Apa yang Terjadi Saat Rumah Sakit Kehilangan Listrik Selama 1 Menit?

Jangan anggap sepele pemadaman listrik di rumah sakit—satu menit saja bisa mengancam nyawa pasien. Mari pastikan setiap fasilitas kesehatan ...

Pemadaman listrik yang terjadi bahkan hanya selama satu menit di rumah sakit bukan sekadar kejadian sepele. Dalam waktu sesingkat itu, banyak sistem penting bisa terganggu dan membahayakan keselamatan pasien.

Apa yang Terjadi Saat Rumah Sakit Kehilangan Listrik Selama 1 Menit

Berikut ini adalah beberapa dampak nyata yang terjadi saat rumah sakit kehilangan aliran listrik hanya dalam waktu 60 detik.

1. Gangguan pada Alat Medis yang Menyelamatkan Nyawa

Sebagian besar alat kesehatan di rumah sakit beroperasi menggunakan daya listrik. Alat bantu pernapasan seperti ventilator, mesin infus otomatis, monitor denyut jantung, alat dialisis, inkubator bayi, hingga alat bantu pacu jantung merupakan perangkat vital yang harus menyala tanpa jeda.

Bayangkan seorang pasien ICU yang sedang menggunakan ventilator untuk bernapas — ketika alat tersebut mati mendadak, suplai oksigen terhenti dan kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat. Satu menit tanpa daya bisa memperpanjang waktu operasi, menyebabkan kegagalan prosedur, atau bahkan memicu situasi darurat.

2. Tertunda Prosedur Medis Penting

Rumah sakit adalah tempat di mana setiap detik diperhitungkan. Misalnya, pada saat prosedur pembedahan sedang berlangsung, lampu operasi padam. Hal ini memaksa dokter menghentikan operasi dan menunggu daya kembali stabil, yang bisa berisiko tinggi bagi pasien.

Demikian juga dengan persalinan darurat, di mana detak jantung janin perlu dipantau secara real-time. Walaupun beberapa prosedur mungkin bisa berlanjut secara manual, efektivitasnya jelas menurun dan keselamatan pasien bisa terganggu.

3. Rusaknya Sistem Informasi dan Data Elektronik

Rumah sakit modern tak hanya bergantung pada peralatan medis, tetapi juga pada sistem digital untuk mendukung operasional sehari-hari. Sistem manajemen rumah sakit, database rekam medis elektronik, sistem antrian dan laboratorium semuanya beroperasi melalui jaringan komputer.

Jika sistem belum memiliki back-up real-time atau UPS (Uninterruptible Power Supply) yang memadai, proses pelayanan menjadi lambat dan membingungkan. Hal ini juga menyulitkan koordinasi antar unit di dalam rumah sakit.

4. Ketergantungan pada Genset dan Fungsi Vital Panel ATS

Untuk mengatasi kemungkinan padamnya aliran listrik dari PLN, hampir semua rumah sakit besar telah dilengkapi dengan generator (genset) cadangan. Namun, genset tidak serta-merta menyala sendiri saat listrik utama padam. Di sinilah peran panel ATS sangat krusial.

Panel ATS berfungsi mendeteksi saat listrik dari PLN terputus dan secara otomatis memindahkan beban listrik ke genset dalam waktu beberapa detik. Panel ini juga akan mengembalikan sambungan ke PLN ketika aliran listrik kembali stabil.

5. Kepanikan dan Koordinasi Darurat

Kehilangan listrik tidak hanya berdampak pada mesin dan data, tetapi juga pada psikologi penghuni rumah sakit. Kondisi gelap akan membuat pasien dan keluarga bisa merasa panik.

Masalah tambahan muncul ketika fasilitas-fasilitas lain seperti lift, sistem akses pintu otomatis, dan interkom internal tidak berfungsi. Hal ini menyulitkan mobilisasi pasien antar lantai atau dari IGD ke ruang perawatan.

Satu menit pemadaman mungkin tampak sebentar di tempat lain, tetapi di rumah sakit, hal itu bisa menciptakan kekacauan yang memerlukan waktu lama untuk dipulihkan kembali.

Satu menit pemadaman listrik di rumah sakit bisa memicu serangkaian konsekuensi serius, dari alat medis yang berhenti, data yang hilang, hingga terhambatnya proses penyelamatan nyawa.

Oleh karena itu, memastikan kesiapan sistem kelistrikan cadangan mutlak diperlukan. Salah satu kunci utamanya adalah keberadaan dan keandalan panel ATS, yang menjadi jembatan otomatis antara listrik utama dan genset. Tanpa ini, rumah sakit rentan terhadap bencana teknis yang seharusnya bisa dihindari.

© Sepenuhnya. All rights reserved.