Peran Keteladanan Guru PAI dalam Membentuk Akhlak Siswa di Masa Kemerosotan Moral

Yuk pahami bagaimana keteladanan guru PAI dapat membentuk akhlak siswa di tengah tantangan moral zaman sekarang dan menghidupkan kembali nilai Islami.

Oleh Chayatu Riski

Di tengah kekhawatiran terhadap menurunnya moral dan akhlak di kalangan siswa, peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi semakin penting. Guru PAI tidak hanya mengajarkan materi agama secara tekstual, melainkan juga harus menjadi contoh nyata teladan akhlak yang dapat ditiru siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Peran Keteladanan Guru PAI

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa guru PAI secara aktif mengambil peran lebih luas dari sekadar pengajar. Di sekolah seperti MIS Winduaji, Kecamatan Paninggaran, guru PAI terbukti berperan dalam membina perilaku siswa melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan karakter, sehingga akhlak siswa perlahan membaik. Di lingkungan berbeda, guru PAI di sekolah MTS Salafiyah Paninggaran juga menggunakan strategi keteladanan, pembiasaan, dan nasihat secara konsisten untuk menanamkan nilai moral.

Lebih jauh lagi, guru sebagai teladan moral bukan hanya berdampak pada aspek spiritual dan religius siswa, tetapi juga membentuk karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, dan rasa hormat yang kemudian tercermin dalam bagaimana siswa berinteraksi di sekolah maupun di masyarakat.

Mengapa keteladanan guru PAI sangat krusial sekarang? Karena kondisi sosial dan budaya berubah cepat pengaruh media sosial, gaya hidup, serta tekanan pergaulan membuat banyak siswa mudah terombang-ambing. Di situasi seperti itu, teori dan materi agama saja tidak cukup; siswa butuh figur nyata yang menunjukkan bagaimana nilai Islami diaplikasikan dalam tindakan sehari-hari.

Dengan menjadi guru sekaligus teladan, guru PAI bisa mengisi kekosongan nilai moral membimbing siswa tidak hanya memahami agama, tapi menghidupinya: berperilaku baik, berempati, dan bertanggung jawab. Proses ini membutuhkan waktu, konsistensi, dan komitmen dari guru. Namun research menunjukkan bahwa hasilnya nyata: siswa menunjukkan perubahan sikap dan perilaku positif setelah guru melaksanakan pembinaan karakter secara sistematis.

Singkatnya, di masa di mana “kemerosotan moral” kerap menjadi kekhawatiran, keteladanan guru PAI adalah salah satu kunci penting untuk membentuk generasi siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas moralnya.

Biodata Penulis:

Chayatu Riski saat ini aktif sebagai mahasiswa di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

© Sepenuhnya. All rights reserved.