Beberapa orang tidak asing dengan pilihan sederhana tapi susah: memilih buah. Sekilas pertanyaan ”pilih mana? Pepaya atau durian?” itu tampak remeh. Namun pertanyaan itu memicu perenungan. Dua buah ini sama-sama beraroma kuat, punya manfaat besar, tetapi memunculkan sikap berbeda. Ada yang menyukai keduanya. Ada pula yang menolak salah satunya karena trauma pengalaman rasa dan bau. Di sinilah pilihan menjadi menarik, karena mereka bukan sekadar selera, tetapi sikap terhadap kenyamanan pribadi dan kesehatan.
Pepaya dan Manfaatnya
Pepaya dikenal sebagai buah yang kaya serat. Banyak ahli gizi menyebut pepaya dapat membantu pencernaan. Buah ini juga mengandung vitamin C dan antioksidan yang baik untuk imun tubuh. Harganya terjangkau dan mudah ditemukan sepanjang tahun. Pepaya juga aman dikonsumsi hampir semua orang, termasuk anak-anak dan lansia. Tidak banyak pantangan terkait buah ini kecuali bagi individu tertentu yang alergi. Pepaya memberikan rasa manis lembut tanpa aroma menyengat. Ia hadir sebagai buah sederhana tetapi bermanfaat.
Durian dan Manfaatnya
Durian sering dijuluki raja buah. Meski berbau kuat, ia memiliki kandungan gizi tinggi. Dalam sejumlah kajian kesehatan, durian disebut mengandung serat, karbohidrat kompleks, serta antioksidan. Beberapa orang percaya durian dapat meningkatkan energi tubuh. Mengonsumsi durian juga dianggap membantu mengatasi stres karena memicu pelepasan serotonin. Meski begitu, konsumsi berlebihan tidak disarankan. Kandungan gula dan lemaknya tinggi. Durian juga memicu reaksi panas pada tubuh. Bagi penderita hipertensi dan diabetes, durian perlu dibatasi.
Mana yang Harus Dipilih, Pepaya atau Durian?
Dilema antara pepaya dan durian mencerminkan cara seseorang memahami kenyamanan dan kesehatan. Sebagian orang mempertimbangkan bau. Sebagian lain fokus pada rasa dan manfaat. Ada juga yang memilih berdasarkan pengalaman masa kecil. Pilihan buah ini terlihat sederhana. Namun ia membongkar cara kita bersikap terhadap risiko dan kenikmatan. Tidak ada buah yang sempurna. Pepaya memberi kenyamanan dan manfaat ringan. Durian menawarkan kenikmatan ekstrem dengan aroma kuat. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Pada akhirnya, pilihan kembali pada tubuh dan pengalaman masing-masing.
Saya pribadi tidak pernah bisa menikmati durian. Aromanya menusuk sejak dari jauh. Bau itu melekat lama, menimbulkan rasa mual dan pusing. Sejak saat itu saya menghindarinya. Sampai hari ini, saya lebih memilih pepaya yang lebih bersahabat bagi hidung dan lambung. Pilihan saya bukan soal ikut tren anti durian, melainkan pengalaman tubuh yang sulit dinegosiasikan.
Pengalaman saya menunjukkan, selera sangat personal. Saya memilih pepaya bukan karena membenci durian, tetapi karena tubuh saya bereaksi negatif terhadap aromanya. Anda mungkin memilih durian karena kenikmatannya. Pilihan kita sah adanya. Yang terpenting adalah kesadaran bahwa setiap pilihan membawa konsekuensi. Pilihan buah hari ini bisa jadi metafora pilihan hidup: memilih kenyamanan jangka panjang atau kenikmatan sesaat.
Biodata Penulis:
Devina Dita Prabawati saat ini aktif sebagai mahasiswa di UNS.