Aceh masih belum baik-baik saja.

Resistensi Antibiotik bagi Kesehatan Global

Jangan biarkan resistensi antibiotik mengancam kesehatan! Yuk simak cara yang tepat menggunakan antibiotik agar tetap ampuh melawan infeksi bakteri.

Oleh Sellamita Azzahra Ramadhani

Antibiotik sering dianggap sebagai obat utama untuk banyak penyakit. Namun, tidak semua kondisi memerlukan antibiotik, karena obat ini hanya efektif melawan bakteri. Ketidaktahuan tentang hal ini menyebabkan penggunaan antibiotik secara sembarangan. Hal ini menimbulkan masalah besar yang disebut resistensi antibiotik.

Resistensi Antibiotik bagi Kesehatan Global

Di sini kami akan coba menjelaskan apa itu antibiotik, cara penggunaannya yang tepat, dan mengapa kita perlu lebih bijak agar antibiotik tetap ampuh di masa mendatang.

Apa Itu Antibiotik?

Antibiotik adalah senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang bisa mengurangi pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lainnya. Terdapat dua jenis antibiotik, yakni antibiotik yang mencegah mikroba tumbuh (bakteriostatik) dan antibiotik yang mampu membunuh mikroba (bakterisida). (Khafid Mahbub, 2023)

Antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri, bukan untuk virus, jamur, atau parasit. Fokusnya hanya pada bakteri. Untuk itu, antibiotik harus digunakan dengan bijak dan tepat agar kemampuannya melawan bakteri tetap terjaga dan tidak menimbulkan masalah baru seperti resistensi terhadap antibiotik.

Apa itu Resistensi terhadap Antibiotik?

Resistensi antibiotik merujuk pada kemampuan mikroba untuk menghalangi dampak dari obat antimikroba. Fenomena ini terjadi ketika antibiotik kehilangan kemampuannya untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Akibatnya, jenis antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit menjadi tidak efektif, sehingga alternatif lain diperlukan. Hal ini jelas meningkatkan risiko kematian karena sulitnya menemukan antibiotik yang tepat untuk menyembuhkan penyakit. Resistensi antibiotik dapat muncul secara alami, tetapi penyalahgunaan antibiotik oleh manusia dapat mempercepat proses ini. Salah satu penyebabnya adalah ketika antibiotik dapat diperoleh tanpa resep dari dokter. (BPOM, 2025)

Penyebab Resistensi Antibiotik

Antibiotik menjadi kurang efektif karena beberapa alasan, termasuk penggunaan yang tidak bijak, kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara yang benar untuk memakai antibiotik, serta minimnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Pemahaman berperan penting dalam membentuk pandangan dan sikap individu terhadap perilaku tertentu, termasuk dalam hal menggunakan antibiotik. Ketidakpahaman ini dapat membuat orang-orang menggunakan antibiotik dengan cara yang salah, yang pada gilirannya mempercepat munculnya resistensi terhadap antibiotik. (Khafid Mahbub, 2023)

Contoh Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat

1. Penggunaan Antibiotik untuk Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri

Misalnya, seseorang mengonsumsi antibiotik untuk mengatasi batuk atau flu tanpa memahami penyebabnya. Padahal, sering kali batuk dan flu disebabkan oleh virus, seperti coronavirus, yang tidak bisa dihentikan oleh antibiotik. Antibiotik yang digunakan secara salah dapat membasmi bakteri baik yang biasanya tidak berbahaya. Bakteri ini bisa mengembangkan cara untuk melindungi diri dengan mutasi dan pada akhirnya menjadi resisten terhadap antibiotik. 

2. Tidak Menghabiskan Antibiotik Sesuai Anjuran Dokter

Contoh lain, tidak mengikuti aturan dokter dalam mengonsumsi antibiotik dapat berisiko. Saat gejala mulai mereda, mungkin bakteri masih hidup, hanya saja menjadi lebih lemah. Jika pengobatan antibiotik dihentikan terlalu cepat, sisa bakteri dapat "belajar" untuk bertahan dan menjadi resisten.

Golongan Antibiotik yang Sering Disalahgunakan

  1. Penisilin.
  2. Tetrasiklin.
  3. Makrolida.
  4. Fluorokuinolon.

Tips Menggunakan Antibiotik yang Benar

  1. Ikuti arahan dari dokter mengenai dosis dan lama penggunaan.
  2. Walaupun gejala mulai membaik, jangan berhenti mengonsumsi antibiotik.
  3. Konsumsilah dengan air biasa, hindari susu dan alkohol.
  4. Simpanlah antibiotik di tempat yang tepat, jauh dari kelembapan.

Resistensi terhadap antibiotik merupakan risiko yang serius yang dapat memengaruhi siapa saja. Penting untuk memakai antibiotik secara bijak dan sesuai dengan petunjuk dokter untuk menghindari masalah ini. Dengan bertindak lebih bertanggung jawab, kita mampu menjaga efektivitas antibiotik dan melindungi kesehatan di masa yang akan datang.

Daftar Pustaka:

  • BPOM. (2025, Juni 23). Resistensi Antibiotik, Krisis Senyap di Balik Harapan Kesembuhan.
  • Khafid Mahbub, M. A. (2023). Edukasi Penggunaan Antibiotik Untuk Mencegah Resiko Resistensi di Desa Bebel, Kabupaten Pekalongan.

Biodata Penulis:

Sellamita Azzahra Ramadhani saat ini aktif sebagai mahasiswa, Prodi Farmasi, di Universitas Binawan Jakarta.

© Sepenuhnya. All rights reserved.