Mengenal Jenis Kulit Kering beserta Penyebab dan Solusinya

Kulit terasa kering dan kusam? Yuk pelajari jenis kulit dan temukan cara merawatnya dengan lotion alami yang bantu hidrasi sekaligus lindungi kulitmu.

Oleh Ghina Irbah Suta

Dalam merawat kesehatan kulit, penting untuk memahami tipe kulit sebagai organ terluar dan juga pelindung tubuh agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih produk perawatan. Ada beberapa kategori dalam tipe kulit, yaitu: (1) kulit kering, (2) kulit berminyak, (3) kulit kombinasi, dan (4) kulit normal, seperti yang diuraikan oleh Nur'an (2009:43-45).

Jenis Kulit Kering

Kulit kering cenderung mengalami lebih banyak masalah dibandingkan dengan tipe kulit lainnya. Tipe kulit kering terjadi karena kelenjar minyak tidak memproduksi minyak yang cukup, sehingga kulit menjadi tidak lembap dan kering. Hal ini bisa menimbulkan berbagai masalah bagi kulit. Kulit kering disebut juga dengan istilah xerosis cutis. Semakin tua usia, semakin tinggi kemungkinan terkena kulit kering dan semakin parah kondisinya. Faktor utama yang memicu kulit kering adalah usia lanjut dan jenis kelamin perempuan. Di Indonesia, sekitar 50 hingga 80 persen orang mengalami kulit kering, sedangkan di negara lain seperti Brasil, Australia, Turki, dan beberapa negara lainnya angkanya berkisar antara 35 hingga 70 persen. Pada tahun 2008 hingga 2013 di divisi geriatri poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, kulit kering masuk dalam sepuluh penyakit yang paling sering terjadi. Kulit kering terjadi karena kehilangan atau penurunan kelembapan pada lapisan terluar kulit, yaitu stratum korneum, yang menyebabkan peningkatan kehilangan air melalui permukaan kulit atau Trans Epidermal Water Loss (TEWL). Kulit kering biasanya terjadi di bagian lengan dan kaki, tetapi juga bisa terjadi di area tubuh lain seperti badan dan wajah. (Prabandani & Suherman, 2018).

Salah satu cara yang baik untuk mengatasi kulit kering adalah dengan memakai pelembap atau lotion tubuh. Lotion ini memiliki peran untuk memberikan hidrasi pada kulit, menjaga kelembapan, dan mencegah hilangnya air dari permukaan kulit. Biasanya, produk lotion tubuh di pasaran mengandung bahan aktif seperti humektan, emolien, dan oklusif. Bahan-bahan ini bekerja dengan menarik dan menahan air di dalam kulit (Irmayanti et al., 2021). Namun, sering kali produk yang menggunakan bahan sintetis juga menambahkan zat lain, seperti paraben, pewangi buatan, dan silikon, yang bisa menimbulkan iritasi pada kulit sensitif (Brenner, 2020). Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang yang beralih ke produk kosmetik yang terbuat dari bahan alami. Perubahan ini berasal dari meningkatnya kesadaran konsumen tentang pentingnya menggunakan bahan yang lebih aman, alami, serta ramah lingkungan. Salah satu solusi baru yang menjanjikan adalah lotion tubuh yang dibuat dari ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan lidah buaya (Aloe vera). Buah naga merah merupakan sumber vitamin C yang tinggi dan antioksidan, seperti betalain, yang dapat membantu proses pembuatan kolagen dan melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, lidah buaya memiliki manfaat anti-inflamasi dan sifat humektan, yang berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit serta mempercepat proses regenerasi sel (Parmadi et al., 2024).

Gel dari lidah buaya, atau Aloe vera, terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Oleh karena itu, gel ini memberikan efek antibakteri yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Kandungan nutrisi dalam lidah buaya, yang termasuk poliskarida, bekerja bersama-sama dengan asam amino esensial dan enzim yang memecah protein. Hal ini memungkinkan lidah buaya untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan memperbaiki kondisi kulit (Sinaga et al., 2022).

Referensi:

  1. Masdar, A., & Kaffah, S. (2025). Formulasi dan evaluasi body lotion berbahan dasar ekstrak buah naga (Selenicereus undatus) dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) untuk perawatan kulit kering. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 11(1), 109–2615.
  2. Prabandani, R., & Suherman, H. (2018). Formulasi sediaan lulur pencerah dan penghalus kulit dari kunyit (Curcuma longa L.). Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan, 10(2), 59–67.

Biodata Penulis:

Ghina Irbah Suta saat ini aktif sebagai mahasiswa, Prodi Farmasi, di Universitas Binawan.

© Sepenuhnya. All rights reserved.