Ngopi bagi Kalangan Muda: Kebutuhan atau Gaya Hidup?

Bagi anak muda, minum kopi bukan hanya sekadar menikmati segelas kafein saja, tetapi juga bagian dari gaya hidup mereka. Bahkan ada juga yang hanya ..

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari orang-orang, khususnya di Indonesia. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak muda, mereka semua gemar menikmati kopi. Zaman sekarang, minum kopi telah menjadi tren di kalangan milenial. Bisa dilihat dari kedai kopi yang menjamur di mana-mana dan selalu ramai pembeli. Konsep kedai kopinya pun bermacam-macam, ada yang klasik hingga fancy. Tipe pembelinya pun bermacam-macam, ada yang datang ke kedai kopi hanya untuk sekedar menikmati secangkir kopi dan ada juga yang membeli kopi untuk menemani mengerjakan tugas mereka.

Ngopi bagi Kalangan Muda

Bagi anak muda, minum kopi bukan hanya sekadar menikmati segelas kafein saja, tetapi juga bagian dari gaya hidup mereka. Bahkan ada juga yang hanya pergi ke kedai kopi bukan hanya untuk menikmati kopinya saja, tetapi juga untuk mengabadikan sudut kafe untuk kebutuhan cerita di sosial media mereka. Dari sini kita semakin tahu bahwa kopi bukan hanya sekedar minuman yang mengandung kafein, tetapi lebih dari itu kopi juga sebagai pemenuhan kebutuhan sosial dari gaya hidup mereka.

Di tengah kesibukan kehidupan anak muda, mereka butuh asupan untuk melawan rasa kantuk dan lelah. Sehingga segelas kopi bisa menjadi solusi mereka jika membutuhkan solusi yang instan ketika dikejar waktu. Kandungan kafein dalam kopi dapat merangsang sistem saraf pusat, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan menghilangkan rasa kantuk. Selain itu, kopi juga memiliki manfaat kesehatan lainnya, seperti menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson, meningkatkan kinerja otak, melindungi kesehatan jantung, dan masih banyak lagi manfaat dari mengonsumsi kopi. Namun perlu diperhatikan juga konsumsi kopi dalam sehari, karena jika berlebihan, dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Minum kopi bukan hanya sekedar mengonsumsi minuman yang mengandung kafein itu saja, tetapi juga sebagai pelengkap untuk berkumpul bersama teman atau sebagai teman untuk melakukan hal produktif. Dan bahkan, sering kali kita berkumpul bersama teman kita sambil menikmati kopi kita masing-masing. Entah itu pagi, siang, bahkan malam kopi tetap terasa nikmat tanpa memandang waktu. Namun ada juga yang menikmati kopi hanya untuk menemani mereka mengerjakan tugas. Dengan ditemani secangkir kopi, kita akan merasa lebih berenergi dan berkonsentrasi ketika melakukan sesuatu. 

Namun seiring berkembangnya budaya, banyak anak muda menjadikan kopi sebagai gaya hidup dan kebutuhan sosial media mereka. Dengan pergi ke kedai kopi yang menarik dan kekinian, mereka memesan segelas kopi untuk dinikmati dan sisanya mengabadikan segelas kopi dan setiap sudut kafe untuk diunggah ke sosial media mereka. Media sosial sendiri memainkan peran yang penting dalam industri kopi. Ketika satu pembeli mengunggah cerita mereka di sosial media tentang kopi dan kedai kopi yang estetik, maka akan menarik perhatian pengguna sosial media lain untuk mencoba kopi di kedai tersebut. Hingga selanjutnya muncul fenomena FOMO (Fear Of Missing Out), yakni rasa takut ketinggalan tren. Maka orang-orang akan ramai-ramai mencoba kopi di kedai kopi yang sedang ramai diulas. Sehingga hal ini akan menyebabkan bisnis kopi berkembang.

Namun bagi sebagian orang, kopi menjadi kebutuhan mereka entah hanya untuk menikmati rasa kopinya saja atau kebutuhan untuk meningkatkan konsentrasi dan menghilangkan rasa kantuk. Kopi menjadi pilihan mereka yang ingin menahan rasa kantuk saat menjalani aktivitas padat seperti kuliah atau bekerja. Beberapa orang minum kopi untuk mengambil manfaat dari kopi yang mereka nikmati. Kafein yang mereka konsumsi dari kopi akan meningkatkan konsentrasi mereka saat bekerja. Sehingga mereka akan merasa lebih produktif daripada tidak meminum kopi. 

Kopi bukan sekedar minuman saja, tetapi jauh dari itu kopi juga menjadi budaya di kalangan anak muda. Tidak hanya dinikmati untuk menghilangkan rasa kantuk ketika bekerja, kopi juga menjadi pelengkap saat berkumpul dengan teman. Banyak cara dan tujuan untuk menikmati kopi, tergantung dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing orang. Dengan demikian kopi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup dan kebutuhan orang-orang.

Penulis: Arthasena Christian Dewantara

© Sepenuhnya. All rights reserved.