Oleh Nurlaila
Saat kita membeli obat, biasanya ada dua opsi yang harus dipilih: obat generik atau obat bermerek. Keduanya dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang serupa, tetapi faktanya lebih kompleks dari pada hanya melihat "harga rendah vs harga tinggi": faktor-faktor seperti, kualitas pembuatan, ketersediaan, dan kepercayaan masyarakat juga sangat mempengaruhi nilai sebenarnya.
Obat generik merupakan jenis obat yang diproduksi dengan menggunakan nama generik setelah hak patennya berakhir. Obat ini dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan obat yang bermerek (BPOM, 2021). Obat bermerek merupakan obat generik yang telah diberi nama oleh sebuah perusahaan farmasi. Sering kali, salah satu elemen dari nama merek itu mencerminkan nama perusahaan yang memproduksi obat tersebut. Berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi VI, obat generik adalah obat yang mengandung zat aktif yang serupa dengan obat bermerek. Kualitas obat generik ini setara dengan yang bermerek, tetapi lebih terjangkau karena tidak membutuhkan biaya tinggi untuk penelitian dan pengembangan seperti pada obat bermerek (Depkes RI, 2020).
Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap harga obat yang lebih terjangkau, sambil memastikan kualitas dan keamanannya terjaga. Namun, masih terdapat banyak orang yang memandang obat generik sebagai produk murah dan berkualitas rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak edukasi dan sosialisasi mengenai hal ini. Situasi ini muncul karena baik dokter maupun pasien masih beranggapan bahwa obat generik adalah pilihan yang tidak mahal dan kurang berkualitas, ditambah lagi dengan adanya faktor insentif keuangan yang dapat mempengaruhi pilihan obat mereka.
Disimpulkan bahwa obat generik dan bermerek yang tersedia di Indonesia mengikuti standar yang sama dalam hal pembuatan, pendaftaran, dan keamanan, yang membuat keefektifan serta kualitas zat aktifnya sebanding. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada harga, di mana obat bermerek biasanya lebih mahal karena biaya penelitian, hak paten, dan pemasaran. Sebaliknya, obat generik ditawarkan dengan harga yang lebih terjangkau dan diatur oleh kebijakan harga dari pemerintah.
Biodata Penulis:
Nurlaila saat ini aktif sebagai mahasiswa, Program Studi Farmasi, di Universitas Binawan.