Gen-Z, Z-nya "Zero" Post.
Padahal pas Gen-Z lahir kamera depan udah bisa dipencet, normalnya orang mikir merekalah generasi yang paling rajin pamer hidup. Kenyataannya apa? Kalau kita lihat-lihat lagi di sosial media mereka, kebanyakan postingannya tidak ada alias Zero Post.
Anak muda zaman sekarang sengaja membiarkan timeline mereka kosong. Profil media sosial mereka rapi tanpa satupun postingan feed.
"Kalau diliat Gen-Z sekarang tuh ada yang begitu dibuka sosmednya fotonya cuma satu. Udah gitu kalo dia posting yang satu lagi, satu dibuang." ucap Deddy Corbuzier di Podcast Raditya Dika pada tanggal 5 Desember 2025.
Seolah mereka tak pernah berswafoto untuk dipamerkan. Tak seperti Gen Milenial yang profil media sosialnya sangat penuh dan sangat bertumpuk.
Apakah benar Gen-Z tidak pernah berswafoto hingga mereka dijuluki Zero Post? Apakah kamera Gen-Z tidak lebih baik daripada kamera Gen Milenial di tahun 2010-an?
Nyatanya Gen-Z diberkahi dengan teknologi yang sangat maju dibanding generasi-generasi sebelumnya.
Waktu Gen-Z udah agak gede, mereka sudah bisa nyobain kamera 8 MP sampai 12 MP yang kualitasnya jauh lebih terang, bersih, dan stabil dibanding kamera yang dimiliki generasi Milenial pada usia yang sama.
Gen-Z merasa setiap unggahan bukan sekedar "foto", tapi sebuah reputasi yang harus mereka jaga selalu. Mereka bukan ga punya momen, momen mereka sangatlah banyak. Jika dilihat di galeri mereka, hasil foto yang sebenarnya cocok untuk dipamerkan banyak. Namun tidak mereka pamerkan, karena mereka terlalu paham konsekuensinya.
Zero Post jadi strategi Gen-Z untuk bertahan. Semakin banyak yang sadar kalau jejak digital bisa discreenshot, dipelintir, ditarik lagi bertahun-tahun kemudian. Lebih parah lagi, ruang publik online makin gampang menghakimi. Salah pose dikritik, salah caption disindir, salah jokes bisa bikin drama.
Uniknya, Zero Post bukan berarti mereka kehilangan identitas. Identitas mereka pindah ke ruang yang lebih kecil, seperti chat pribadi, close friends, grup kecil yang nggak peduli filter atau angle. Dimana kah itu? Yap betul, di Second Account yang sangat private dan hanya diisi segelintir orang terdekat. Di ruang itu mereka lebih jujur, lebih spontan, dan lebih manusiawi.
Penulis: Saschilla Citra Deyananda