Oleh Farah Adibah
Perkembangan teknologi digital di era sekarang semakin canggih dan maju semakin pesat. Teknologi digital yang semakin canggih memudahkan kita untuk melakukan berbagai hal secara praktis dan efisien. Salah satu perkembangan teknologi digital di era sekarang adalah kemunculan kecerdasan buatan atau yang biasa disebut dengan AI (artificial intelligence). Kemunculan AI ini adalah sebagai bentuk inovasi utama pada abad ke-21. Kecerdasan buatan atau AI ini memberikan dampak yang luas terhadap berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, kesehatan, bisnis dan industri, keuangan, pertanian dan masih banyak lagi.
Teknologi yang semakin berkembang pesat mulai masuk ke dunia pendidikan sejak era digitalisasi. Era digitalisasi adalah periode ketika berbagai aspek kehidupan manusia beralih dari sistem manual menjadi sistem berbasis teknologi digital. Pada era ini, aktivitas sehari-hari misalnya informasi dan komunikasi disebarkan melalui perangkat digital seperti komputer, smartphone, dan aplikasi-aplikasi lain yang berbasis data. Era digitalisasi ini membawa perubahan terhadap cara belajar dan mengajar karena dipengaruhi oleh perangkat digital. Pada era ini penggunaan perangkat digital seperti laptop atau komputer sangat dibutuhkan untuk memudahkan dalam menulis dan menyimpan data. Perangkat digital merupakan kebutuhan pendidikan masa kini untuk untuk beradaptasi dengan inovasi berbasis AI.
Era digitalisasi yang masuk dalam dunia pendidikan tentu tidak lepas dari tantangan-tantangan yang ada. Tantangan tersebut dapat meliputi akses, efektivitas pembelajaran, dan juga personalisasi belajar. Akses internet yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu tantangan yang dialami oleh wilayah-wilayah pedalaman yang belum memiliki akses internet, sehingga pembelajaran sepenuhnya dilakukan secara manual tanpa melibatkan perangkat digital. Selain akses, tantangan yang dihadapi dunia pendidikan modern berbasis teknologi digital adalah berkurangnya efektivitas pembelajaran. Contohnya saat menggunakan perangkat digital, peserta didik akan mudah terdistraksi dari media sosial maupun game online. Selain itu penggunaan perangkat digital memungkinkan kecurangan akademik yang lebih mudah, serta potensi berkurangnya kemampuan berpikir kritis karena ketergantungan terhadap teknologi. Namun, dari berbagai masalah tersebut, AI dianggap mampu membantu menyelesaikan permasalahan itu. Masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan AI sebagai alat bantu penyelesaian berbagai permasalahan. AI juga sudah didorong global untuk diterapkan dalam institusi pendidikan karena memiliki potensi manfaat yang signifikan, terutama dalam peningkatan efisiensi pengajaran, personalisasi pembelajaran, dan persiapan peserta didik untuk masa depan yang didominasi oleh teknologi digital.
AI memiliki peran banyak dalam dunia pendidikan, salah satunya sebagai alat pendukung pembelajaran. AI memiliki fitur chatbot edukasi atau sistem rekomendasi materi yang membantu peserta didik dalam pencarian materi pembelajaran. Selain itu, AI juga berfungsi untuk menganalisis kebutuhan belajar siswa. AI membantu mengumpulkan dan menganalisis data kinerja siswa secara real-time. Hal ini memungkinkan pendidik untuk menyesuaikan materi dan metode pengajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan belajar masing-masing peserta didik. Oleh karena itu, AI dianggap banyak berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi guru dan lembaga pendidikan.
