Oleh Ayla Syafilla Almahera
Di era globalisasi yang sekarang sudah serba lebih cepat ini, generasi muda perlu dituntut untuk tidak cuma menjadi penonton, tetapi juga harus menjadi pelaku perubahan sosial. Peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa itu sangatlah penting dan dibutuhkan, terutama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong kemajuan di berbagai sektor kehidupan bangsa. Dengan semangat yang tinggi dan kreativitasnya generasi muda sangat mudah memiliki potensi besar untuk menjadi perubahan dalam membangun bangsa yang lebih berkarakter. Oleh karena itu keterlibatan generasi muda dalam bidang kehidupan dapat menjadi kunci penting bagi kemajuan bangsa.
Generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masa depan bangsa yang lebih maju dan lebih baik. Peran generasi muda sangat penting dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa, saat era globalisasi seperti sekarang ini peran mahasiswa dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan masa depan bangsa, karena mahasiswa merupakan sosok akademis yang sedang menjalankan aktivitas pendidikan yang tingkatannya paling tinggi dari yang lain. Jika saja moral mahasiswa buruk maka nama bangsa juga bisa akan ikut tercemar, dan juga jika cara berpikir mahasiswa mengarah ke yang positif maka negara akan lebih mudah menemukan penemuan baru yang akan gampang dikenal di belahan negara-negara lainnya. Peran mahasiswa dan generasi muda lainnya dapat mendorong perubahan positif di berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan, dan sosial untuk menuju ke arah yang lebih baik, mereka dapat memanfaatkan kreativitas dan pemahaman teknologi mereka.
Peran utama generasi muda dalam membangun bangsa yang lebih maju dapat dengan mereka memanfaatkan pemahaman teknologi mereka dalam inovasi. Generasi muda biasanya lebih mahir dalam menggunakan teknologi digital, mereka bisa mendorong transformasi ekonomi melalui e-commerce dan solusi berbasis AI. Contohnya di Indonesia, para pemuda pendiri Gojek, Tokopedia serta pendiri Kopi Jago Keliling mereka telah menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan efisiensi. Mereka bisa mengembangkan ide-ide inovatif, dengan fokus pada inovasi mereka bisa mengatasi masalah lingkungan seperti pengembangan energi terbarukan. Dengan tingkat pengangguran tinggi di kalangan muda seperti sekarang ini, mereka perlu didorong untuk dapat menjadi wirausahawan juga. Ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja saja tapi juga mengurangi ketergantungan pada sektor pengangguran. Generasi muda juga perlu aktif dalam bidang politik untuk memastikan suara mereka dapat didengar. Di era demokrasi sekarang ini mereka bisa saja mendorong reformasi melalui gerakan sosial seperti melakukan kampanye anti korupsi atau advokasi hak asasi manusia. Contoh nyatanya ada di peran mahasiswa dalam reformasi 1998 yang sangat membawa perubahan besar. Maka saat ini melalui media sosial mereka bisa memobilisasi dukungan itu untuk isu-isu seperti perlindungan lingkungan.
Adapun banyaknya tantangan generasi muda yang sering kali dihadapi, yaitu kurangnya pengalaman dan kematangan. Banyak generasi muda idealis tetapi kurangnya pengalaman, sehingga ide-ide mereka sering kali gagal karena implementasinya yang buruk. Contohnya startup muda yang sering kali bangkrut karena manajemennya yang lemah. Meski potensial besar generasi muda juga sering kali menghadapi hambatan seperti akses pendidikan yang tidak merata, korupsi, dan kurangnya dukungan pemerintah. Saran saya: pemerintah harus memberikan insentif seperti beasiswa, dan ruang untuk partisipasi politik. Orang tua dan masyarakat juga perlu mendukung, bukan membatasi eksplorasi mereka.
Meningkatkan peran generasi muda dalam upaya membangun bangsa merupakan solusi penting untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan pendidikan itu adalah menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat menjadi manusia dan anggota masyarakat yang beradab. Artinya peran generasi muda harus dibina, tidak cuma secara intelektual, tetapi juga moral dan etika agar mampu membangun bangsa secara berkelanjutan. Paulo Freire menekankan dalam (Freire 2005) bahwa pendidikan harus membebaskan dan mendorong manusia menjadi subjek perubahan. Generasi muda yang kreatif dan inovasi dapat menjadi agen perubahan dalam menyelesaikan masalah bangsa seperti pengangguran dan ketinggalan teknologi.
Selain itu, generasi muda juga berperan sebagai penjaga nilai dan budaya asing, generasi muda ini harus tetap dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan semangat nasionalisme. Dengan semangat kreativitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan. Melalui sikap yang bertanggung jawab serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial di masyarakat, generasi muda mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam membangun bangsa. Oleh karena itu, sikap kritis namun beretika sangat perlu dikembangkan agar kita generasi muda dapat menjadi kunci utama dari terwujudnya bangsa yang maju, berdaya saing, berkarakter dan dapat kebebasan berpendapat dan tidak dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Biodata Penulis:
Ayla Syafilla Almahera saat ini aktif sebagai mahasiswa, Kesejahteraan Sosial, di Universitas Muhammadiyah Jakarta.