Penerapan Langkah-Langkah Teori Polya dalam Mengatasi Masalah Kecanduan Gadget pada Anak Usia Dini

Gadget memudahkan hidup, tapi bisa berdampak pada anak. Yuk pahami cara mengatasi kecanduan gadget dengan Teori Polya secara tepat dan terarah.

Oleh Faza Imtihani

Di era sekarang, gadget sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas dilakukan dengan bantuan layar, mulai dari bangun tidur, chatting, cari informasi, sampai mengisi waktu luang. Gadget bikin banyak hal terasa lebih mudah dan cepat. Cukup dengan satu perangkat, kita bisa belajar, bekerja, dan berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus. Karena itu, gadget sering dianggap sebagai kebutuhan penting di zaman digital.

Tapi di balik semua kemudahan itu, penggunaan gadget yang terlalu sering juga bisa menimbulkan dampak yang kadang nggak kita sadari. Gadget nggak cuma memengaruhi orang dewasa, tapi juga anak-anak, bahkan sejak usia dini. Banyak anak yang sudah terbiasa main gadget sebelum benar-benar paham cara dan fungsi penggunaannya. Hal ini perlu diperhatikan, karena penggunaan gadget bisa memengaruhi kebiasaan sehari-hari, cara anak berinteraksi dengan orang lain, serta perkembangan mereka di masa sekarang.

Penerapan Langkah-Langkah Teori Polya dalam Mengatasi Masalah Kecanduan Gadget pada Anak Usia Dini

Kecanduan gadget adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat mengendalikan penggunaan perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, atau komputer. Kecanduan gadget dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan fisik, mental, sosial, dan akademik. Oleh karena itu, dibutuhkan rencana dan strategi yang tepat dalam memecahkan permasalahan ini. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan teori Polya dalam pemecahan masalah.

Teori Polya yang dikemukakan oleh George Polya, seorang ahli matematika yang mengembangkan langkah-langkah sistematis pada pemecahan masalah. Teori Polya terdiri dari 4 lagkah utama yaitu, memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah dan melakukan pengecekan kembali.

Langkah pertama dari teori Polya yaitu memahami masalah. Pada tahap ini para guru dan orang tua harus paham dengan masalah yang dihadapi. Kecanduan gadget pada anak tidak hanya terlihat dari lamanya waktu penggunaan, tetapi juga dari perubahan perilaku, seperti anak mudah marah saat gadget diambil, kurang mau berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sulit berkonsentrasi, dan jarang bergerak aktif. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu mengamati kebiasaan anak, lama penggunaan gadget, serta jenis konten yang sering diakses. Selain itu, perlu diperhatikan penyebab anak sering menggunakan gadget, misalnya karena kurangnya aktivitas lain atau pola asuh yang terlalu membebaskan. Dengan memahami masalah secara menyeluruh, solusi yang diberikan dapat lebih tepat dan efektif. 

Langkah kedua adalah merencanakan penyelesaian. Setelah memahami permasalahan yang dihadapi, langkah yang diambil yaitu merancang strategi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak usia dini. Rencana yang dapat dilakukan antara lain dengan menetapkan aturan waktu penggunaan gadget, mengalihkan anak ke kegiatan yang lebih edukatif dan menyenangkan, serta meningkatkan keterlibatan orang tua. Orang tua dapat membuat jadwal harian yang seimbang antara belajar, bermain, dan istirahat, serta membatasi penggunaan gadget pada waktu tertentu. Selain itu, pendidik dapat menyediakan kegiatan aktif seperti bermain peran, menggambar, bernyanyi, dan permainan motorik agar anak tidak bergantung pada gadget.

Langkah ketiga dalam teori Polya adalah melaksanakan rencana yang telah disusun. Pada tahap ini, orang tua dan pendidik mulai menerapkan aturan yang telah dibuat secara konsisten. Konsistensi diperlukan agar anak memahami batasan dan terbiasa dengan rutinitas baru. Ketika waktu penggunaan gadget berakhir, orang tua dapat mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain dengan cara yang tegas namun tetap lembut. Selain itu, orang tua juga perlu memberi contoh dengan mengurangi penggunaan gadget di depan anak. Penerapan aturan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar anak dapat menyesuaikan diri tanpa merasa tertekan.

Langkah keempat dalam teori Polya yaitu melakukan pengecekan kembali. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah strategi yang diterapkan berhasil mengurangi kecanduan gadget pada anak. Orang tua dan pendidik dapat melihat perubahan perilaku anak, seperti anak lebih suka bermain dengan teman, lebih fokus, dan tidak terlalu bergantung pada gadget. Jika hasilnya belum sesuai, rencana yang dibuat dapat disesuaikan kembali. Evaluasi ini juga membantu orang tua dan pendidik dalam memperbaiki pola pengasuhan dan pembelajaran anak.

Dengan menerapkan langkah-langkah Teori Polya secara sistematis, masalah kecanduan gadget pada anak usia dini dapat ditangani dengan lebih terarah dan efektif. Pendekatan ini membantu orang tua dan pendidik berpikir secara logis dan terstruktur dalam menghadapi masalah anak. Selain itu, penerapan Teori Polya dapat menciptakan lingkungan belajar dan bermain yang lebih sehat sehingga perkembangan anak usia dini dapat berjalan dengan baik.

Sumber:

  1. Susanti, R., & Mariyana. (2022). Dampak penggunaan gadget pada perilaku anak. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi, 4(3), 10–11.
  2. Permata Sari, I., Afriyanti, E., & Oktarina, E. (2023). Kecanduan gadget dan efeknya pada konsentrasi belajar. Indramayu: Adab.

Faza Imtihani

Biodata Penulis:

Faza Imtihani saat ini aktif sebagai mahasiswa, Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

© Sepenuhnya. All rights reserved.