Penggunaan AI dalam dunia pendidikan memang memiliki banyak manfaat, namun pasti ada dampak negatif yang kita dapatkan. Di saat kita memanfaatkan AI dengan baik, ada juga hal buruk yang didapatkan yaitu ketergantungan terhadap teknologi digital. Penggunaan AI di dunia pendidikan juga menyimpan persoalan etis yang harus diperhatikan. Contohnya seperti isu etika, privasi data, dan kualitas pembelajaran. Menurut perpustakaan Universitas Brawijaya, AI bergantung pada data. Dalam konteks pendidikan, ini berarti informasi pribadi peserta didik mulai dari nilai, riwayat akademik, hingga pola perilaku online dikumpulkan dan dianalisis. Tanpa regulasi dan sistem keamanan yang ketat, data tersebut rentan terhadap penyalahgunaan dan pelanggaran privasi. Hal tersebut perlu diketahui agar peserta didik lebih berhati-hati dalam penggunaan AI.
Tantangan lain yang dialami saat adanya penggunaan AI dalam dunia pendidikan adalah kesiapan guru, sekolah, dan juga infrastruktur. Banyak guru yang belum memiliki kompetensi di bidang teknologi digital sehingga membuat guru merasa kesusahan dengan pembelajaran yang berbasis AI. Selain itu, kesiapan sekolah dan infrastruktur juga menjadi tantangan dalam penggunaan AI. Tidak semua sekolah memiliki budaya belajar yang mendukung penggunaan teknologi. Banyak sekolah di wilayah pedalaman belum memiliki akses internet, bahkan perangkat digital seperti komputer, laptop, atau proyektor tidak tersedia dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu, perlu banyak pertimbangan saat memasukkan AI ke dalam dunia pendidikan secara menyeluruh, karena tidak semua lembaga pendidikan bisa mengaksesnya.
Selain tantangan dan peran di atas, AI juga memiliki banyak peran lain dalam dunia pendidikan masa kini, diantaranya yaitu pembelajaran berbasis data, mendorong kreativitas dan inovasi, dan meningkatkan efisiensi pembelajaran. Melalui esai ini, penulis akan membahas lebih lanjut bagaimana peran AI dalam dunia pendidikan baik untuk guru maupun peserta didik. Misalnya, bagaimana AI mengubah cara guru mengajar, bagaimana AI memengaruhi cara siswa belajar, dan apa saja perubahan yang terjadi pada metode, strategi, dan interaksi pembelajaran akibat penggunaan AI. Selain itu, esai ini juga akan membahas mengenai peran AI dalam pembelajaran dan pengajaran, manfaat AI bagi guru dan siswa, tantangan penerapan AI dalam pendidikan, resiko etika dan privasi data, serta dampak sosial dan budaya belajar siswa dalam penerapannya.
Pada masa sekarang, penggunaan kecerdasan buatan (AI) sudah sering dilakukan dan membantu proses pembelajaran menjadi lebih mudah. Banyak platform belajar yang menggunakan AI untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan setiap siswa, sehingga mereka bisa belajar sesuai dengan tingkat pemahamannya. AI juga dapat memberikan rekomendasi materi tambahan seperti video atau latihan soal yang cocok dengan kebutuhan siswa. Selain itu, ada juga tutor virtual berbasis AI yang bisa membantu menjawab pertanyaan kapan saja di luar jam kelas. Kehadiran AI memberikan dampak yang positif, yaitu membuat proses belajar menjadi lebih cepat, praktis, dan membantu guru untuk fokus pada penjelasan yang lebih penting selama pembelajaran.
Kecerdasan buatan (AI) memiliki beberapa peran atau manfaat bagi guru dan efisiensi kerja mereka. AI dapat membantu para guru melakukan koreksi otomatis terhadap tugas dan latihan siswa sehingga proses penilaian menjadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, administrasi kelas seperti data siswa, dan jadwal dapat dikerjakan dengan lebih cepat dan teratur dengan adanya bantuan AI. Hal tersebut sangat membantu bagi para guru dalam bekerja. Namun perlu diketahui, bahwa AI hanya membantu tugas guru dan bukan berarti menggantikan peran guru dalam proses pembelajaran.
