Aceh masih belum baik-baik saja.

Cara Menghindari Kesalahan dalam Merawat Anggrek Bulan

Yuk pelajari kesalahan yang harus dihindari saat merawat anggrek bulan! Dapatkan tips sederhana agar anggrekmu tumbuh subur, sehat, dan memukau di ...

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu tanaman hias paling populer di Indonesia berkat keindahan bunganya yang elegan dan daya tahannya yang cukup baik. Namun, meski terlihat mudah dirawat, anggrek jenis ini memerlukan perhatian khusus agar dapat tumbuh sehat dan berbunga maksimal. Banyak penghobi tanaman, khususnya pemula, sering melakukan kesalahan-kesalahan kecil dalam perawatan yang tanpa disadari berdampak besar pada kesehatan tanaman.​

Kebiasaan sederhana seperti cara menyiram, pemberian pupuk, hingga pemilihan media tanam yang tidak tepat dapat mengakibatkan anggrek layu, bahkan mati. Oleh karena itu, penting untuk memahami kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi agar anggrek bulan dapat tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah.​

Cara Menghindari Kesalahan dalam Merawat Anggrek Bulan

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Merawat Anggrek Bulan

Agar anggrek bulan tetap segar, sehat, dan rajin berbunga, berikut adalah beberapa kesalahan paling umum yang perlu dihindari beserta solusinya.

1. Menyiram Secara Berlebihan

Kesalahan terbesar dalam merawat anggrek bulan adalah memberikan air terlalu sering. Akar anggrek sangat sensitif terhadap kelembaban berlebih dan mudah membusuk jika media tanam terlalu basah dalam waktu lama. Pembusukan akar ini dapat menyebabkan tanaman tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik dan akhirnya mati.​

Idealnya, anggrek bulan hanya perlu disiram ketika media tanam sudah hampir kering atau sekitar 5-7 hari sekali. Cara yang tepat adalah dengan menyiram hingga air keluar dari lubang drainase pot, lalu biarkan media mengering sebelum penyiraman berikutnya. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar daun dapat kering sebelum malam tiba, sehingga mengurangi risiko jamur dan bakteri.​

2. Menggunakan Media Tanam yang Tidak Tepat

Banyak orang keliru menanam anggrek bulan di tanah biasa, padahal anggrek merupakan tanaman epifit yang hidup menempel pada batang pohon di habitat aslinya. Akar anggrek memerlukan sirkulasi udara yang baik dan tidak dapat bertahan di media padat seperti tanah karena akan mudah membusuk.​

Media tanam yang ideal untuk anggrek bulan adalah campuran kulit kayu (bark), moss (sphagnum moss atau moss hitam/akar kadaka), arang, atau campuran khusus anggrek lainnya. Media ini memiliki rongga udara yang cukup sehingga akar dapat bernapas dengan baik, sekaligus memiliki daya serap air yang optimal tanpa menyebabkan genangan.​​

3. Menempatkan di Bawah Sinar Matahari Langsung

Meskipun membutuhkan cahaya untuk fotosintesis, anggrek bulan tidak boleh terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Paparan sinar matahari langsung, terutama pada pukul 09.00 hingga 16.00, dapat membakar daun dan menyebabkan bercak cokelat atau kekuningan.​

Lokasi terbaik untuk anggrek bulan adalah area yang mendapatkan cahaya terang tidak langsung dengan intensitas sekitar 50-70 persen. Tempatkan anggrek di dekat jendela dengan tirai tipis, di teras yang ternaungi, atau di bawah kanopi pohon yang menyaring cahaya matahari. Kondisi ini mirip dengan habitat aslinya di hutan tropis yang terlindungi oleh naungan pepohonan.​​

4. Tidak Melakukan Penggantian Pot (Repotting) Secara Berkala

Kesalahan yang sering diabaikan adalah membiarkan anggrek terlalu lama dalam pot dan media tanam yang sama. Seiring waktu, media tanam akan lapuk, memadat, dan menurun kualitasnya sehingga menghambat sirkulasi udara dan drainase air. Media yang rusak juga dapat menurunkan pH dan menjadi tempat berkembangnya jamur serta bakteri penyebab penyakit.​

