Oleh Aghni Fadea Prastita
Permasalahan lingkungan yang saat ini makin marak di Indonesia, salah satunya adalah permasalahan sampah plastik. Indonesia telah menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia baik di lautan maupun di daratan dengan prevalensi kasus yang sangat tinggi mulai dari kota, komunitas pesisir hingga pedesaan (Rhodes, 2018; Phelan dkk., 2020; Apriadi dkk., 2024; Mihardja dkk., 2021; Permana dkk., 2020; Andrawina dkk., 2019). Pemakaian plastik sekali pakai terus mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perubahan gaya hidup masyarakat yang serba praktis namun minim kesadaran terhadap dampak yang ditimbulkan. Berbagai studi yang dilakukan menyatakan bahwa literasi plastik di komunitas pesisir masih rendah dan keterbatasan akses pada alternatif ramah lingkungan dan infrastruktur pengelolaan sampah yang kurang menjadikan masyarakat menggunakan plastik sebagai pilihan utama (Phelan dkk., 2020).
Sekitar 11,8% sampah plastik telah berhasil dikumpulkan dan didaur ulang namun jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan dengan sampah plastik di TPA dan yang mencemari lingkungan (Darus dkk., 2020). Hal ini perlu dikaji lebih lanjut melalui survei literasi dan perilaku plastik, wawancara dan observasi langsung, serta diskusi dengan kelompok tertentu untuk mengetahui pola konsumsi dan pembuangan sampah (Phelan dkk., 2020; Permana dkk., 2020; Andrawina dkk., 2019). Survei yang dilakukan di komunitas pesisir untuk menilai sikap, pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap penggunaan plastik menunjukkan bahwa perilaku dalam upaya pengurangan sampah plastik seperti kebiassaan membawa tas belanja sendiri, memilah sampah dan partisipasi dalam bank sampah masih belum merata dan hal ini dilakukan bukan karena kesadaran akan lingkungan melainkan karena motif ekonomi (Andrawina dkk., 2019; Palupi & Shalihati, 2020).
Kampanye dan regulasi pemerintah seperti pelarangan kantong plastik sekali pakai di beberapa kota besar menghasilkan opini publik yang cenderung positif walaupun masih ada resistensi karena alasan efisiensi dan kebiasaan lama (Mihardja dkk., 2021; Palupi & Shalihati, 2020; Sari, 2019). Kebijakan seperti penerapan kantong plastik berbayar, pelarangan plastik sekali pakai, promosi alternatif ramah lingkungan, serta penguatan peran komunitas dan edukasi berbasis zero waste telah mendorong perubahan perilaku masyarakat, namun efektivitasnya bergantung pada konsistensi penegakan hukum, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, produsen, dan masyarakat (Apriadi dkk., 2024; Mihardja dkk., 2021; Hidayati dkk., 2021; Sari, 2019; Andrawina dkk., 2019).
Setiap hari tanpa disadari, kita telah menggunakan banyak produk plastik sekali pakai. Plastik yang sulit terurai ini akhirnya memberi dampak yang sangat beragam mulai dari pencemaran tanah, air, dan laut, gangguan kesehatan akibat paparan bahan kimia berbahaya, hingga kerugian ekonomi di sektor pariwisata dan perikanan, serta peningkatan risiko banjir akibat tumpukan sampah plastik di sungai. Upaya seperti inovasi komunikasi lingkungan telah diadakannya yaitu kampanye zero waste dan edukasi melalui media sosial, diharapkan mampu meningkatkan niat dan kesadaran individu untuk mengurangi penggunaan plastik, meski perubahan nyata dalam perilaku memerlukan konsistensi. Oleh karena itu, gaya hidup dan pola penggunaan plastik perlu diperbaiki untuk mengurangi sampah plastik itu sendiri. Perubahan gaya hidup untuk mengurangi sampah plastik dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari seperti mulai mengganti kantong plastik sekali pakai dengan tas belanja berbahan kain, membawa botol minum dan wadah makan sendiri ketika bepergian, memilih produk isi ulang atau dengan kemasan plastik yang minimal, serta melakukan daur ulang sampah sederhana. Kebiasaan kecil ini jika dilakukan secara konsisten dan oleh banyak orang, dapat mengurangi jumlah sampah secara signifikan. Upaya ini menuntut perubahan pola pikir, konsistensi tindakan, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai agar perubahan individu dapat berdampak dan berkelanjutan. Mengurangi sampah plastik adalah tanggung jawab bersama. Dengan dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang.
Daftar Pustaka:
- Andrawina, K., Zulfikri, A., Maranatha, T., & Handayani, W. (2019). Women and wastes: Study on participation of housewives on plastic waste management in Kecandran, Salatiga, Indonesia. Sustinere: Journal of Environment and Sustainability, 3(3), 199-212.
- Apriadi, B., Setiawan, R., & Firmansyah, I. (2024). Policy scenario of plastic waste mitigation in Indonesia using system dynamics. Waste Management & Research, 42, 1008-1018.
- Darus, N., Tamimi, M., Tirawaty, S., Muchtazar, M., Trisyanti, D., Akib, R., Condorini, D., & Ranggi, K. (2020). An overview of plastic waste recycling in the urban areas of Java Island in Indonesia. Journal of Environmental Science and Sustainable Development, 3(2).
- Mihardja, E., Komsiah, S., & Harmaningsih, D. (2021). Campaign "BOTAK" (Bogor without plastic bags) as an environmental communication model for reducing plastic waste in marine environment. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 674.
- Palupi, A., & Shalihati, F. (2020). Plastic bag diet: Economic or environmental motives? Advances in Economics, Business and Management Research, 138-142.
- Permana, R., Rizal, A., & Hasan, Z. (2020). Plastic consumption in group of teens and young adults from Pangandaran District, Indonesia: A glimpse of environmental awareness among the locals outside big cities. Asian Journal of Agriculture and Rural Development, 12, 1-9.
- Phelan, A., Ross, H., Setianto, N., Fielding, K., & Pradipta, L. (2020). Ocean plastic crisis—Mental models of plastic pollution from remote Indonesian coastal communities. PLoS ONE, 15.
- Rhodes, C. (2018). Plastic pollution and potential solutions. Science Progress, 101, 207-260.
- Sari, M. (2019). The influence of American zero waste YouTube videos on global and massive Indonesian zero waste lifestyle and movement. Rubikon: Journal of Transnational American Studies, 6(2).
Biodata Penulis:
Aghni Fadea Prastita saat ini aktif sebagai mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Tadris Bahasa Indonesia.