Dalam dunia pendidikan, AI membantu dalam proses evaluasi dan memahami kebutuhan belajar siswa. AI memberikan penilaian hasil ujian siswa secara cepat dan objektif, sehingga guru tidak perlu memerlukan banyak waktu untuk memeriksa tugas secara manual. Selain itu, AI juga dapat menganalisis perilaku belajar siswa melalui data seperti durasi belajar, materi yang biasa diakses, atau pola kesalahan yang muncul. Dari hasil analisis tersebut, AI dapat mendeteksi kesulitan belajar sejak dini, sehingga guru bisa memberikan bimbingan yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pada masa sekarang, penggunaan teknologi seperti sistem informasi akademik, manajemen absen, dan pengaturan jadwal otomatis sangat membantu dalam proses pembelajaran khususnya di perkuliahan. Sistem informasi akademik memudahkan para mahasiswa untuk mengakses nilai, input KRS, dan melihat informasi kampus tanpa harus datang ke administrasi. Selain itu, manajemen absen membuat pencatatan kehadiran mahasiswa semakin praktis karena mahasiswa cukup memverifikasi kehadiran secara online melalui aplikasi atau pemindaian kode. Pengaturan jadwal otomatis juga mempermudah mahasiswa dan dosen untuk mengetahui jadwal kuliah, perubahan kelas, atau pengumuman penting secara cepat dan akurat. Teknologi tersebut menjadikan proses akademik lebih efisien dan mudah diikuti oleh seluruh civitas kampus.
AI memiliki fitur chat bot 24 jam yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Penggunaan chat bot sebagai asisten untuk para siswa memudahkan mereka untuk belajar meskipun bukan di sekolah. Para siswa dapat belajar kapan pun dan di mana pun melalui fitur chat bot tersebut. Melalui chat bot, siswa dapat bertanya tentang materi pelajaran, tugas, atau jadwal belajar kapan saja tanpa harus menunggu penjelasan dari guru. Selain itu, chat bot juga bisa memberikan penjelasan dasar, jawaban singkat, ataupun materi yang perlu dipelajari kembali. Kehadiran chat bot tentu membantu pembelajaran siswa secara mandiri, terutama pada jam di luar sekolah, sehingga belajar bisa menjadi lebih fleksibel dan mudah diakses.
AI juga berperan penting dalam pembuatan konten pembelajaran digital seperti video edukasi dan simulasi berbasis teknologi AR/VR. Dengan bantuan AI, pembelajaran bisa menjadi lebih menarik, mudah dipahami, serta bisa menyesuaikan kebutuhan belajar para siswa. Selain itu, simulasi AR/VR memungkinkan siswa untuk mempelajari materi secara lebih nyata, misalnya dengan melihat objek tiga dimensi atau melakukan simulasi praktik secara virtual. Penggunaan konten digital berbasis AI ini, memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan, karena materi tersebut disampaikan secara langsung dan tidak hanya bersifat teori, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan dapat meningkatkan akses belajar bagi semua siswa. Para siswa dapat belajar melalui pembelajaran daring dan platform digital berbasis AI sehingga siswa yang hidup di daerah terpencil tetap dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus datang langsung ke sekolah. Hal ini membantu mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah pedesaan dan perkotaan.
Penggunaan AI memungkinkan pembelajaran yang lebih personal karena dapat menyesuaikan materi dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Dengan bantuan AI, siswa yang lebih cepat memahami materi tidak harus menunggu teman lainnya, sehingga dapat langsung melanjutkan ke materi berikutnya. Sebaliknya, siswa yang masih mengalami kesulitan diberikan kesempatan untuk mengulang materi, mendapatkan penjelasan tambahan, atau mengerjakan latihan yang sesuai dengan tingkat pemahamannya. Hal ini membuat siswa tidak merasa tertinggal maupun tertekan dalam proses belajar. Selain itu, pembelajaran yang disesuaikan secara personal dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa karena mereka belajar sesuai dengan kemampuan sendiri. Dengan cara ini, proses pembelajaran menjadi lebih efektif, nyaman, dan mampu membantu siswa mencapai hasil belajar yang lebih optimal.
