hanya karena satu kegagalan tersebut, mereka memutuskan untuk tidak lagi mengejar cita-cita tersebut.
Hal tersebut juga sempat saya rasakan ketika menghadapi kegagalan yang tidak hanya sekali. Ketika akan masuk perguruan tinggi, saya mengalami beberapa kegagalan, dimulai dari ditolak SNBP, lalu ditolak juga ketika SNBT. Hal tersebut menorehkan luka yang sulit dihilangkan, pasalnya, ketika tertolak, saudara-saudara saya bukannya memberikan support, justru mereka melontarkan perkataan-perkataan yang tidak seharusnya diucapkan.
Kejadian tersebut membuat hati saya terpukul. Usaha, keringat, dan air mata serasa tak lagi ada gunanya, rasa ingin menyerah seakan datang tiba-tiba. Sempat terlintas di dalam benak hati, rasa ingin menyerah. Namun setelah menghabiskan sebagian waktu untuk merenungkan langkah apa dan bagaimana yang akan diambil selanjutnya, ternyata saya menemukan hal yang dapat membuat bangkit dari kegagalan, yakni kedua orang tua, adik, dan juga kata-kata yang menyakitkan yang saya dengar ketika gagal, menjadi alasan untuk bertahan dan pantang menyerah.
Dengan menjadikan kegagalan dan juga perkataan yang menyakitkan sebagai motivasi untuk terus berkembang, pada akhirnya saya mendapatkan sesuatu yang telah didambakan sejak lama.
Dapat diakui, tidaklah mudah bagi seseorang untuk langsung menerima kegagalannya dengan lapang dada, tentunya mereka membutuhkan beberapa waktu untuk bisa menerimanya. Bahkan ada juga di antara mereka yang belum bisa atau bahkan tidak bisa menerima. Namun jika kita hanya berdiam diri dan meratapi nasib, itu hanya akan membuang-buang waktu kita. Bukannya menjadikan kegagalan sebagai penyesalan, justru kegagalan tersebut seharusnya dijadikan motivasi agar kita lebih baik ke depannya. Terimalah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan, karena kegagalan merupakan pelajaran berharga yang dapat membantu kita untuk tumbuh dan belajar lebih baik lagi. Setiap kali menemui kegagalan, akan ada wawasan baru yang akan didapatkan. Terimalah bahwa kegagalan menjadi bagian alami dari perjalanan panjang menuju kesuksesan, dan jangan jadikan kegagalan menjadi alasan untuk menyerah.
Jangan pernah berpikir bahwa suatu kegagalan menjadi akhir dari perjuangan. Jadikan kegagalan itu sebagai kesempatan untuk memulai kembali dengan penuh semangat, pengetahuan yang lebih baik dan tentunya pengalaman yang lebih berharga. Lihatlah bagaimana kita berproses selama itu, dan gunakanlah hal tersebut sebagai motivasi untuk bangkit.
Jalan menuju kesuksesan bukanlah jalan yang mudah, banyak rintangan, kegagalan, dan cobaan yang harus dilewati untuk menggapai kesuksesan. Namun tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin untuk menghadapinya.
Jangan menyesali kegagalan dan terus-terusan menyalahkan keadaan, anggaplah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan, upgrade diri dan lakukan hal-hal yang jauh lebih bermanfaat. Jadikan kegagalan sebagai motivasi, atau bahkan jadikan kegagalan itu sebagai tantangan untuk agar melangkah lebih baik lagi dari sebelumnya. Dengan menjadikan kegagalan itu sebagai motivasi, tentu kita dapat menjadikannya kunci dimana kesuksesan itu berada.
Penulis:
Pradiyanti Nur Sulistiani | Mahasiswi di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis yang hobi menyanyi di waktu luang ini bisa disapa di Instagram @sul.listia.