Oleh Restiana Bella
Setiap kali kalender menunjukkan angka satu di bulan Januari, suasana terasa berbeda. Jalanan lebih sepi, kantor tutup, sekolah libur, dan orang-orang sibuk merencanakan kumpul keluarga atau sekadar beristirahat di rumah. Tahun Baru bukan hanya soal pesta kembang api dan hitung mundur, tetapi juga tentang satu hal penting yang hampir dirasakan semua orang: hari libur bersama.
Tahun Baru dijadikan hari libur karena momen ini dianggap sebagai tanda awal yang baru. Banyak orang memaknai pergantian tahun sebagai kesempatan untuk memulai ulang, memperbaiki diri, dan meninggalkan hal-hal buruk di tahun sebelumnya. Libur di hari ini memberi waktu bagi masyarakat untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang melelahkan dan menata kembali pikiran sebelum kembali bekerja.
Alasan lain yang tidak kalah penting adalah kebutuhan akan istirahat. Setelah menjalani satu tahun penuh dengan pekerjaan, tugas sekolah, dan tekanan hidup, tubuh dan pikiran membutuhkan jeda. Libur Tahun Baru menjadi waktu yang tepat untuk memulihkan energi. Dengan istirahat yang cukup, seseorang bisa kembali beraktivitas dengan semangat baru dan kondisi yang lebih baik.
Selain soal istirahat, Tahun Baru juga punya makna sosial yang kuat. Banyak orang memanfaatkan libur ini untuk berkumpul bersama keluarga dan orang terdekat. Di tengah kesibukan sehari-hari, momen seperti ini jarang terjadi. Tahun Baru menjadi alasan yang pas untuk pulang ke rumah, berbagi cerita, dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang.
Dari sisi budaya, perayaan Tahun Baru sudah lama menjadi tradisi di berbagai negara. Meski caranya berbeda-beda, intinya tetap sama: merayakan harapan. Ada yang merayakannya dengan doa, ada yang dengan pesta sederhana, dan ada juga yang hanya menonton kembang api dari kejauhan. Karena dirayakan oleh hampir semua lapisan masyarakat, pemerintah menjadikannya hari libur agar semua orang bisa ikut merasakan momen tersebut.
Libur Tahun Baru juga memberi dampak positif bagi sektor ekonomi. Tempat wisata, restoran, dan pusat perbelanjaan biasanya ramai dikunjungi. Banyak orang bepergian atau sekadar keluar rumah untuk menikmati suasana liburan. Hal ini membantu perputaran uang dan memberi penghasilan tambahan bagi pelaku usaha, terutama di bidang pariwisata dan hiburan.
Namun, yang paling penting dari libur Tahun Baru bukanlah kemeriahannya, melainkan maknanya. Hari ini mengingatkan bahwa setiap orang berhak beristirahat, berharap, dan memulai kembali. Libur bersama di awal tahun menjadi simbol bahwa hidup tidak hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang menikmati waktu, bersyukur, dan menatap masa depan dengan optimis.
Itulah sebabnya Tahun Baru hampir selalu menjadi hari libur untuk semua orang. Karena di balik satu hari tanpa kerja, tersimpan harapan agar satu tahun ke depan bisa dijalani dengan lebih baik, lebih sehat, dan lebih bahagia.
Biodata Penulis:
Restiana Bella saat ini aktif sebagai mahasiswa di Universitas Sebelas Maret.