Oleh Siti Nazillah
Lingkungan yang mendorong kerjasama di masyarakat yang positif, tentu saja tidak dapat dipisahkan dari peranan kasih sayang antarindividu. Kasih sayang ini berperan penting dalam proses pembangunan, melalui perhatian dan semangat kebersamaan yang tulus dalam menjaga lingkungan masyarakat. Dan saling peduli anatarsesama warga.
Masyarakat di Indonesia adalah individu yang saling membutuhkan satu sama lain, sehingga mereka tidak bisa hidup sendiri. Kerja sama atau gotong royong merupakan kebiasaan dalam masyarakat Indonesia yang membangun ikatan persaudaraan karena kegiatan ini dilaksanakan bersama.
Kebersihan lingkungan merupakan elemen krusial dalam kehidupan manusia. Suasana yang bersih akan memberikan banyak manfaat bagi manusia, baik secara fisik maupun mental. Dari segi fisik, lingkungan yang bersih dapat melindungi manusia dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit, serta meningkatkan kenyamanan dan keindahan. Dari segi nonfisik, lingkungan yang bersih juga berfungsi untuk melindungi manusia dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit.
Namun, sejumlah negara, termasuk Indonesia, masih berhadapan dengan isu kebersihan lingkungan. Hal ini diakibatkan oleh minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah masih dibuang sembarangan, tidak dikelola dengan benar, dan orang-orang tidak peduli terhadap lingkungan di sekitar mereka (Ghefira et al., 2025).
Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang memiliki arti bekerja bersama- sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan, berasal dari kata gotong yang artinya bekerja dan royong yang memiliki arti sama dengan musyawarah, dengan demikian keaktifan gotong royong merupakan kegiatan bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Pada dasarnya fitrah manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan pertolongan dari orang lain. Hal tersebut menyebabkan dalam bermasyarakat diperlukan adanya gotong royong dalam menyelesaikan sesuatu. Selain itu, gotong royong juga merupakan salah satu bentuk dari solidaritas sosial.
Menurut Irfan (2017), solidaritas sosial merupakan keadaan yang saling percaya antar anggota kelompok atau komunitas. Hal tersebut di saat mereka saling percaya satu sama lain akan saling menghormati sehingga memiliki rasa bertanggung jawab satu sama lain sehingga dapat saling membantu untuk memenuhi kebutuhan antar sesama.
Gotong royong yang terdapat dalam kehidupan masyarakat umumnya tercermin dari beberapa kegiatan adat, dan berbagai kegiatan dalam masyarakat, melalui kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat, kegiatan tersebut akan berlangsung dengan baik. Gotong royong akan berkaitan dengan solidaritas yang tentunya akan memberikan pengaruh dalam masyarakat, baik secara individu maupun pengaruh secara kelompok.
Bagaimana peranan solidaritas berjalan tentunya didukung oleh bagaimana masyarakat menyikapi setiap nilai yang ada dalam gotong royong yang tertanam di lingkungannya. saling menghargai antar sesama. Selain memperkuat solidaritas masyarakat, gotong royong juga dapat membantu terciptanya kekompakan antar warga. Dalam gotong royong, setiap orang yang terlibat diharapkan dapat bekerja sama dengan baik dan saling mendukung. Ini membantu membangun hubungan yang baik antara penghuni dan dapat membantu menciptakan lingkungan yang harmonis. Selain itu, kegiatan gotong royong dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas. Misalnya, kegiatan gotong-royong untuk membersihkan lingkungan dapat membantu masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat (Heri et al., 2023).
Peran Masyarakat dalam Menumbuhkan Cinta Lingkungan
Peran komunitas dalam mengembangkan rasa cinta terhadap lingkungan sangat krusial karena mereka adalah aktor utama dalam merawat, melindungi, dan melestarikan alam. Komunitas dapat berkontribusi melalui berbagai aktivitas, seperti melakukan penghijauan dengan menanam pohon, mengelola limbah dengan baik, mengadopsi gaya hidup yang ramah lingkungan, serta terlibat dalam upaya pelestarian sumber daya alam. Pendidikan dan kesadaran mengenai lingkungan perlu ditanamkan di semua tingkat masyarakat, mulai dari keluarga hingga kelompok-kelompok, agar budaya mencintai lingkungan dapat berkembang secara berkelanjutan (Afifa et al., 2022).
Peran Masyarakat dalam Menumbuhkan Cinta Lingkungan
- Melakukan penghijauan melalui penanaman dan pemeliharaan pohon untuk mengurangi polusi dan menyeimbangkan ekosistem.
- Mengelola sampah dengan cara memilah, mengurangi penggunaan plastik, dan membuang sampah pada tempatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan.
- Mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan seperti menghemat air, listrik, dan menggunakan transportasi yang ramah lingkungan.
- Mendukung dan mematuhi peraturan lingkungan yang dibuat pemerintah serta berpartisipasi mengawasi pelanggaran lingkungan.
- Melakukan edukasi dan penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat luas, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus.
Nilai-Nilai Gotong Royong Pada Era Globalisasi
Globalisasi yang mendasari awal mula adanya proses pergeseran peradaban yang memicu banyaknya aktivitas sosial, salah satunya yakni gotong royong. Gotong royong sendiri merupakan budaya yang dijunjung tinggi di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, gotong royong semakin meredup. Menurunnya budaya gotong royong dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya faktor ekonomi, faktor modernisasi, faktor operasional.
Selain faktor faktor tersebut, aktivitas sosial dan menurunnya rasa solidaritas juga menjadi suatu penyebab menurunnya budaya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat yang ada di sekitar kita. Modernisasi juga memiliki pengaruh besar dalam memudarnya nilai-nilai gotong royong. Dalam pengertiannya sendiri, dikatakan bahwa modernisasi merupakan perubahan yang terjadi dari masa ke masa.
Masyarakat cenderung menginginkan sesuatu yang lebih modern untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka tidak dipungkiri hal tersebut memperbesar kemungkinan bahwa bangsa kita akan meniru bangsa lain yang sudah lebih maju. Yang perlu diperhatikan dalam kacamata modernisasi, masyarakat lebih memilih untuk bekerja sendiri dibanding bekerja dengan orang lain. pemikiran ini didukung dengan adanya teknologi-teknologi yang telah ditemukan, seperti contohnya robot yang dapat membantu pekerjaan agar lebih efisien.
Hal inilah yang menyebabkan rasa solidaritas yang dimiliki masyarakat semakin menurun. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan membuat posko gotong royong, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gotong royong, mengadakan kegiatan bersama dalam masyarakat, menumbuhkan empati sosial, menumbuhkan rasa peduli dengan sesama (Annida et al., 2023).