Bisakah Pendidikan Islam Bertahan di Tengah Kurikulum Modern?

Ayo jelajahi tantangan pendidikan Islam di tengah kurikulum modern serta bagaimana inovasi dan nilai-nilai Islam dapat membentuk generasi masa depan.

Ya, pendidikan Islam bisa bertahan di tengah kurikulum modern. Karena pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk individu yang berakhlak, memiliki ilmu pengetahuan yang luas, dan mampu berkontribusi secara positif dalam masyarakat (Juariah, 65). Dalam sejarahnya, pendidikan Islam telah memberikan sumbangsih besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia, baik melalui institusi pendidikan formal seperti madrasah dan pesantren maupun melalui sistem pendidikan nonformal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, terutama di era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi, globalisasi, perubahan sosial, serta tuntutan ekonomi yang semakin tinggi (Selawati, 2022).

Bisakah Pendidikan Islam Bertahan di Tengah Kurikulum Modern

Untuk tetap relevan dengan kebutuhan zaman, kurikulum pendidikan Islam harus dikembangkan dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Kurikulum juga harus menekankan pembangunan karakter abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan bekerja sama. Pemanfaatan teknologi digital sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri siswa. Agar kurikulum ini berjalan dengan baik, guru, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat harus bekerja sama. Pendidikan Islam memiliki kemampuan untuk menghasilkan generasi yang bermoral, berpengetahuan luas, dan mampu bersaing di dunia global jika ada komitmen kolektif.

Tantangan Penerapan Pendidikan Islam di Kurikulum Modern

Tantangan utama dalam pendidikan Islam di era modern adalah digitalisasi dan perkembangan teknologi. Di zaman semuanya serba digital, sistem pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam proses belajar. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah dan menyebarkan informasi termasuk dalam dunia pendidikan. 

Selain itu, tantangan lainnya kurikulum yang digunakan lembaga pendidikan Islam sering kali masih berfokus pada pembelajaran berbasis teks klasik tanpa adanya integrasi dengan ilmu pengetahuan modern (Abnis, 2024). Hal ini menyebabkan lulusan dari lembaga pendidikan Islam kurang memiliki daya saing di dunia kerja yang menuntut keterampilan berbasis teknologi, analisis data, dan pemecahan permasalahan kompleks.

Sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan Islam juga menjadi tantangan yang cukup signifikan. Guru merupakan pilar utama dalam keberhasilan sistem pendidikan, namun kualitas tenaga kependidikan masih menjadi perhatian. Banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan yang memadai untuk menghadapi perubahan kurikulum modern (Abnisa & Zubairi, 2022).

Kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam juga menjadi tantangan tersendiri. Kepemimpinan yang visioner dan inovatif sangat diperlukan agar lembaga pendidikan Islam dapat bertahan dan berkembang di era modern.

Modernisasi menjadi tantangan sosial dan budaya dalam pendidikan Islam. Modernisasi membawa perubahan besar dalam gaya hidup dan nilai-nilai sosial masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan dalam pendidikan. Pengaruh media sosial, gaya hidup konsumtif serta pergeseran nilai moral di kalangan generasi menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan Islam dalam mempertahankan nilai keislaman di tengah arus modernisasi.

Peluang Integrasi dengan Sistem Kurikulum Modern

Pendidikan islam memiliki peluang besar jika mampu beradaptasi di era modern ini. Integrasi bisa dilakukan dengan melalui beberapa pendekatan:

  1. Digitalisasi, dalam pendidikan islam pembelajaran bisa melalui aplikasi Al-Qur'an, platform e-learning, konten multimedia. Hal tersebut menjadi nilai plus tersendiri bagi lembaga pendidikan. 
  2. Kolaboratif dan proyek, dalam pendidikan islam guru bisa memberikan tugas seperti tugas proyek akhlak dan memberikan beberapa kajian tentang sifat keteladanan nabi yang harus dicontoh di kehidupan sehari-hari dengan mendatangkan pendakwah.
  3. Integratif, nilai islam selalu diterapkan dalam ilmu-ilmu umum, salah satunya dalam mata pelajaran sains tentang penciptaan manusia. Selain itu selalu mengaitkan materi agama dengan kehidupan sosial.

Peran Guru sebagai Teladan

Dalam pendidikan Islam, guru bukan hanya sebagai penyampai ilmu tetapi sebagai teladan akhlak bagi peserta didik. Generasi modern tidak cukup hanya diberi teori saja tetapi juga membutuhkan contoh nyata. sehingga peserta didik dapat memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Contohnya seperti, bagaimana adab berbicara, bagaimana menyikapi informasi yang belum jelas faktanya, bagaimana menerapkan ajaran islam dalam kehidupan modern saat ini. Selama guru mampu menjadi role model, pendidikan Islam akan tetap hidup dalam diri peserta didik meskipun zaman berubah.

Masa Depan Pendidikan Islam

Masa depan pendidikan Islam akan sangat ditentukan oleh sejauh mana ia mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendidikan Islam akan tetap relevan di tengah perubahan yang cepat jika dapat memanfaatkan teknologi, menggunakan metode pembelajaran kontemporer, dan memenuhi kebutuhan moral generasi digital. Menggabungkan nilai-nilai Islam ke dalam pendidikan umum juga merupakan langkah penting untuk memahami ajaran Islam tidak hanya secara teoritis tetapi juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan melakukan hal-hal seperti ini, pendidikan Islam tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berpotensi menjadi bagian penting dari pembentukan karakter generasi masa depan yang beriman, berakhlak, dan mampu bersaing di pasar global.

Daftar Pustaka:

  1. Abnis, A. P. (2024). PENGEMBANGAN PROFESI GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 1787-1792.
  2. Abnisa, A. P., & Zubairi, Z. (2022). PERSONALITY COMPETENCE EDUCATOR AND STUDENT INTEREST IN LEARNING. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme, 279-290.
  3. Juariah, S. (65). Paradigma Pendidikan Islam dan Pengembangan Sumber Daya Insani dalam Membentuk Etika dan Karakter dalam Masyarakat Islam. KAIPI: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam, 2023.
  4. Selawati, N. (2022). PELUANG PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI: MENUAI TANTANGAN, MERAIH PELUANG. Jurnal Syntax Transformation, 438-448.

Biodata Penulis:

Nurul Awwaliyatus Saadah saat ini aktif sebagai mahasiswa di Universitas UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

© Sepenuhnya. All rights reserved.