Persepsi Siswa dan Orang Tua terhadap Sarana dan Prasarana di SD Negeri Candi

Sarana dan prasarana pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas proses belajar-mengajar di sekolah dasar, termasuk di SD ...

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa dan orang tua terhadap sarana dan prasarana di Sekolah Dasar. Sarana dan prasarana merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar-mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dan orang tua memiliki persepsi positif terhadap fasilitas sekolah, namun tetap terdapat kritik terhadap aspek kebersihan dan perawatan fasilitas tertentu. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan dalam manajemen dan pemeliharaan sarana secara berkelanjutan.

PENDAHULUAN

Sarana dan prasarana pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas proses belajar-mengajar di sekolah dasar, termasuk di SD Negeri Candi. Sarana dan prasarana yang memadai tidak hanya menunjang kegiatan pembelajaran, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi siswa dan meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan. Pengelolaan fasilitas pendidikan yang baik menjadi salah satu indikator keberhasilan manajemen sekolah.

Persepsi Siswa dan Orang Tua terhadap Sarana dan Prasarana di SD Negeri Candi

Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya manajemen sarana prasarana dalam menunjang mutu pendidikan. Penelitian oleh Mulyasa (2012) menekankan bahwa pengelolaan fasilitas yang efektif berdampak langsung pada motivasi belajar siswa. Sementara itu, studi oleh Depdiknas (2008) menunjukkan bahwa banyak sekolah dasar, khususnya yang berada di wilayah pinggiran, menghadapi kendala dalam hal perawatan dan pemanfaatan fasilitas sekolah secara optimal. Selain itu, Arikunto (2010) juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi berkala terhadap kondisi fisik sekolah untuk memastikan keberlangsungan layanan pendidikan yang berkualitas.

Namun demikian, sebagian besar penelitian tersebut lebih banyak berfokus pada tinjauan internal manajemen sekolah atau perspektif guru dan kepala sekolah. Masih terbatas kajian yang secara khusus menggali persepsi langsung dari siswa dan orang tua sebagai pihak yang menggunakan dan merasakan dampak dari fasilitas pendidikan secara nyata. Padahal, persepsi mereka sangat penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kualitas manajemen sarana dan prasarana di sekolah.

Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk melengkapi kajian yang sudah ada dengan menghadirkan perspektif siswa dan orang tua terhadap sarana dan prasarana di SD Negeri Candi. Dengan memahami persepsi kedua pihak ini, diharapkan dapat diperoleh masukan yang lebih konkret untuk pengembangan dan perbaikan fasilitas pendidikan secara berkelanjutan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi siswa dan orang tua terhadap sarana dan prasarana di SD Negeri Candi, berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari dokumen resmi sekolah dan hasil survei terdahulu.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi langsung ke lapangan sebagai teknik utama pengumpulan data. Observasi dilakukan selama satu hari pada saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah. Meskipun waktu terbatas, observasi difokuskan untuk mencatat kondisi aktual sarana dan prasarana, serta perilaku pengguna fasilitas secara langsung.

Peneliti mengamati secara non-partisipatif berbagai fasilitas seperti ruang kelas, toilet, perpustakaan, lapangan, dan fasilitas cuci tangan. Selain itu, interaksi siswa dengan sarana prasarana juga diperhatikan untuk menilai sejauh mana fasilitas digunakan secara optimal. Temuan selama observasi dicatat secara sistematis dan dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai kondisi manajemen sarana dan prasarana dari sudut pandang pengguna.

Keterbatasan waktu observasi diantisipasi dengan menyusun fokus pengamatan yang spesifik dan memilih waktu yang representatif agar tetap mendapatkan data yang relevan dan bermakna. Selain itu, observasi juga diarahkan untuk menangkap pola interaksi siswa terhadap fasilitas yang tersedia, serta mencatat bagaimana fasilitas digunakan dalam mendukung kegiatan belajar. Dengan demikian, hasil observasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai sarana dan prasarana dari sudut pandang pengguna langsung.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan analisis terhadap laporan madrasah dan hasil survei yang tersedia, diketahui bahwa ruang kelas dinilai cukup representatif oleh mayoritas siswa dan orang tua, meskipun masih ada keluhan terkait kebersihan toilet, dapur dan kelengkapan fasilitas luar ruangan seperti lapangan dan taman bermain. Laporan kepuasan orang tua menunjukkan apresiasi terhadap ketersediaan fasilitas dasar, namun menyoroti perlunya perbaikan dalam aspek pemeliharaan dan kebersihan.

Persepsi siswa umumnya positif terhadap ruang kelas dan alat tulis yang tersedia, tetapi mereka mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kebersihan toilet, dapur dan kondisi tempat bermain yang jarang digunakan. Orang tua memberikan masukan melalui angket yang menunjukkan bahwa mereka mengharapkan adanya perbaikan fasilitas serta pemeliharaan rutin yang lebih konsisten.

Secara umum, data sekunder menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki dasar sarana dan prasarana yang cukup baik, namun masih memerlukan penguatan dari sisi evaluasi berkala dan pelibatan warga sekolah dalam pelestarian fasilitas.

SIMPULAN

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa dan orang tua memiliki persepsi yang relatif positif terhadap sarana dan prasarana di SD Negeri Candi. Namun demikian, masih ditemukan beberapa catatan penting terkait kebersihan, kelengkapan, dan perawatan fasilitas yang perlu diperbaiki. Pihak sekolah perlu menjadikan masukan dari pengguna layanan sebagai dasar untuk evaluasi dan perbaikan manajemen sarana dan prasarana secara berkelanjutan.

DAFTAR RUJUKAN

  • Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Budiman, B., Ilmanun, L., Dalimunthe, W. V. P., Putri, A., Adelia, T., Lubis, S. A., & Luthfiyah, A. (2024). Analisis proses pembelajaran dan sarana prasarana Madrasah Ibtidaiyah Hanif Al-Fikri. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 31985–31992.
  • Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Manajemen sarana dan prasarana sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Ibrahim, I., Prasetyo, A., Niswah, C., & Zulkipli, Z. (2021). Sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Khatulistiwa, 2(3), 45–52.
  • Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Mulyasa, E. (2012). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Putri, T. E., Hasanah, L. M. S., Wibowo, R. A., Damayanti, R., & Wulandari, A. (2024). Manajemen sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah unggulan Manna Was Salwa. PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 98–105.
  • Qiftiyah, M., & Sandriansyah. (2020). Manajemen sarana dan prasarana di MI Qurrota A’yun Sleman. Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(1), 127–130.
  • Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  • Suyanto, S. (2006). Manajemen pendidikan. Yogyakarta: LKiS.

Penulis:

  1. Rizqi Muzaki
  2. Naula Salsabila
  3. Isna Jazila

© Sepenuhnya. All rights reserved.