Bagi guru, kehadiran kecerdasan buatan (AI) sangat membantu dalam menghemat waktu kerja dan meringankan beban tugas sehari-hari. Berbagai pekerjaan administratif seperti mengoreksi soal pilihan ganda, mengelola nilai, mencatat kehadiran siswa, hingga menyusun laporan pembelajaran dapat dilakukan secara otomatis oleh sistem berbasis AI. Dengan adanya bantuan tersebut, guru tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan teknis yang bersifat berulang. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk administrasi dapat dialihkan untuk mempersiapkan materi pembelajaran yang lebih kreatif, memberikan bimbingan secara langsung kepada siswa, serta membangun interaksi yang lebih baik di dalam kelas. Oleh karena itu, AI berperan sebagai alat pendukung yang membantu guru bekerja lebih efisien tanpa menggantikan peran utamanya sebagai pendidik.
Pembelajaran berbasis AI juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena disajikan dengan cara yang lebih menarik dan tidak monoton. AI memungkinkan penggunaan media pembelajaran yang interaktif, seperti game edukatif, video pembelajaran yang menarik, serta kuis digital yang dapat diakses melalui perangkat teknologi. Metode pembelajaran seperti ini membuat siswa lebih aktif terlibat dalam proses belajar dan tidak mudah merasa bosan. Selain itu, fitur umpan balik langsung yang diberikan oleh sistem AI membantu siswa mengetahui hasil belajarnya secara cepat, sehingga mereka lebih termotivasi untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan pemahaman. Dengan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan interaktif, siswa cenderung lebih bersemangat mengikuti pelajaran dan memiliki minat belajar yang lebih tinggi.
Kecerdasan buatan (AI) memiliki peran penting dalam mendukung siswa berkebutuhan khusus agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik. Melalui teknologi bantu seperti text-to-speech, siswa yang memiliki kesulitan membaca dapat mendengarkan materi dalam bentuk suara, sedangkan fitur speech recognition membantu siswa yang kesulitan menulis untuk mengubah suara menjadi teks. Selain itu, pembaca layar sangat membantu siswa tunanetra dalam mengakses materi pembelajaran digital. Dengan adanya teknologi ini, siswa berkebutuhan khusus tidak lagi tertinggal dalam proses belajar dan dapat mengikuti pembelajaran sesuai dengan kemampuan mereka. Kehadiran AI menjadikan pembelajaran lebih inklusif karena memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk belajar dan berkembang.
Penilaian berbasis AI dapat meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran karena dilakukan secara lebih cepat, sistematis, dan objektif. Sistem AI mampu mengoreksi jawaban siswa secara otomatis serta mengolah data hasil belajar dalam jumlah besar tanpa memerlukan waktu yang lama. Selain itu, AI dapat menganalisis pola kesalahan yang sering dilakukan siswa dan menunjukkan bagian materi yang belum dipahami dengan baik. Hasil analisis tersebut sangat membantu guru dalam memberikan evaluasi yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan penilaian berbasis AI, proses evaluasi tidak hanya berfokus pada nilai akhir, tetapi juga pada pemahaman siswa secara menyeluruh.
Penggunaan AI dalam pendidikan juga berperan besar dalam meningkatkan literasi digital siswa. Melalui interaksi dengan berbagai teknologi berbasis AI, siswa menjadi lebih terbiasa menggunakan perangkat digital dan memahami cara kerja sistem teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga belajar untuk berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi, seperti memilah informasi yang benar dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Kemampuan literasi digital ini sangat penting karena dunia pendidikan dan dunia kerja saat ini semakin bergantung pada teknologi. Dengan penguatan literasi digital sejak dini, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan di era digital dengan lebih siap dan bijak.
