Oleh Laylatuz Zahra Ramadhani
Di tengah kehidupan yang bergerak cepat dan penuh tuntutan, kita sering merasa seperti sedang berlari tanpa tahu di mana garis finis berada. Setiap hari dipenuhi pekerjaan, ekspektasi, dan berbagai suara dari luar yang kadang membuat kita kehilangan arah. Dalam kondisi seperti itu, kita kerap lupa menanyakan hal paling mendasar: apakah kita benar-benar sedang hidup sesuai dengan diri sendiri?
Empat prinsip berikut mungkin terlihat sederhana, tetapi kekuatannya justru terletak pada kesederhanaannya. Prinsip-prinsip ini membantu kita memahami apa yang dapat dikendalikan, apa yang perlu dibiasakan, dan bagaimana bersikap ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana. Jika diterapkan sedikit demi sedikit, kamu bisa merasakan perubahan besar dalam cara melihat, berpikir, dan melangkah menjalani hidup.
1. Yang Bisa Menolong Kita Hanya Diri Kita Sendiri
Ketika berada dalam situasi sulit, kita sering berharap ada seseorang yang datang membantu. Namun pada akhirnya, tidak ada yang bisa memahami beban kita sedalam diri sendiri. Orang lain boleh memberikan dukungan, tetapi mereka tidak selalu berada di posisi yang sama atau merasakan apa yang kita rasakan. Di titik inilah kita perlu mengakui bahwa kekuatan terbesar sebenarnya ada dalam diri.
Saat kamu mulai mengandalkan dirimu sendiri, kamu membangun fondasi mental yang lebih kokoh. Kamu tidak lagi menunggu keadaan membaik atau berharap seseorang menyelesaikan masalahmu. Kamu belajar menghadapi, bertahan, dan mengambil keputusan dengan kesadaran penuh. Prinsip ini menjadikanmu lebih kuat dan lebih siap menghadapi ketidakpastian hidup.
2. Selesaikan Apa yang Kamu Mulai
Menyelesaikan sesuatu terdengar sederhana, tetapi tidak semua orang mampu melakukannya. Semangat sering menggebu di awal, namun melemah di tengah jalan ketika rasa lelah, bosan, atau ragu mulai muncul. Padahal, kemampuan menuntaskan sesuatu adalah bentuk konsistensi yang sangat menentukan perjalanan hidup seseorang.
Saat kamu membiasakan diri menyelesaikan apa yang kamu mulai, kamu sedang melatih disiplin, ketegasan, dan kejelasan tujuan. Kamu tidak hanya mendapatkan hasil akhir, tetapi juga membangun karakter yang dapat diandalkan. Kebiasaan ini juga membuatmu lebih berhati-hati dalam memilih apa yang ingin dikerjakan, karena kamu sadar setiap pilihan membutuhkan komitmen. Semakin sering kamu berhasil menyelesaikan sesuatu, semakin besar pula rasa percaya dirimu terhadap kemampuan sendiri.
3. Katakan Ya pada Setiap Kesempatan dan Peluang
Rasa takut sering membuat kita melewatkan banyak kesempatan berharga. Kita khawatir tidak mampu, takut gagal, atau merasa belum siap. Padahal, banyak perubahan besar dalam hidup bermula dari satu keputusan kecil: berani berkata ‘ya’ pada sesuatu yang baru. Membuka diri terhadap pengalaman baru dapat memperluas cara pandang dan membantu kita menemukan potensi yang sebelumnya tidak terlihat.
Tentu saja, mengatakan ‘ya’ bukan berarti menerima semuanya tanpa pertimbangan. Ini tentang keberanian melangkah ketika peluang itu baik dan sejalan dengan keinginan untuk berkembang. Dengan berkata ‘ya’ pada hal positif, kamu memberi dirimu kesempatan untuk bertumbuh, memperluas jaringan, mendapatkan pengalaman baru, dan membuka pintu menuju masa depan yang lebih luas.
4. Jangan Mengejar Uang, Tapi Kejarlah Nilai (Value)
Mengejar uang memang penting, tetapi menjadikannya tujuan utama dapat membuat kita mudah kehilangan arah. Ketika fokus hidup hanya pada penghasilan, kita cenderung merasa tidak pernah cukup dan terus membandingkan diri dengan orang lain. Sebaliknya, mengejar nilai adalah tentang membangun kualitas diri: integritas, kemampuan, etos kerja, dan reputasi yang baik.
Nilai diri yang kuat membuatmu lebih dipercaya, dihargai, dan dibutuhkan. Ketika kamu fokus membangun value, kamu tidak hanya menjadi lebih kompeten, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Saat nilai dirimu meningkat, peluang dan penghasilan biasanya mengikuti secara alami. Prinsip ini membuat perjalanan hidup terasa lebih bermakna dan tidak mudah goyah.
Biodata Penulis:
Laylatuz Zahra Ramadhani saat ini aktif sebagai mahasiswi di Universitas Sebelas Maret.