Oleh Dimas Joe Fanny
Daya tarik masyarakat terhadap pemanfaatan bahan alami baik sebagai pangan fungsional, obat home grown, dan juga kosmetik berkolerasi secara positif terhadap kepadatan jumlah penduduk pada setiap tahunnya. Fakta di lapangan yang terjadi yaitu ketersediaan bahan alami baik sebagai pangan fungsional, obat, dan kosmetik mengalami suatu hambatan terutama terjadinya penurunan kualitas tanaman dari setiap hasil budidaya. Kualitas tanaman yang mengalami penurunan menyebabkan permasalahan yang timbul seperti pemenuhan nutrisi sebagai kebutuhan pangan fungsional, distribusi obat home grown maupun kosmetik alami yang semakin tidak terkendali dari segi permintaan pasar yang semakin meningkat. Ketiga aspek tersebut merupakan salah satu kebutuhan preliminary terutama pangan yang menjadi komponen withering prioritas untuk dipenuhi bagi seluruh masyarakat.
Teknologi bioteknologi yang terbaru, terutama yang berkaitan dengan rekayasa genetika, dapat digunakan pada tomat untuk berbagai kepentingan. Ini termasuk peningkatan teknologi setelah panen untuk produk pertanian, ketahanan terhadap penyakit, peningkatan kualitas gizi, dan memperpanjang masa simpan. Penelitian yang dilakukan oleh Hunga et al. (2021) menunjukkan bahwa benih tomat yang dihasilkan mengalami peningkatan yang signifikan, yang berdampak positif pada jumlah dan ukuran buah yang diproduksi per tanaman. Mengubah sifat genetik adalah salah satu langkah dalam biotransformasi, yang melibatkan pemindahan atau isolasi gen dari organisme yang berpotensi, seperti tanaman, virus, bakteri, dan hewan, dalam konteks genetika terbaru menurut Nugroho & Rahayu (2018). Agrobacterium adalah salah satu jenis bakteri yang biasanya digunakan sebagai vektor biotransformasi untuk tanaman dikotil. Metode biotransformasi yang dioptimalkan untuk gen SPS (Sucrose Phosphate Synthase) menunjukkan potensi yang baik untuk meningkatkan beberapa faktor biotransformasi gen secara alami dengan menggunakan Agrobacterium tumafaciens strain LBA 4404. Strain ini membawa konstrak gen Sucrose Phosphate Synthase 1 (SoSPS1), yang diambil dari tanaman tebu bernama ilmiah Saccharum officinarum, sehingga hasil optimasi ini berguna untuk penelitian transformasi gen yang diterapkan pada tanaman.
Berdasarkan banyak penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bioteknologi modern, terutama melalui rekayasa genetika tanaman, berperan penting dalam pengembangan pangan fungsional dan bahan aktif untuk produk farmasi, termasuk obat dan kosmetik. Dalam memenuhi kebutuhan pangan fungsional, rekayasa genetika tanaman tomat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti transformasi gen, biofisika, PCR, dan partenokarpi. Selain itu, senyawa bioaktif dari tanaman tomat bisa dikembangkan melalui biosintesis flavonoid yang memiliki dua jalur, yaitu jalur siklamat dan asam malonat. Salah satu bioaktif yang ada dalam tanaman tomat adalah likopen, yang dikenal memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan dan bisa digunakan untuk mengembangkan pangan fungsional serta bahan aktif untuk obat dan kosmetik.