Film Thunderbolts*: Ketika Antihero Bersatu Melawan Ancaman

Thunderbolts* dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Florence Pugh, Sebastian Stan, David Harbour, Hannah John-Kamen, Julia Louis-Dreyfus, ...

Marvel Studios telah merilis film baru mereka yang berjudul Thunderbolts*. Film yang dirilis tanggal 30 April 2025 ini, kehadirannya langsung disambut antusias oleh penggemar, menjadi perbincangan hangat karena menawarkan pendekatan yang lebih segar, berani, dan emosional dalam semesta Marvel Cinematic Universe (MCU).

Film Thunderbolts*
Sumber gambar: Instagram | @marvelentertainment

Thunderbolts* dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Florence Pugh, Sebastian Stan, David Harbour, Hannah John-Kamen, Julia Louis-Dreyfus, Wyatt Russell, Olga Kurylenko, Lewis Pullman, Geraldine Viswanathan, Chris Bauer, dan Wendell Pierce. Film ini disutradarai oleh Jake Schreier dan diproduseri oleh Kevin Feige, dengan Louis D’Esposito, Brian Chapek, dan Jason Tamez sebagai produser eksekutif. Naskah film ini ditulis oleh Eric Pearson, yang dikenal atas karyanya dalam dunia sinematik Marvel. Kehadiran para pemeran dan kru berbakat ini menjadikan Thunderbolts* sebagai salah satu proyek Marvel yang paling dinantikan.

Sinopsis Film Thunderbolts*

Yelena Belova (Florence Pugh) kini bekerja sebagai agen rahasia di bawah perintah Valentina Allegra de Fontaine (Julia Louis-Dreyfus). Ia menjalani kehidupan sehari-hari dengan menyelesaikan misi berbahaya. Namun, Yelena mulai merasakan kehampaan dan mempertanyakan makna dari pekerjaannya. Kebimbangan itu sedikit mereda ketika ia bertemu kembali dengan ayahnya, Alexei Shostakov (David Harbour), setelah lama tidak berjumpa. Saat Valentina menghubunginya untuk menjalankan misi terbaru, Yelena terkejut karena ia bukan satu-satunya agen yang ditugaskan. Ternyata, ia bertemu dengan John Walker (Wyatt Russell), Ghost (Hannah John-Kamen), dan Taskmaster (Olga Kurylenko), yang ternyata juga mendapat misi serupa sehingga memicu konflik dan saling bunuh. Keadaan semakin rumit ketika seorang pria asing bernama Bob (Lewis Pullman) tiba-tiba muncul di tengah kekacauan. Setelah berhasil melarikan diri dari tempat itu, kelompok tersebut justru ditangkap oleh Bucky Barnes (Sebastian Stan).

Review Thunderbolts*

Film Thunderbolts* mempertemukan sejumlah antihero MCU menjadi satu tim yang dituntut bekerja sama untuk menghentikan ancaman berbahaya. Film ini menarik untuk ditonton karena menghadirkan formula baru dengan mengangkat tema permasalahan kesehatan mental yang dialami oleh semua karakternya. Hal tersebut terjadi karena, semua karakter pada film ini memiliki latar belakang yang kurang baik akibat memiliki catatan kriminal di masa lalu sehingga dipandang sebelah mata sehingga memicu masalah kesehatan mental mereka. 

Marvel Studios mengeksekusi film ini dengan baik. Mereka mampu menghadirkan Thunderbolts* tidak seperti Suicide Squad ala Marvel, melainkan sebagai karya yang berdiri dengan identitasnya sendiri. Meskipun mengusung tim antihero dengan latar kelam, Thunderbolts* berhasil menghindari jebakan klise film semacam ini: dengan tidak sekadar mengumpulkan karakter, tetapi juga memberi mereka kedalaman cerita yang kuat. Film ini justru menonjolkan sisi manusiawi para tokohnya, membangun dinamika yang kuat antar anggota tim tanpa harus memaksakan aksi berlebihan atau humor yang dipaksakan. Ini membuat film terasa lebih emosional.

Tidak seperti film-film Marvel Cinematic Universe belakangan ini, alih-alih menghadirkan banyak karakter superhero terkenal hanya untuk mendapatkan fan service, film ini justru sukses menghadirkan karakter antihero “buangan” menjadi sesuatu yang layak untuk ditonton. 

Sebagaimana film Marvel Cinematic Universe pada umumnya, Thunderbolts* memiliki dua post-credit scene, satu di pertengahan kredit (mid-credit scene) dan satu lagi di akhir setelah semua kredit diputar. Bagi penggemar film Marvel bagian ini tentu sayang untuk dilewatkan sehingga pastikan Anda tidak buru-buru meninggalkan bioskop dan menonton sampai habis. 

Thunderbolts* bukan sekadar film aksi. Melainkan sebuah langkah berani Marvel untuk keluar dari zona nyaman, menghadirkan kisah tentang mereka yang tak sempurna namun tetap dibutuhkan. Jika Anda sempat kecewa dengan film-film MCU belakangan ini, Thunderbolts* bisa menjadi alasan untuk kembali ke bioskop. Dengan demikian, film ke-36 pada waralaba MCU ini layak untuk disebut sebagai penutup yang manis untuk Fase 5 MCU.

Rayhan Dzaki Agung

Biodata Penulis:

Rayhan Dzaki Agung, lahir pada tanggal 26 April 2005 di Boyolali, saat ini aktif sebagai mahasiswa, Ekonomi Pembangunan, di Universitas Sebelas Maret. Penulis bisa disapa di Instagram: @itsrayningnow

© Sepenuhnya. All rights reserved.