Penggantian pot atau repotting sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun sekali, terutama setelah anggrek selesai berbunga atau ketika akar sudah mulai tumbuh keluar pot. Saat melakukan repotting, periksa kondisi akar dan buang bagian yang busuk atau mati menggunakan gunting steril. Ganti dengan media tanam segar dan pot dengan drainase yang baik agar pertumbuhan anggrek kembali optimal.​

5. Mengabaikan Tanda-Tanda Serangan Hama dan Penyakit

Tanda-tanda awal serangan hama dan penyakit sering kali tidak mendapat perhatian serius, padahal penanganan cepat sangat penting untuk menyelamatkan tanaman. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain daun berbercak hitam atau cokelat, akar berwarna gelap dan lembek, serta kehadiran serangga kecil seperti kutu putih atau trips.​

Penyakit busuk akar biasanya disebabkan oleh jamur Phytophthora, Pythium, atau bakteri Erwinia carotovora yang berkembang akibat kelembaban berlebih. Jika ditemukan tanda-tanda infeksi, segera pisahkan tanaman yang sakit, potong bagian yang terinfeksi, dan aplikasikan fungisida atau bakterisida sesuai kebutuhan. Ganti media tanam dengan yang baru dan steril untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.​

6. Mengabaikan Kebutuhan Kelembaban Udara

Anggrek bulan berasal dari habitat tropis dengan kelembaban tinggi, sehingga memerlukan kelembaban udara sekitar 60-80 persen untuk tumbuh optimal. Kelembaban yang terlalu rendah, terutama di ruangan ber-AC, dapat menyebabkan daun mengering dan pertumbuhan terhambat.​

Untuk menjaga kelembaban, dapat dilakukan penyemprotan kabut air di sekitar tanaman pada pagi atau sore hari, meletakkan wadah berisi air di dekat tanaman, atau menggunakan humidifier. Pastikan juga sirkulasi udara tetap baik agar kelembaban tidak berlebihan yang dapat memicu pertumbuhan jamur.​

7. Pemberian Pupuk yang Tidak Tepat

Kesalahan dalam pemupukan bisa berupa memberikan pupuk terlalu sering, terlalu banyak, atau menggunakan jenis pupuk yang tidak sesuai. Pemupukan berlebihan dapat membakar akar dan menyebabkan penumpukan garam mineral yang merusak tanaman, sementara pemupukan yang terlalu jarang membuat anggrek kekurangan nutrisi.​

Anggrek bulan sebaiknya diberi pupuk khusus anggrek dengan kandungan NPK seimbang seperti 20-20-20 atau 30-10-10 setiap 2 minggu sekali selama fase pertumbuhan aktif. Gunakan konsentrasi setengah atau seperempat dari dosis yang direkomendasikan untuk menghindari kerusakan akar. Saat anggrek sedang berbunga, kurangi frekuensi pemupukan menjadi sebulan sekali agar bunga bertahan lebih lama.​​

Ingin Menghiasi Rumah dengan Anggrek Bulan yang Sehat dan Memukau?

Bagi kamu yang berencana mulai mengoleksi anggrek atau memperbanyak koleksi dengan kualitas unggul, pastikan memilih toko tanaman terpercaya di kotamu. 

Khusus kamu yang berdomisili di Bekasi (Jual Anggrek Bekasi) dan sekitarnya, pilihan terbaik adalah membeli di Puspa Dewi Flower. Toko ini menghadirkan anggrek segar, sehat, serta dilengkapi panduan perawatan untuk setiap pembeli.

Dengan perawatan yang tepat, Anggrek Bulan bisa menjadi lebih dari sekadar tanaman hias; ia merupakan simbol keindahan dan memberikan suasana tenang di rumah. Selamat mencoba merawat, dan semoga koleksi anggrekmu dari Puspa Dewi Flower selalu tampil cantik dan penuh pesona!​

© Sepenuhnya. All rights reserved.