Oleh Nashwa Reva Azahra
Lingkungan kampus merupakan hal baru dan cukup terasa asing bagi mahasiswa semester 1. Kehidupan di kampus cakupannya cukup luas, mulai dari bertemu orang orang yang berbeda dan berasal dari berbagai daerah, belajar baru, menambah pengalaman baru dan masih banyak lainnya. Banyak mahasiswa baru yang sulit untuk beradaptasi dan merasakan “culture shock” saat di semester awal. Culture shock sendiri merupakan perasaan kaget ketika seseorang masuk ke lingkungan baru yang terasa asing. Hal ini dikarenakan terdapat banyak perbedaan yang cukup mencolok dari lingkungan sebelumnya.
Semester satu sering dianggap sebagai semester yang paling santai, karena masih awal. Banyak yang menganggap “ah santai aja deh, masih baru pasti bisa lah” padahal anggapan tersebut membuat kita kewalahan nantinya. Hal tersebut karena banyak sekali perbedaan antara masa kuliah dan SMA. Mulai dari jam kuliah yang tidak menentu, sistem tugas nya sangat berbeda, bahkan tidak ada lagi guru yang selalu tugas. Semua hal tersebut menjadi tanggung jawab yang harus diatur oleh diri kita sendiri. Jika tidak bisa mengatur strategi yang sesuai kita bisa merasa “terbantai” karena menganggap hal tersebut tidak penting.
Akibat yang timbul dari mengganggap remeh hal tersebut adalah kita mendapatkan tekanan akademik. Kita mulai kewalahan untuk mengerjakan tugas tugas yang ada, bingung mencari referensi materi, sulit mengatur waktu belajar, dan lain sebagainya. Selain itu, tekanan akademik juga dapat muncul di dunia pertemanan karena saat kuliah kita bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Ada saja orang yang individualis dan tidak mau mengerjakan tugas. Sehingga kita menjadi pusing sendiri karena menanggung banyak tugas.
Saya sendiri pernah merasakan tekanan akademik yang rasanya terbantai secara perlahan. Sistem tugas di kuliah yang sangat berbeda dengan masa SMA, misal membuat artikel, harus ada referensi jurnal, membuat makalah dan lain sebagainya. Deadline yang diberikan oleh dosen pun cenderung mepet sehingga membuat kepala rasanya mau pecah juga. Belum lagi mendapatkan teman kelompok yang pasif. Lagi lagi kita yang harus menyelesaikan tugas kelompok yang bobotnya lebih berat itu.
Namun di balik itu semua, semester satu bisa menjadi menyenangkan ketika kita bisa mengatur strategi secara tepat. Kita dapat membuat semester satu yang dirasa penuh tekanan ini menjadi masa yang paling berkesan selama kuliah. Dengan strategi yang tepat, pengalaman pengalaman di semester satu dapat digunakan sebagai kunci untuk menghadapi semester berikutnya.
Berikut ini merupakan cara yang dapat digunakan agar semester 1 terasa lebih ringan dan berkesan:
1. Mencari Teman yang Suportif
Teman yang suportif merupakan hal yang sangat penting dan wajib dimiliki ketika kamu masih semester satu. Di lingkungan kampus pasti bertemu banyak orang dengan latar belakang dan sifat yang berbeda beda. Oleh karena itu kita pintar dalam memilih teman, pilih teman yang bisa saling mendukung, mau diajak belajar bersama, tidak toxic, saling mengingatkan tugas, dan dapat mengerti satu sama lain. Dengan lingkungan pertemanan yang sehat kita dapat menjalani kehidupan semester satu dengan lebih enjoy karena memiliki teman yang saling support.
2. Mengatur Waktu Belajar dengan Baik
Kita dapat memanfaatkan waktu senggang untuk mencicil tugas yang diberikan oleh dosen. Mulai mengerjakan dari bagian yang paling mudah dahulu, lalu dilanjut ke bagian yang susah. Jangan sering sering menunda tugas hanya karena deadline yang diberikan masih lama. Padahal kita sedang dikejar oleh waktu, pasti akan ada tugas tugas lain dari mata kuliah yang berbeda. Jika semua tugas di tunda akan menumpuk jadi satu, sehingga kita menjadi kewalahan untuk mengerjakannya dan membuat stres.
3. Berani Bertanya
Berani bertanya kepada siapa saja saat kita merasa tidak tahu dan bingung terhadap tugas atau materi yang diberikan. Kita bisa bertanya ke teman terdekat atau dosen yang sedang menjelaskan. Jika sudah mengetahui materi tersebut, maka kita akan mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Dengan hal tersebut tentunya membuat kita menjalani semester satu dengan perasaan yang lebih santai.
4. Istirahat yang Cukup
Sebagai mahasiswa kita juga perlu istirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri untuk terus melakukan aktivitas. Apabila kita memaksakan diri dapat memicu stres berlebih yang tidak baik untuk kesehatan. Kita boleh mengambil jeda sejenak untuk mengistirahatkan otak agar lebih stabil. Bisa dimulai dengan menjalani hobi, hangout bersama teman, tidur yang cukup, dan melakukan hal lain yang menyenangkan. Dengan hal tersebut otak menjadi lebih relax dan siap digunakan untuk berpikir keras lagi.
Masa kuliah bukanlah ajang untuk mencari kesempurnaan, tapi kuliah bisa dijadikan sebagai sarana untuk pengembangan diri dan pengetahuan. Wajar apabila di semester 1 banyak culture shock-nya, masih merasa bingung, bahkan tertinggal. Yang terpenting adalah tekad kita untuk terus belajar dan berkembang, mau belajar dari kesalahan. Dengan strategi yang tepat kita dapat menjalani semester 1 dengan lebih enjoy dan tidak tertekan.
Biodata Penulis:
Nashwa Reva Azahra saat ini aktif sebagai mahasiswa di Universitas Sebelas Maret.