Halalbihalal menjadi tradisi rutin tahunan dalam budaya Indonesia. Setiap tahun ketika Idul Fitri melanda, keluarga yang berada di rantauan pulang kembali ke halaman kampung masing-masing mereka dengan untuk melepas rasa rindu dengan sanak keluarga.
Selain itu, di dalam Al-Quran juga disebutkan tentang betapa pentingnya makna Halalbihalal dengan menjaga silaturahmi dan saling bermaafan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 199.
"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh" (QS. Al-A'raf:199)
Halalbihalal mengajarkan arti pentingnya kebersamaan dan saling menjaga keharmonisan dalam hubungan antar sesama.
Halalbihalal juga menjadi ajang untuk saling berbagi sesama, misalnya orang tua dengan anak, kakak dengan adik (yang lebih muda), biasanya hadiah ini disebut THR yang dibagikan untuk sepupu atau keponakan.
Para ulama dan tokoh agama mencetuskan gagasan ini sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) pasca-Idul Fitri. Pada masa itu, Halalbihalal dilakukan dengan mengundang masyarakat untuk berkumpul, mendengarkan tausiyah, dan saling bermaaf-maafan.
Halalbihalal terbukti dapat membentuk keharmonisan, ketika berkumpul dan bermaafan lupa sudah segala bentuk kesalahan sesama yang pernah dibuat, terlahir kembali fitrah seperti bayi yang baru lahir, dan kembali menjalin hubungan baru yang lebih baik lagi.
Dalam tradisi ini, turut hadir dari berbagai latar belakang walaupun masih tergolong sanak saudara. Misalnya saja ada yang bekerja di kota besar, dengan jabatan yang tinggi, berkumpul bersama dengan tuan rumah yang hanya bekerja non-formal.
Pada akhirnya, Halalbihalal menjadi momentum refleksi untuk memperbaiki hubungan, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keharmonisan, hubungan akan lebih mudah terjalin jika tanpa ada rasa dendam, hal ini jika diterapkan di lingkungan keja tentu akan memajukan instansi atau pekerjaan tersebut Insya Allah.
Biodata Penulis:
Mukhammad Iman Tsabata saat ini aktif sebagai mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.