Pentingnya Literasi Keuangan kepada Masyarakat yang Berada di Pesisir dan Pedalaman Desa di Wilayah Bangka Belitung

Literasi keuangan bukan hanya alat personal, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan ekonomi lokal di wilayah seperti Bangka Belitung yang ...

Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta ratusan pulau-pulau kecil, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 pulau dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Kepulauan Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah dan kaya akan hasil lautnya yang sangat melimpah dikarenakan posisi dari Bangka Belitung itu sendiri ialah sebuah Provinsi Kepulauan.

Di tengah pesatnya globalisasi dan digitalisasi ekonomi, masyarakat pesisir dan pedesaan di Bangka Belitung masih terus berjuang mengelola keuangan pribadi dan usaha. Rendahnya literasi keuangan menyebabkan sebagian besar dari mereka terjebak dalam kebiasaan ekonomi yang tidak berkelanjutan, mulai dari ketergantungan pada tengkulak hingga kesalahan dalam pembukuan usaha kecil. Literasi keuangan bukan hanya sekadar kemampuan menghitung uang, tetapi juga pemahaman yang utuh tentang cara mengelola pendapatan, menabung, berinvestasi, dan membuat pilihan ekonomi yang tepat. Bagi Bangka Belitung yang sangat bergantung pada industri kelautan dan pertambangan, literasi keuangan merupakan pintu gerbang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pedesaan secara berkelanjutan. Lantas, seberapa penting peran akuntansi dalam menjembatani kesenjangan ini?

Pentingnya Literasi Keuangan kepada Masyarakat

Sebelum itu, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu literasi keuangan. Dilansir dari laman ocbc.id yang membahas mengenai literasi keuangan menyatakan bahwa, literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait finansial agar mampu mengelola dan memanfaatkan keuangan secara maksimal. Dengan adanya literasi keuangan, masyarakat diharapkan memiliki bekal edukasi mumpuni terkait finansial sehingga mampu mengambil sikap dan memilih keputusan keuangan secara bijak. Bagaimana tingkat literasi keuangan yang berada di Bangka Belitung? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel-Babel mencatat berdasarkan data survei literasi inklusi keuangan Indonesia, tingkat literasi keuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencapai 62,34 persen dengan tingkat inklusi keuangan 79,48 persen.

Pada daerah terpencil yang ada di wilayah Bangka Belitung, masih banyak sekali yang kurang mengerti bahkan tidak mengerti sama sekali mengenai betapa pentingnya literasi keuangan untuk kelangsungan hidup mereka. Masyarakat-masyarakat yang berada di wilayah Bangka Belitung harus sadar, bahwa mempelajari tentang literasi keuangan itu sangat penting, agar tidak terjebak dalam kasus seperti pinjaman online yang ilegal, asuransi palsu, dan sebagainya. Dilansir dari BelitongEkspres.com menyatakan bahwasanya masyarakat di Bangka Belitung masih banyak yang terjerat pinjol yang ilegal, orang-orang banyak mengeluhkan tentang perilaku penagihan yang kasar.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Tito Adji Siswantoro, mengungkapkan saat ini masih banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online atau pinjol. Masyarakat belum sepenuhnya terhindar dari jerat investasi ilegal, pinjol ilegal maupun judi online. Padahal, literasi dan edukasi keuangan sudah gencar dilakukan di berbagai daerah, baik di kota maupun di desa. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari 1 Januari 2023 hingga 31 Mei 2024, terdapat 13 keluhan mengenai investasi ilegal dan 347 keluhan terkait pinjaman online ilegal dari masyarakat Bangka Belitung. Hal itu disampaikan Tito di hadapan sebanyak 180 nelayan di Kabupaten Belitung Timur mengikuti Literasi Keuangan Masyarakat melalui Edukasi Keuangan di Auditorium Zahari MZ, Rabu 17 Juli 2024.

Hal ini menunjukkan masih banyak hal yang perlu di tindak agar masalah atau kasus seperti pinjaman online ilegal, judi online, dan investasi bodong harus segera di berhentikan atau setidaknya di tekan guna meminimalisir kasus-kasus seperti ini yang akan terjadi di kemudian hari. Literasi keuangan memiliki peran sangat penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi di wilayah Bangka Belitung, khususnya di daerah pedalaman. Yang dimana mempelajari dan memahami tentang literasi keuangan dapat memberikan sebuah benefit yang positif, di antaranya ialah:

  1. Meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
  2. Mengembangkan UMKM desa secara berkelanjutan.
  3. Menumbuhkan kesadaran menabung dan investasi produktif.
  4. Meningkatkan efektivitas Program Dana Desa dan BUMDes.
  5. Mencegah kemiskinan struktural.

Lantas, apakah peran dari mahasiswa dan akademisi di Bangka Belitung dapat ikut andil dalam menyelesaikan masalah ini? Jawabannya adalah iya, karena mahasiswa dan akademisi di Bangka Belitung terutama untuk jurusan Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi dapat berperan sebagai penggerak agar adanya penekanan terhadap kasus-kasus yang mengarah pada rendahnya literasi keuangan.

Mahasiswa dan para Akademisi dapat berkolaborasi dengan pemerintah pusat ataupun kepada kepala desa setempat untuk memasukkan kegiatan program rutin mengenai literasi keuangan di desa mereka dan menerapkannya secara langsung dengan melakukan praktik dan pengawasan langsung setidaknya selama 30 hari atau satu bulan.

Secara keseluruhan, literasi keuangan bukan hanya alat personal, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan ekonomi lokal di wilayah seperti Bangka Belitung yang memiliki banyak daerah terpencil. Pendidikan keuangan yang merata bisa menjembatani kesenjangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Ivan Agrobiu Septiandi

Biodata Penulis:

Ivan Agrobiu Septiandi saat ini aktif sebagai mahasiswa di Universitas Bangka Belitung, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi.

© Sepenuhnya. All rights reserved.