Oleh Olivia Eka Anugerah
Rowo Jombor itu ibarat teman lama yang sering diremehkan, tapi kalau butuh ketenangan hati dan dompet tetap aman, dia selalu bisa diandalkan. Banyak orang biasanya yang hobi healing ke tempat mahal meremehkan tempat ini. “Alah, itu cuma rawa,” katanya. Padahal letaknya di Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten itu menyimpan pesona yang sering bikin pengunjung tiba-tiba ingin menetap dan buka warung kopi dadakan.
Rowo Jombor Itu Apa Sih?
Secara sederhana, “rowo” artinya genangan air abadi, bukan genangan perasaan masa lalu. Sementara Jombor adalah nama desanya. Luasnya 198 hektar dengan kedalaman sekitar 4,5 meter. Kalau ada teman yang bilang hidupnya terasa hampa, suruh dia ke sini. Kosongnya hati masih kalah dalam dibanding dalamnya rawa.
| Sumber: jatengprov.go.id |
Awalnya, Rowo Jombor dibangun buat penampungan air dari beberapa sungai. Tujuannya mulia yaitu pengendalian banjir dan persiapan cadangan air kalau musim kemarau ngambek. Sekarang, selain tetap menjalankan tugas negara, dia juga merangkap jadi tempat wisata. Multifungsi, tidak banyak tempat bisa begitu.
Murahnya Keterlaluan, Tapi Fasilitasnya Nggak Kaleng-Kaleng
Tiket masuk cuma lima ribu rupiah. Iya, lima ribu. Harga yang sama dengan es teh di warung pinggir jalan—itu pun kadang masih kurang manis. Parkir motor dua ribu rupiah saja. Kadang saya curiga, jangan-jangan pengelola Rowo Jombor ini sebenarnya malaikat berkedok tukang parkir.
Bukanya pun dari jam sembilan pagi sampai sembilan malam. Cocok buat yang pengen healing tapi gajinya ngepas dan tanggal muda hanya tinggal kenangan.
Fasilitasnya ya lengkap-lengkap saja ada warung makan, spot foto, mushola, toilet, sampai wahana bermain sederhana. Bukan megah seperti mall, tapi cukup untuk bikin pengunjung nyaman dan nggak tiba-tiba ingin pulang cepat.
Warung Apung: Sensasi Makan Sambil Goyang Halus
Makan di warung apungnya adalah ritus wajib. Perahu besar disulap jadi restoran, dan pengunjung bisa makan sambil merasakan goyangan pelan dari air. Tenang saja, goyangannya bukan seperti hubungan yang tidak stabil tapi lebih mirip ayunan bayi, pelan dan menenangkan.
Menu makanannya standar tapi nagih seperti lele, bawal, gurami. Asap wajan dan aroma bumbu khas itu sudah bisa membuat orang lupa diet dalam hitungan detik. Angin sepoi-sepoi menambah suasana, seperti soundtrack film romantis versi murah tapi bahagia.
Keliling Rawa: Dari Perahu Santai sampai Speedboat Bikin Deg-degan
Keliling rawa naik perahu cuma lima ribu rupiah. Lima ribu untuk melihat pemandangan bukit, rumah warga, dan air yang tenang. Ini terlalu murah untuk ukuran pengalaman estetika yang bisa diunggah berkali-kali di Instagram dalam berbagai angle.
Kalau pengen sensasi lebih, ada speedboat. Saya sempat ragu, saya kira nanti saya dan HP saya terbang ke air secara bersamaan. Tapi ternyata aman, karena petugas sigap dan pelampung tersedia. Adrenalin naik, tapi masih level PG-13.
Spot Wajib: Mancing Santai ala Warga Lokal
Area karambanya bikin Rowo Jombor makin ramai. Ikan yang dibudidayakan bisa mencapai 168 ton per tahun. Angka yang sudah cukup buat bikin pemuda-pemuda hobi mancing merasa terpanggil.
Saya sendiri mencoba mancing dan hasilnya… ya begitulah lebih banyak angin daripada ikan. Tapi suasananya adem, dan buat pemancing pemula kayak saya, suasana lebih penting daripada hasil. Toh yang penting bisa cerita ke teman “Kemarin mancing di Jombor, Bos.”
Sunset-nya Kalahkan Banyak Tempat Hits
Sore hari adalah waktu paling magis. Sunset-nya memantul di permukaan air seperti lukisan. Saya sempat halu sedikit, merasa sedang di Labuan Bajo versi hemat. Belum lagi kalau lampu kapal mulai menyala, suasananya bisa bikin siapa saja mendadak puitis.
Gunung Merapi di kejauhan juga ikut tampil, membingkai langit jingga dengan gagah. Cocok buat foto couple, tapi kalau datang sendirian ya jangan terlalu lama berdiri diam. Takut dikira baru diputusin.
Rowo Jombor Selalu Bikin Kangen
Setiap kali datang, kesannya selalu sama: sederhana, tapi hangat. Tidak mewah, tapi bikin betah. Semua yang dibutuhkan untuk liburan singkat ada di sini bisa makanan enak, perahu, angin sejuk, dan sunset yang sering bikin pengunjung mendadak bijak.
Rowo Jombor mungkin diremehkan karena hanya berupa rawa, tetapi di sinilah lucunya: tempat yang katanya biasa saja ini justru menawarkan ketenangan yang sering tidak ditemukan di destinasi wisata yang “wah”.
Kadang keindahan itu tidak butuh tiket mahal atau bangunan megah. Cukup rawa tenang, perahu kecil, senyum pedagang, dan suasana yang bikin hati adem. Dan Rowo Jombor punya itu semua dalam satu paket lengkap.