Bagi kebanyakan perusahaan digital—terutama fintech, e-commerce, dan startup berbasis pengguna—OTP (One-Time Password) sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem keamanan. Namun seiring pertumbuhan user base, biaya OTP bisa menjadi monster yang sulit dikendalikan.
Rata-rata, biaya OTP kini menjadi biaya operasional terbesar ke-3 setelah cloud dan infrastruktur. Lebih buruk lagi, banyak perusahaan tidak sadar kalau lebih dari 30% permintaan OTP mereka sebenarnya bisa dihemat, tanpa mengurangi tingkat keberhasilan verifikasi.
Masalah yang Sering Terjadi
1. Biaya Melonjak Saat Traffic Naik
Semakin banyak pengguna yang mendaftar atau login, semakin tinggi volume OTP. Tanpa optimasi, biaya akan naik lebih cepat dari revenue.
2. Ketergantungan pada Satu Channel (misalnya SMS atau WhatsApp)
Mengandalkan satu channel berarti sistem akan collapse saat channel itu bermasalah — entah delay, spam, atau tarif naik.
3. Routing Statis Tanpa Inteligensi
Banyak sistem OTP tidak memiliki mekanisme AI untuk memilih channel terbaik. Akibatnya, perusahaan membayar mahal untuk pengiriman yang sebenarnya bisa jauh lebih murah dan cepat.
4. User Experience yang Buruk
Proses OTP manual (buka pesan → salin kode → kembali ke aplikasi) menambah friction dan menurunkan konversi pengguna.
Strategi Efisien: AI-Based Authentication
Kuncinya bukan menurunkan kualitas, tapi mengatur strategi autentikasi dengan cerdas. Salah satu pendekatan efisien yang kini populer adalah OTP Pay Per Verified, di mana perusahaan hanya membayar OTP yang benar-benar terverifikasi berhasil.
Berikut pendekatan yang terbukti menekan biaya OTP hingga 50% tanpa menurunkan success rate:
1. AI-Based Smart Signal Routing
Fazpass menggunakan sistem yang otomatis memilih channel terbaik (SMS, WhatsApp, Voice, atau Header Enrichment) berdasarkan lokasi, operator, jam, dan histori keberhasilan.
Hasilnya:
- OTP terkirim lebih cepat.
- Tidak ada channel tunggal yang membebani sistem.
- Biaya per verifikasi menurun secara signifikan.
2. Fallback Otomatis untuk Kegagalan
Kalau OTP gagal dikirim di channel pertama (misal WhatsApp), sistem Fazpass otomatis fallback ke channel kedua (misal SMS) — tanpa intervensi manual.
Ini memastikan success rate mencapai 90%+, bahkan di jaringan yang tidak stabil.
3. Alternative Authentication
Tidak semua autentikasi perlu OTP berbasis kode. Dengan Header Enrichment dan Silent Network Authentication, pengguna bisa diverifikasi tanpa mengetik kode apapun.
Selain lebih seamless, metode ini menghemat biaya OTP hingga 30–40% secara langsung.
4. Unified Dashboard & Transparent Costing
Fazpass menyediakan dashboard analitik real-time untuk melihat performa OTP di semua channel:
- Biaya per channel.
- Delivery rate & latency.
- Rasio fallback & retry.
Semua data ini membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis fakta, bukan asumsi.
Ingin Tahu Berapa Banyak Biaya OTP yang Bisa Kamu Hemat?
Fazpass menawarkan audit biaya OTP gratis untuk membantu kamu melihat potensi penghematan di sistemmu saat ini.
👉 Jadwalkan demo atau audit gratis sekarang di Fazpass.com