Implementasi AI dalam dunia pendidikan tentu memiliki berbagai macam tantangan. Salah satu tantangan yang tidak bisa dihindari adalah kesenjangan infrastruktur digital. Kondisi infrastruktur teknologi di sekolah yang belum merata menjadikan akses digital seperti penggunaan AI tidak bisa dijangkau. Sekolah di daerah tertentu terutama di pedesaan atau pelosok masih kekurangan komputer, perangkat digital, dan jaringan internet yang kurang stabil. Keterbatasan infrastruktur pada sekolah di daerah tertentu menyebabkan sulitnya teknologi digital masuk ke lingkungan tersebut. Kesenjangan infrastruktur ini menyebabkan pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan belum bisa dirasakan secara adil oleh seluruh siswa.
Tantangan lain yang tidak bisa lepas adalah kesiapan guru dalam menguasai teknologi AI. Guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran utama dalam penggunaan teknologi AI di dunia pendidikan. Namun, masih banyak guru yang belum memahami mengenai teknologi digital di masa sekarang, terutama guru yang sudah berumur. Mereka cenderung memiliki keterbatasan pemahaman terhadap teknologi seperti AI. Selain itu, kurangnya pelatihan intensif yang berkelanjutan dari lembaga pendidikan menjadi faktor yang dapat menyulitkan penggunaan AI dalam dunia pendidikan. Peningkatan kompetensi guru terhadap dunia teknologi digital juga tidak kalah penting agar AI dapat digunakan secara optimal.
Penggunaan AI memiliki banyak sekali manfaat. Namun dampak negatifnya pun tak bisa kita hindari. Salah satu dampak negatif dari penggunaan AI adalah adanya risiko ketergantungan terhadap teknologi. Penggunaan AI yang berlebihan dapat membuat siswa terlalu bergantung pada teknologi. Ketergantungan tersebut dapat memunculkan potensi berkurangnya kreativitas dan kemampuan berpikir siswa. Selain dari masalah ketergantungan teknologi, masalah sosial pun dapat muncul ketika AI diterapkan, seperti berkurangnya interaksi sosial baik antara guru dan siswa maupun sesama siswa itu sendiri. Maka dari itu, diperlukan adanya keseimbangan antara pembelajaran berbasis teknologi dan pembelajaran konvensional.
Dalam penerapannya, AI memerlukan data siswa untuk menganalisis dan menyesuaikan pembelajaran. Datanya berupa hasil belajar, aktivitas belajar, dan informasi akademik lainnya. Data tersebut berguna untuk menganalisis kemampuan serta menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Namun, penyerahan data pada AI dapat memunculkan risiko kebocoran atau penyalahgunaan data pribadi siswa. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman sekolah dan tenaga pendidik mengenai perlindugan data siswa. Maka dari itu. Penting bagi sekolah untuk menjaga sistem keamanan data dan kebijakan privasi yang jelas dalam pendidikan.
Penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga menjadi salah satu tantangan utama bagi banyak lembaga pendidikan. Sekolah atau perguruan tinggi harus menyiapkan perangkat keras seperti komputer, server, serta jaringan internet yang stabil agar teknologi AI dapat digunakan secara optimal. Selain itu, penggunaan AI juga memerlukan biaya lisensi perangkat lunak, platform pembelajaran berbasis AI, serta biaya pemeliharaan sistem secara berkala. Bagi sekolah dengan keterbatasan anggaran, terutama di daerah tertentu, hal ini menjadi beban yang cukup berat dan sering kali menghambat penerapan teknologi AI secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah berupa bantuan dana, subsidi, atau program digitalisasi pendidikan, serta kerja sama dengan pihak swasta dan penyedia teknologi agar implementasi AI dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
Kesenjangan digital antar wilayah juga menjadi permasalahan penting dalam penerapan AI di bidang pendidikan. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah perkotaan umumnya memiliki akses teknologi yang lebih baik, seperti jaringan internet cepat, perangkat digital yang memadai, serta dukungan infrastruktur yang lengkap. Sebaliknya, sekolah di daerah pedesaan atau terpencil sering kali masih mengalami keterbatasan akses internet dan kekurangan perangkat teknologi. Kondisi ini menyebabkan siswa di perkotaan lebih mudah memanfaatkan teknologi berbasis AI dibandingkan siswa di daerah terpencil. Akibatnya, kualitas pembelajaran dan kesempatan memperoleh pendidikan yang setara menjadi tidak merata. Jika tidak diimbangi dengan kebijakan pemerataan teknologi dan pembangunan infrastruktur yang adil, penerapan AI justru berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan antar wilayah.
