Top 3 Rekomendasi Drakor dengan Ending Terbaik

Drama Korea menarik perhatian banyak orang karena mencakup berbagai genre seperti cinta, persahabatan, pengorbanan, perjalanan waktu, dan konflik ...

Oleh Anisa Putri Nugraheni

Drama Korea atau K-drama merupakan salah satu format hiburan yang tentunya berasal dari Korea Selatan dan terpopuler di seluruh dunia, bahkan di Indonesia sendiri K-drama terkenal dengan alur cerita yang menarik serta aktor dan aktrisnya yang goodlooking menjadikan penonton betah untuk maraton drama Korea. Karakter yang baik dan menarik ditandai dengan alur cerita yang menarik dan sering kali emosional. Drama Korea biasanya hanya memiliki 16 episode.

Rekomendasi Drakor dengan Ending Terbaik

Drama Korea menarik perhatian banyak orang karena mencakup berbagai genre seperti cinta, persahabatan, pengorbanan, perjalanan waktu, dan konflik sosial. Akhir dari drama memainkan peran yang sangat penting. Bukan hanya sekadar menyimpulkan alur cerita, tapi juga menentukan apakah cerita tersebut masih melekat dalam ingatan penonton atau malah dilupakan begitu saja.

Penonton sering kali merasa sangat terikat dengan karakter dan cerita sebuah drama, sehingga akhir yang baik dapat memberikan mereka rasa lega dan puas. Sebaliknya, ending yang tidak terduga atau sad ending justru bisa menimbulkan trauma bagi penontonnya.

Berikut 3 rekomendasi drama Korea dengan ending terbaik.

 1. Twinkling Watermelon

Twinkling Watermelon merupakan drama Korea yang menceritakan tentang seseorang yang melakukan time travel yang melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dengan tujuan untuk mengubah nasib keluarganya.

Ceritanya berfokus pada Eun-gyeol, yang melakukan perjalanan kembali ke tahun 1995. Di masa lalu, di usia muda, ia bertemu ayahnya Yi-chan, seorang remaja penuh semangat yang bercita-cita membentuk sebuah band untuk menarik perhatian pujaan hatinya, yaitu Se-kyung Seorang pemain cello yang sangat berbakat. Kenyataan dari cerita ini adalah ayah Eun-gyul yang kini tunarungu tidak mendukung impiannya untuk bermusik.

Drama ini dengan penuh empati menggambarkan disabilitas melalui ayah dan ibu Eun-gyeol, serta kakak laki-lakinya, yang juga tunarungu. Ending "Twinkling Watermelon" menghadirkan campuran kesedihan dan harapan dalam kisah Eun-gyeol, Eun-yoo, Yi-chan dan keluarga mereka. Di episode terakhir, Eun-gyeol kembali ke masa sekarang setelah melakukan perjalanan melalui waktu untuk mengubah nasib dan masa depan keluarganya.

Meski tidak mampu menyelamatkan ayahnya, Yi-chan dari ketulian, Eun-gyeol berhasil memberikan pengaruh positif dengan menjadikan ibunya sebagai sosok terkemuka yang mengadvokasi bahasa isyarat, sementara ayahnya menjadi direktur di perusahaan gitar terkenal.

Kisah Eun-gyeol dan Eun yoo akhirnya mencapai klimaks ketika keduanya bersatu kembali dan kini memulai hubungan baru, menandai akhir dari perjalanan percobaan mereka.

2. True Beauty

True Beauty adalah kisah seorang gadis SMA bernama Lim Ju-kyung yang sejak kecil sering diejek karena penampilannya. Setelah mempelajari cara merias wajah melalui tutorial online, dia mampu "mengubah" wajahnya, meskipun dia menyembunyikan wajah aslinya, dia menjadi populer di sekolah barunya sebagai "dewi" yang dikagumi oleh banyak orang.

Drama ini menggambarkan perjuangan Ju-kyung untuk menerima dirinya sendiri, menjalin hubungan romantis dengan Lee Soo-ho, dan menjaga persahabatan mereka meskipun ada rahasia menyembunyikan wajah aslinya, yang cepat atau lambat akan terbongkar. Tiga karakter utama berkumpul dalam drama ini. Selain Ju-kyung dan Su-ho, ada juga Han Seo-joon. Dia pernah dekat dengannya tetapi menjadi asing karena tragedi masa lalu. Ketiga karakter ini memiliki hubungan emosional dan belajar mencintai diri sendiri apa adanya.

Ending dari True Beauty berisi pesan tentang cinta dan penerimaan diri. Akhirnya berkat dukungan orang-orang terdekatnya, terutama Lee Su-ho, Ju-kyung mulai menerima dirinya yang sebenarnya, dengan atau tanpa riasan.

Hubungan Ju-kyung dengan Su-ho tidak hanya didasarkan pada ketertarikan fisik, tetapi juga pada penerimaan sejati terhadap orang di balik penampilan luar Ju-kyung. Sejak awal, Su-ho menerima Ju-kyung apa adanya dan terus mendukungnya agar percaya diri.

Kisah ini menekankan bahwa kecantikan sejati tidak hanya datang dari penampilan, tetapi dari cara menerima dan mencintai diri sendiri.

3. Twenty-Five Twenty-One

Drama Korea Twenty-Five Twenty-One atau biasa disebut 2521 memberikan pengalaman mengharukan melalui kisah Na Hee Do dan Baek Yi Jin. Drama ini menggambarkan kisah mimpi, cinta pertama, pengorbanan, dan persahabatan yang penuh liku-liku, berlatar belakang krisis keuangan Asia tahun 1998.

Ending dari drama ini dinilai sangat realistis dan berani karena menunjukkan bahwa tidak semua cinta bertahan lama, apalagi jika setiap orang memilih jalan hidup yang berbeda. Akhir cerita yang menyedihkan namun realistis ini menyampaikan pesan bahwa perjalanan hidup sering kali membutuhkan keputusan dan terkadang cinta pun tidak dapat mengatasi semua tantangan. Akhir yang menyedihkan inilah yang membuat cerita menjadi berkesan bagi penontonnya.

Itulah tiga drama Korea dengan ending terbaik. Ketiga drama yang ditampilkan, “Twinkling Watermelon”, “True Beauty”, dan “Twenty-Five Twenty-One” mampu menghadirkan ending yang tidak hanya menutup cerita dengan baik, namun juga menyampaikan pesan moral yang mendalam. Mereka menunjukkan bahwa cinta dan kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan bahwa setiap pengalaman memiliki makna dan nilai tersendiri. Kombinasi alur cerita yang kuat dan karakter yang berkembang dengan baik membuat drama ini berkesan dan disukai pemirsa. Dengan akhir yang berkesan, mengajak kita memikirkan tentang cinta, persahabatan, dan makna jalan hidup kita masing-masing.

Penulis:

Anisa Putri Nugraheni lahir pada tanggal 28 Januari 2006 di Sukoharjo.

© Sepenuhnya. All rights reserved.