Oleh Monica Aprillia Daisy Larasati
Dalam menjalani sebuah proses mencapai suatu tujuan, komitmen adalah salah satu komponen yang sangat penting demi keberhasilan upaya yang dilakukan. Komitmen dapat diartikan sebagai sebuah janji atau keterikatan terhadap diri sendiri, orang lain, pekerjaan, organisasi, dan lain sebagainya. Komitmen dibuat oleh seorang individu sebagai sebuah peraturan dan batasan agar tidak terjadi tindakan melenceng yang dapat mengganggu proses tercapainya suatu tujuan.
Raphael Ardhana Krismahera atau yang lebih akrab disapa Afel, adalah seorang mahasiswa S2 Pendidikan Seni Universitas Negeri Yogyakarta yang juga menyibukkan diri dengan kegiatan Paduan Suara Mahasiswa “Swara Wadhana”, pekerjaan freelance sebagai pengiring dan juga pembuat aransemen musik, serta kegiatan pelayanan dalam ibadah gereja. Lahir pada tahun 1999, Afel yang memang memiliki kesenangan dalam bidang musik memilih untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang memang tidak jauh kaitannya dengan musik. Oleh karena itu, Afel tidak pernah merasa terbebani atau terpaksa untuk terlibat dalam kegiatan yang telah ia pilih sendiri berdasarkan keinginannya, dan bukan karena permintaan orang lain.
Dalam proses memutuskan kegiatan apa yang ingin diikuti, tentu ada berbagai pertimbangan yang dipikirkan supaya setiap kegiatan tidak ada yang saling mengganggu kelancaran kegiatan lainnya. Dengan memperkirakan pembagian waktu yang baik, Afel memilih untuk bekerja freelance atau bekerja lepas yang tidak terikat oleh suatu perusahaan. Pekerjaan itu contohnya adalah menjadi pengiring musik di acara pernikahan dan membuat aransemen lagu. Dengan melakukan pekerjaan yang tidak mengikat, Afel tetap bisa melanjutkan studi S2 Pendidikan Seni seperti yang diharapkan oleh dirinya sendiri dengan dukungan orang tua. Di tengah kesibukan kuliah dan pekerjaan freelance, ia juga masih tetap ingin menikmati kesenangannya dalam berpaduan suara yang sudah ia tekuni sejak ia masih di jenjang S1. Perasaan rindu akan proses dan dinamika dalam tim paduan suara mendorongnya untuk kembali terlibat dalam tim PSM “Swara Wadhana” UNY. Sekalipun ia telah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan, Afel tidak pernah melupakan kebutuhan rohaninya untuk terlibat aktif dalam pelayanan gereja. Bahkan pelayanan menjadi prioritas utama baginya, sebelum membagi fokusnya pada kuliah, kegiatan PSM, dan juga pekerjaan. Kegiatan-kegiatan yang ia tekuni juga tidak jarang memberikan tuntutan berupa tugas dan pekerjaan. Ia selalu berusaha mengatur waktunya untuk dapat mengerjakan tugas yang memang bisa dikerjakan lebih dahulu dan lebih genting. Afel selalu meluangkan waktu dalam satu hari untuk mengerjakan tugas yang bisa dicicil.
Selain tuntutan tugas, Afel juga harus memenuhi beberapa kewajiban sebagai seorang mahasiswa, anggota PSM, dan juga sebagai pelayan di gereja. Salah satu yang diwajibkan dalam ketiga kegiatan tersebut adalah ketepatan waktu kehadiran. Adapun kewajiban yang diterapkan dalam PSM adalah meminta persetujuan tim apabila berhalangan mengikuti latihan, dan hanya bisa meninggalkan latihan dengan perizinan dari tim. Di sisi lain, kewajiban yang diterapkan dalam kegiatan pelayanan gereja adalah wajib mengikuti latihan minimal satu kali dari dua kali latihan. Apabila memang berhalangan dalam dua kali latihan, maka petugas wajib mencari pengganti dirinya. Dengan kewajiban-kewajiban yang diatur tersebut, tentu sangat diperlukan konsistensi dan komitmen tinggi agar semua kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Tidak hanya kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan tuntutan dan kewajiban, demi tercapainya tujuan yang sudah ia tetapkan sendiri, Afel juga menerapkan beberapa batasan dan peraturan bagi dirinya sendiri, yakni meluangkan waktu untuk mengerjakan tugas kuliah sebelum mengikuti latihan PSM, meluangkan waktu untuk istirahat juga demi kesehatan tubuh, serta mempertimbangkan ajakan teman untuk pergi berkumpul atau bahasa gaulnya ‘nongkrong’. Apabila memang ajakan untuk berkumpul bersama teman bersamaan dengan jadwal latihan PSM yang tidak bisa ditinggalkan, maka ia lebih memprioritaskan latihan PSM dibandingkan acara perkumpulan dan ramah tamah dengan teman.
Dengan adanya berbagai kesibukan yang ia jalani setiap harinya, Afel berpendapat bahwa sangatlah penting untuk setiap orang mencintai apa yang mereka lakukan. Mencintai apa yang kita lakukan akan mendorong kita untuk menampilkan performa yang maksimal dalam pekerjaan tersebut, sehingga lebih besar pula kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Afel melanjutkan juga dengan pernyataan bahwa dengan kita mencintai apa yang kita lakukan, maka kita juga akan bisa semakin konsisten dalam komitmen yang sudah kita buat dalam proses yang kita jalani. Komitmen memang sangat mungkin dipengaruhi oleh orang lain. Namun, jika kita sudah menaruh hati dan perasaan yang besar pada apa yang kita lakukan, maka komitmen kita pun tidak akan mudah digoyahkan.
Biodata Penulis:
Monica Aprillia Daisy Larasati, lahir pada tanggal 9 April 2006 di Kabupaten Semarang.