Pemanfaatan Obat Tradisional di Indonesia dan Faktor Demografis yang Mempengaruhinya

Obat tradisional dan jamu masih jadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Yuk simak manfaat serta pentingnya pemanfaatan yang aman dan berbasis ilmiah.

Oleh Fadya Melisa Putri

Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia masih banyak digunakan oleh masyarakat dan menjadi bagian dari budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi sehingga banyak tumbuhan dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional, terutama jamu. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, prevalensi penggunaan jamu di Indonesia tergolong tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemanfaatan obat tradisional dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama tingkat pengetahuan masyarakat. Selain itu, faktor usia, tingkat pendidikan, status ekonomi, budaya, lingkungan, serta sumber informasi turut memengaruhi keputusan masyarakat dalam menggunakan obat tradisional. Obat tradisional umumnya digunakan untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit, serta sebagai pendamping atau alternatif pengobatan modern. Meskipun memiliki kelebihan seperti mudah diperoleh dan relatif aman, penggunaan obat tradisional juga memiliki keterbatasan, terutama terkait standar bahan baku dan pembuktian klinis. Oleh karena itu, diperlukan edukasi serta pengembangan berbasis ilmiah agar pemanfaatan obat tradisional dapat dilakukan secara aman, rasional, dan berkelanjutan di masyarakat.

Pemanfaatan Obat Tradisional di Indonesia

Kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia sangat berarti. Terdapat lebih dari 400 suku dan kelompok etnis di negara ini yang memiliki pengetahuan tentang penggunaan tanaman untuk membuat obat tradisional. Selama ribuan tahun, masyarakat telah menggunakan obat tradisional, khususnya jamu, yang diyakini efektif untuk menjaga kesehatan dan mengobati beragam penyakit.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat tradisional terdiri dari bahan alami seperti tumbuhan, hewan, mineral, atau kombinasi semuanya, yang telah digunakan berdasarkan pengalaman masyarakat. Di seluruh dunia, sekitar 20 hingga 28 persen penduduk menggunakan obat tradisional, sementara di Indonesia, angkanya cukup tinggi, menandakan kekuatan tradisi obat tradisional dalam kehidupan sehari-hari (Adiyasa & Meiyanti, 2021).

Klasifikasi dan Jenis Obat Tradisional

BPOM mengelompokkan obat tradisional menjadi tiga jenis: jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Jamu adalah ramuan tradisional yang sudah teruji aman dan bermanfaat berdasarkan pengalaman masyarakat. OHT telah melalui uji praklinik, sedangkan fitofarmaka adalah obat dengan bahan alami yang telah dilakukan uji klinis dan memiliki bukti ilmiah yang lebih kuat.

Di Indonesia, diketahui terdapat sekitar 30.000 spesies tanaman, dan sekitar 7.000 di antaranya dapat digunakan sebagai obat. Beberapa tanaman yang sering muncul dalam pembuatan jamu antara lain jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), kencur (Kaempferia galanga), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), meniran, dan mengkudu. Biasanya, bahan-bahan tersebut diolah dengan cara yang sederhana, seperti direbus, dijemur, atau dipotong (Adiyasa & Meiyanti, 2021).

Prevalensi Penggunaan Obat Tradisional

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa penggunaan obat tradisional meningkat di Indonesia. Pada tahun 2010, jumlah pengguna obat tradisional mencapai 45,17 persen dan bertambah menjadi 59,12 persen pada Riskesdas 2018. Banyak pengguna yang melaporkan bahwa obat tradisional memberikan manfaat nyata bagi kesehatan mereka.

Wanita lebih sering memanfaatkan obat tradisional dibandingkan pria, dan penggunaannya lebih banyak di kalangan orang tua. Masyarakat di wilayah pedesaan maupun perkotaan sama sama menggunakan obat tradisional, baik sebagai alternatif pengobatan maupun sebagai pelengkap pengobatan modern (Kementerian Kesehatan RI, 2018).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Obat Tradisional

Pemahaman yang dimiliki masyarakat berpengaruh besar terhadap penggunaan obat tradisional. Pengetahuan tentang manfaat, cara pembuatan, dan keamanan obat tradisional sangat penting dalam keputusan untuk menggunakannya. Ada pula banyak faktor lain yang memengaruhi, seperti usia, pendidikan, status ekonomi, lingkungan sosial, budaya, dan akses terhadap informasi.

Orang dengan tingkat pendidikan lebih rendah cenderung lebih mempercayai obat tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, sementara mereka yang berpendidikan lebih tinggi biasanya bersikap lebih kritis dan memperhatikan bukti ilmiah. Aspek ekonomi juga penting, karena ramuan tradisional umumnya lebih terjangkau dan lebih mudah diakses dibandingkan obat modern.

Selain itu, keluarga, tokoh masyarakat, dan media juga berperan dalam memengaruhi penggunaan obat tradisional. Saat ini, orang memperoleh informasi tentang obat tradisional tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari tenaga kesehatan, media, dan promosi produk herbal.

Kelebihan dan Keterbatasan Obat Tradisional

Obat tradisional menawarkan banyak keuntungan, seperti biaya yang tidak mahal, sumber bahan yang mudah diakses, dan umumnya memiliki efek samping yang lebih sedikit jika digunakan dengan benar. Namun, ada juga beberapa kekurangan, seperti kurangnya standar tetap bagi bahan baku, efek yang mungkin terasa lebih lambat, serta penelitian klinis yang masih terbatas untuk banyak produk jamu.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan obat tradisional dengan dasar riset ilmiah agar penggunaannya dapat lebih aman, lebih efisien, dan lebih diterima dalam sistem kesehatan.

Kesimpulan

Di Indonesia, penggunaan obat tradisional masih sangat umum dan merupakan bagian integral dari budaya masyarakat. Obat tradisional, khususnya jamu merupakan bentuk pengobatan yang paling banyak digunakan karena mudah didapat dan telah diwariskan dari generasi ke generasi. Banyak faktor yang mempengaruhi penggunaan obat-obatan tradisional, seperti pengetahuan, pendidikan, usia, kondisi ekonomi, budaya, dan sumber informasi yang ada. Pendidikan yang baik dan pengembangan berdasarkan ilmu pengetahuan sangat penting untuk meningkatkan pemakaian obat tradisional secara aman dan tepat.

Daftar Pustaka:

  1. Adiyasa, M. R., & Meiyanti. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(3), 130–138. 
  2. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2019). Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2019 tentang persyaratan keamanan dan mutu obat tradisional.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.
  4. World Health Organization. (2013). WHO traditional medicine strategy 2014–2023.

Fadya Melisa Putri

Biodata Penulis:

Fadya Melisa Putri saat ini aktif sebagai mahasiswa, Program Studi Farmasi, di Universitas Binawan.

© Sepenuhnya. All rights reserved.