Meja Panjang Toleransi: Kisah Buka Bersama Lintas Iman di Bulan Ramadan

Buka bersama atau biasa disebut dengan "Bukber" di bulan Ramadan sudah menjadi tradisi yang dilakukan terus-menerus. Bukber dilaksanakan pada waktu ..

Ramadan bukan hanya bulan ibadah bagi umat Islam, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan, empati, dan toleransi. Salah satu bentuknya adalah tradisi buka puasa bersama atau "bukber" yang kini tak hanya terbatas dalam lingkup umat Islam, tetapi juga melibatkan saudara-saudara dari lintas agama. Dalam suasana hangat menjelang waktu maghrib, berbagai kalangan duduk bersama di satu meja panjang—berbagi makanan, tawa, dan cerita. Meja itu bukan sekadar tempat makan, tetapi simbol ruang inklusif yang merangkul keberagaman.

Dikutip dari buku Persepsi dan praktik Toleransi Beragama di Kalangan Mahasiswa Muslim dan Nonmuslim, toleransi secara etimologi atau bahasa berasal dari kata tolerance/tolerantion yakni sikap yang membiarkan dan lapang dada terhadap perbedaan orang lain, baik pendapat, agama, kepercayaan, ekonomi, sosial, dan politik. Toleransi kini sudah banyak diterapkan di kalangan umat beragama, walaupun masih ada beberapa oknum yang tidak bisa bersikap inklisif dalam beragama.

Kisah Buka Bersama Lintas Iman di Bulan Ramadan

Buka bersama atau biasa disebut dengan "Bukber" di bulan Ramadan sudah menjadi tradisi yang dilakukan terus-menerus. Bukber dilaksanakan pada waktu sore menjelang maghrib yang telah tersedia berbagai macam makanan dan tentunya hal ini dapat menjadi tempat untuk mengimplementasikan nilai toleransi umat lintas keyakinan. Karena, pada kehidupan nyata walaupun bukber merupakan acara yang dilakukan oleh umat muslim namun, tidak sedikit umat dari non Muslim juga ikut merayakan dan berbagi pada cara tersebut.

Makna meja panjang toleransi adalah simbol persatuan dalam keberagaman. Di meja ini, individu dari berbagai latar belakang agama duduk bersama, berbagi makanan dan cerita, serta menjalin hubungan yang lebih erat. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang menghargai kebhinnekaan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat harmonis.

Berikut beberapa kisah inspiratif yang menggambarkan harmoni di meja panjang toleransi seperti acara "Harmoni Ramadan oleh DAAI TV". DAAI TV menggelar acara buka puasa bersama lintas iman bertajuk Harmoni Ramadan, yang dihadiri umat Muslim, Kristiani, Katolik, dan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi. Acara ini menunjukkan bagaimana kerukunan dapat dipupuk melalui interaksi langsung antarumat beragama. Acara Komisi Hubungan Antaragama di Sulawesi Utara, Keuskupan Manado bekerja sama dengan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Lintas Agama menyelenggarakan buka puasa bersama. Acara ini menjadi contoh nyata semangat menjaga kebhinnekaan, di mana pemuda lintas agama bersatu untuk merawat toleransi dan keharmonisan. Kemudian ada juga dari lingkup keluarga yang memiliki perbedaan keyakinan di dalamnya. 

Dengan contoh-contoh tersebut, buka puasa lintas iman menjadi cerminan bagaimana toleransi dapat dirawat melalui interaksi sosial yang positif dan penuh penghormatan terhadap keyakinan masing-masing pihak.

Biodata Penulis:

Khumaidatun Nisa saat ini aktif sebagai mahasiswa, Program Studi Pendidikan Agama Islam, di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

© Sepenuhnya. All rights reserved.