Anak Saleh di Era Gadget? Ini Caranya!

Pernah merasa kalah dari gadget anak? Ingin tahu bagaimana menjinakkan screen time dan membentuk anak saleh di era digital tanpa perang di rumah?

Oleh Nurussyifa Khoiril

Coba jujur, siapa di sini yang pernah "kalah" sama layar HP anak?

Tarik napas. Banyak dari kalangan orang tua berada di kapal yang sama. Dulu, tantangan orang tua mungkin cuma soal anak malas mengaji atau lupa salat. Hari ini kita harus berhadapan dengan "Monster Utama" yang bernama gadget.

Mau ajak ngobrol, mata anak fokus ke TikTok. Mau ajak quality time, tangannya sibuk mabar. Kita jadi serba salah. Mau dilarang total, kok zaman makin maju. Dibiarkan, takut imannya luntur dimakan konten yang tak terkontrol.

Anak Saleh

Tenang, Anda tidak sendirian. Kita tidak perlu memusuhi teknologi. Kita hanya perlu tahu cara menjinakkan Gadget agar ia menjadi sahabat, bukan perusak bagi calon anak saleh kita.

Jujur Saja, Gadget Itu Kayak "Musuh dalam Selimut"

Gadget itu seperti gula yang manis, bikin nagih, tapi kalau dikonsumsi berlebihan bisa bikin sakit (fisik, mental, dan spiritual). Anak-anak sekarang sering disebut Generasi Screen Time, dimana penggunaan perangkat layar seperti gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. 

Masalahnya bukan di seberapa sering mereka menggunakan gadget, tetapi apa yang masuk ke kepala dan hati mereka.

Nah, tugas kita sebagai orang tua adalah menerapkan jurus. Jurus apa nih? 

4 Jurus Ampuh Melahirkan Anak Saleh Anti Kecanduan Gadget

1. Terapkan Aturan dan Konsistensi (Bukan Sekadar Larangan)

Larangan total itu tidak tepat. Anak justru makin penasaran. Lebih baik buat aturan yang disepakati bersama dan terasa asyik. Anggap saja ini sebuah game disiplin keluarga. 

Tetapkan tempat dan waktu di rumah yang haram menyentuh Gadget. Contohnya:

  • Saat makan, fokus pada makanan, obrolan keluarga, dan adab. 
  • Di kamar tidur, anak wajib menaruh handphone di luar kamar ketika akan tidur.
  • Saat waktu salat Magrib-Isya, No scrolling!, semua anggota keluarga wajib sholat dan mengaji. 
  • Jangan main paksa. Ajak anak negosiasi, contohnya "Oke, kamu dapat 1 jam screen time untuk hiburan, tapi setelah itu harus belajar 1 jam, baca buku atau membantu pekerjaan rumah". Ini melatih anak bertanggung jawab.

2. Isi Kekosongan dengan Quality Time yang Bermanfaat

Anak kecanduan Gadget karena bosan dan mencari kebahagiaan instan di layar. Jadi jangan cuma teriak "Matikan HP-mu!" Tapi ganti dengan tawaran yang lebih seru seperti:

  • Ganti Game Online dengan Muroja'ah Berhadiah, ajak anak berlomba menghafal atau mengulang hafalan al-Qur'an dengan hadiah kecil. 
  • Ganti Tontonan dengan Storytelling Kisah Nabi, Ayah atau Bunda jadi pendongeng kisah Sahabat yang heroik.
  • Ganti Scrolling dengan aktivitas fisik & Tadabbur Alam. Ajak anak keluar, berolahraga, tanam pohon, atau sekedar melihat bintang dimalam hari. Kenalkan mereka pada kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya.

3. Manfaatkan Gadget untuk Kebaikan

Ingat, Gadget bisa jadi alat dakwah paling canggih di dunia. Daripada diisi aplikasi TikTok yang kurang bermanfaat, ubah ia jadi perpustakaan Islami.

  • Ubah Game Jadi Ilmu, Instal aplikasi belajar bahasa Arab, quiz seputar Fiqih, atau game edukasi lainnya.
  • Tontonan Penuh Ilmu, ajak anak menonton video animasi atau dokumenter Islami. Jangan biarkan anak menonton sendirian. Duduklah bersama mereka, tanyakan apa yang mereka pelajari dari video/game yang mereka tonton, dan luruskan jika ada pemahaman yang salah. 

4. Bekali Anak dengan Muraqabah dan Empati Digital

Inilah jurus terpenting. Ketika anak sudah dewasa, kita tidak akan bisa lagi mengontrol 24 jam. Satu-satunya yang bisa mengontrol mereka adalah kesadaran bahwa Allah Maha Melihat (Muraqabah).

  • Jelaskan bahwa cyberbullying, menyebar hoax, atau mengumbar aib teman di media sosial itu sama hukumnya dengan ghibah (menggunjing) di dunia nyata. Ini dosa, dan Allah Maha Melihat!
  • Ajarkan anak untuk selalu Husnuzon (berprasangka baik) sebelum berkomentar dan hindari ujaran kebencian. Ingatkan mereka bahwa dibalik layar, ada perasaan orang lain yang bisa terluka. 
  • Disiplinkan salat 5 waktu dan tadarus Al-Qur'an. Rutinitas ini adalah charger iman yang akan membuat filter muraqabah anak selalu berfungsi, dimanapun dan kapanpun mereka memegang gadget.

Orang Tua Adalah Role Model Terbaik!

Kuncinya ada pada kita. Anak tidak akan meninggalkan HP-nya jika ayah dan bunda sendiri sibuk scrolling saat keluarga berkumpul.

Jadilah teladan (uswatun hasanah), kurangi waktu Anda di depan layar, dan anak Anda akan mengikuti. Gadget hanya alat, tapi pendidikan iman adalah investasi abadi yang tak ternilai harganya.

Sudah siap jadi pahlawan bagi anak saleh Anda di dunia digital? Yuk, mulai hari ini!

Biodata Penulis:

Nurussyifa Khoiril saat ini aktif sebagai mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

© Sepenuhnya. All rights reserved.