Selain tantangan teknis dan infrastruktur, penggunaan AI dalam pendidikan juga menimbulkan persoalan etika yang perlu mendapat perhatian serius. Penggunaan AI harus memiliki batasan yang jelas agar tidak disalahgunakan, misalnya dalam hal pengambilan keputusan akademik yang sepenuhnya diserahkan pada sistem tanpa pertimbangan manusia. Selain itu, sistem AI berpotensi mengandung bias algoritma yang dapat memengaruhi keadilan dalam penilaian atau rekomendasi pembelajaran bagi siswa. Oleh karena itu, guru, siswa, dan institusi pendidikan memiliki tanggung jawab bersama untuk menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Diperlukan pedoman etika serta regulasi yang jelas agar pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap mengedepankan nilai keadilan, transparansi, dan kemanusiaan, sehingga teknologi benar-benar berfungsi sebagai alat pendukung pendidikan yang positif.
Secara umum, kehadiran kecerdasan buatan (AI) telah memberikan dampak yang cukup besar dalam dunia pendidikan masa kini. AI membantu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui sistem pembelajaran adaptif, mempermudah tugas guru dalam pengajaran dan penilaian, serta mendukung manajemen pendidikan agar lebih efisien dan terorganisir. Dalam praktiknya, penggunaan AI mampu mempercepat proses administrasi, memberikan umpan balik belajar secara cepat, serta membantu siswa belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Namun, efektivitas penggunaan AI sangat bergantung pada kondisi pendidikan di setiap daerah, seperti kesiapan guru, ketersediaan infrastruktur, dan akses teknologi yang dimiliki sekolah. Di satu sisi, AI membawa banyak manfaat positif, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti kesenjangan digital, masalah privasi data, dan ketergantungan terhadap teknologi. Oleh karena itu, dampak AI dalam pendidikan perlu terus dievaluasi agar pemanfaatannya benar-benar memberikan kontribusi yang optimal.
Ke depan, diharapkan pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan dapat dilakukan secara merata dan bertanggung jawab oleh semua pihak. AI seharusnya tidak hanya dinikmati oleh sekolah-sekolah di perkotaan, tetapi juga dapat diakses oleh sekolah di daerah terpencil agar tercipta pemerataan pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan peningkatan pelatihan bagi guru agar mereka memiliki kemampuan dan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi AI dalam proses pembelajaran. Selain itu, literasi digital siswa juga perlu ditingkatkan agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai, menyusun regulasi yang jelas terkait penggunaan AI, serta memberikan dukungan kebijakan bagi lembaga pendidikan. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, penyedia teknologi, dan masyarakat juga sangat dibutuhkan agar penerapan AI dalam pendidikan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan buatan (AI) memiliki peran penting sebagai alat pendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan masa kini. AI membantu mempermudah proses pembelajaran, mendukung tugas guru, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan pendidikan. Meskipun demikian, AI tidak dapat dan tidak seharusnya menggantikan peran guru, karena guru tetap memiliki peran utama dalam membimbing, membentuk karakter, dan memberikan nilai-nilai kemanusiaan kepada siswa. Oleh sebab itu, penggunaan AI perlu dilakukan secara bijak, seimbang, dan sesuai dengan etika pendidikan. Dengan pemanfaatan yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak, AI diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman di masa depan.
Biodata Penulis:
Farah Adibah saat ini aktif sebagai mahasiswa, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.