Mengapa Arkeologi Tetap Relevan Hingga Kini?

Arkeologi berperan penting dalam penguatan identitas budaya di saat banyak adat istiadat yang mulai ditinggalkan karena dianggap tidak selaras ...

Oleh Anggita Rizki Cahya Putri

Mungkin banyak dari kalian yang masih awam dengan Arkeologi dan bertanya, “Apa sih Arkeologi itu?” ada juga sebagian yang sudah mengenal Arkeologi, namun masih sering tertukar dengan Antropologi, Sosiologi, maupun Paleontologi. Seperti halnya dengan seseorang yang berkata, “Wah, Arkeologi, ya? Arkeologi itu yang menggali tulang-belulang, ‘kan?” 

Mengapa Arkeologi Tetap Relevan Hingga Kini

Jika pertanyaan seperti ini masih sering muncul di dalam benak kalian, jangan khawatir, kalian tidak sendirian. Karena, arkeologi sudah sering disalahpahami dan dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Arkeologi dianggap sudah ketinggalan zaman, padahal kenyataannya bahwa arkeologi bukan hanya sekadar menggali tanah tetapi juga untuk memahami perjalanan manusia masa lampau dengan melestarikan warisan budayanya.

Arkeologi, Antropologi, dan Sosiologi merupakan bidang yang sama-sama mempelajari tentang manusia, namun dengan fokus studi yang berbeda. Seperti Antropologi yang berfokus pada manusia dan budayanya dari aspek sosial dan sejarah, Sosiologi yang berfokus pada dinamika masyarakat modern serta perilaku sosialnya. Dan Arkeologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan manusia di masa lampau melalui peninggalan sejarah seperti artefak, ekofak, bangunan kuno (misalnya candi), dan situs bersejarah. Semua peninggalan ini ditemukan melalui ekskavasi yang kemudian dikaji secara sistematis. Jangan pula tertukar dengan Paleontologi yang mempelajari tentang fosil dinosaurus atau makhluk prasejarah lainnya, sebab Arkeologi hanya mempelajari tentang manusia. 

Mengapa harus memilih Arkeologi di zaman sekarang? Pertanyaan ini dapat dijawab melalui berbagai alasan yang mencakup penemuan, peluang karier, perkembangan teknologi hingga relevansi arkeologi di era modern. Khususnya dalam perspektif Indonesia dan mengapa bidang ini layak menjadi pilihan studi saat ini.

1. Pengalaman yang Didapatkan

Arkeologi tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga sering keluar untuk melakukan ekskavasi, penelitian lapangan dan lain-lain. Bayangkan, kalian memegang kuas, menyapu debu dengan seragam dan topi coklat khas para arkeolog di tengah situs penggalian, serta menemukan reruntuhan bangunan kuno yang menceritakan tentang kisah masa lampau seperti pada situs Candi Bajang Ratu di Mojokerto.

Selain itu Arkeologi juga mengkaji prasasti atau relief yang menceritakan tentang kerajaan serta mempelajari kebiasaan masyarakat kerajaan pada zaman dahulu. 

2. Melestarikan budaya di era globalisasi

Globalisasi mengancam identitas budaya lokal. Arkeologi berperan penting dalam melestarikan budayanya. Dengan merawat dan mempelajari peninggalan masa lalu, supaya budaya lokal tidak tergerus oleh kemajuan zaman. Seperti pada Gua Leang-Leang. Hal ini menunjukkan bahwasanya bukan hanya melestarikan namun juga membawa solusi untuk masa kini, seperti pemanfaatan budaya sebagai pariwisata dan pendidikan.

3. Peluang Karier yang Beragam

Banyak yang mengira bahwa Arkeologi hanya menggali tanah dan bekerja di pedalaman. Padahal lulusan arkeologi bisa juga bekerja sebagai arkeolog di instansi pemerintahan seperti ARKENAS, pegawai atau dosen universitas, pegawai balai budaya, dan juga sebagai kurator museum. 

4. Pemanfaatan Teknologi dalam Arkeologi

Dengan kemajuan teknologi saat ini, para arkeolog tidak harus terjun langsung ke lapangan untuk menggali tanah demi menemukan situs tersembunyi. Sebagai contohnya, arkeologi bisa menggunakan LiDAR (Light detection and ranging) yang digunakan pada pemetaan situs di Kalimantan. Dan penggunaan GPR situs gunung padang untuk mendeteksi struktur di bawah tanah tanpa menggalinya. Hal ini menunjukkan bahwa Arkeologi tidak ketinggalan zaman, namun berkembang seiring kemajuan teknologi.

5. Ilmu Pendukung Arkeologi

Arkeologi tidak hanya membutuhkan pemahaman Sejarah, tetapi juga memerlukan pemahaman ilmu lain seperti kimia, matematika, geologi, dan antropologi. Dengan ini, Arkeologi berkembang dan memberikan pemahaman yang lebih tepat tentang kehidupan manusia prasejarah dan umur artefak yang sudah ditemukan. 

Selain itu, arkeologi berperan penting dalam penguatan identitas budaya di saat banyak adat istiadat yang mulai ditinggalkan karena dianggap tidak selaras dengan kemajuan zaman. Di Indonesia pembangunan infrastruktur sering kali mengorbankan bangunan bersejarah, sehingga banyak yang hilang dari peradaban. 

Namun, untuk menjadi seorang arkeolog, kita harus bergelar sarjana arkeologi. Hanya ada lima universitas yang memiliki program studi Arkeologi di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Jambi, dan Universita Halu Oleo. 

Saat ini, Arkeologi tidak hanya menawarkan kombinasi antara petualangan tetapi juga ilmu pengetahuan. Dengan teknologi baru, peluang karier yang relevan membuat Arkeologi menjadi bidang yang dinamis. Maka, memilih Arkeologi merupakan keputusan terbaik bagi siapapun yang ingin memahami Masyarakat luas dan juga melestarikan jejak peradaban manusia untuk generasi mendatang.

Anggita Rizki Cahya Putri

Penulis:

Anggita Rizki Cahya Putri lahir pada tanggal 26 April 2026 di Klaten. Penulis bisa disapa di Instagram @Anggitarzki26

© Sepenuhnya. All rights reserved.